Globalisasi dan Perubahan Pola Kebudayaan di Kalangan Kaum Muda di Desa Kuala Rosan Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat

Af’idatul Lathifah

Abstract


Globalisasi disebut sebagai salah satu konsep paling absurd di masa ini, sekaligus menjadi kata yang sering diperdebatkan dan diperdengarkan. Globalisasi dibayangkan sebagai sebuah proses dimana keterkaitan antar komponen masyarakat semakin erat. Kaum muda menjadi agen utama dalam globalisasi, masa muda yang merupakan masa transisi mampu mengakomodasi tuntutan globalisasi yaitu mobilitas tinggi dan jiwa yang dinamis. Desa Kuala Rosan di Kabupaten Meliau, Kalimantan Barat adalah sebuah desa yang secara geografis terpencil, akses yang sulit membuat desa tersebut secara infrastruktur tidak terfasilitasi dengan baik akan tetapi paparan globalisasi juga menyentuh para kaum muda Desa Kuala Rosan. Ekspansi komoditas pasar global yaitu karet dan kelapa sawit memungkinkan mereka memiliki uang tunai yang dapat digunakan untuk memenuhi gaya hidup global. Gaya hidup global tersebut meliputi gaya fashion, kepemilikan kendaraan bermotor dan modigikasinya serta kepemilikan telefon seluler. Ritual adat tahunan masyarakat Dayak, Gawai, yang mempertemukan antar pemuda dari desa lain juga menjadi ajang aktualisasi gaya hidup global tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode etnografi, dimana peneliti berusaha mendapatkan data holistik mulai dari keterlibatan pemuda dalam dunia ekonomi global, pemanfaatan uang tunai dalam gaya hidup global dan juga wujud pemikiran para pemuda terhadap masa depan mereka. Informan adalah para kaum muda desa Kuala Rosan yang berusia antara 18-25 tahun, aktif bekerja di perkebunan baik karet maupun sawit, dan ikut dalam kelompok pemuda di desa tersebut.

Keywords


globalisasi; perubahan budaya; pemuda; desa; gaya hidup

Full Text: PDF

DOI: 10.14710/anuva.3.1.53-63