Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Semarang

Aurellia Saffanah Arista Cussoy, Putut Suharso

Abstract


Penelitian ini mengkaji penerapan manajemen Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang dalam mewujudkan perpustakaan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat. Program TPBIS menghadirkan paradigma baru perpustakaan yang tidak hanya berperan sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai ruang belajar, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi empat fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, serta mengkaji persepsi pengguna terhadap dampak program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan pengelola program dan pengguna layanan perpustakaan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk memperoleh gambaran mengenai proses pengelolaan program dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen TPBIS telah berjalan dengan baik, terutama melalui perencanaan partisipatif yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran pengembangan koleksi, penguatan koordinasi internal, dan optimalisasi kemitraan strategis. Program TPBIS dinilai berhasil dalam membangun keterlibatan masyarakat melalui kegiatan yang mendukung peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan interaksi sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen perpustakaan berbasis inklusi sosial mampu memperluas peran perpustakaan sebagai institusi publik yang adaptif dan inklusif. Melalui pengelolaan yang tepat, perpustakaan dapat menjadi katalisator pemberdayaan masyarakat dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.


Keywords


manajemen perpustakaan; transformasi perpustakaan; inklusi sosial; pemberdayaan masyarakat; TPBIS

References


Afriansyah, A., Ahmad, A., Mustanir, A., Faried, A. I., Mursalat, A., Kusnadi, I. H., Fauzan, R., Siswanto, D., Widiyawati, R., & Abdurohim. (2023). Pemberdayaan masyarakat. Global Eksekutif Teknologi.

Budi, N. W. S. (2024). Manajemen sumber daya manusia perpustakaan menuju pelayanan yang berkualitas. Media Sains Informasi dan Perpustakaan, 4(2), 52–62.

Biswas, A., & Borgohain, D. J. (2021). Global Research in Library Management from 2010 to 2020: A Bibliometric Investigation based on Scopus. Library Philosophy and Practice.

Bolt, N. (2023). It Starts at the Top : The Role of Leadership and Management in an Accessible and Inclusive Library. IFLA World Library and Information Congress (WLIC), October 2021, 1–12.

Deka, A., & Subaveerapandiyan A. (2021). Understanding the Knowledge Sharing Behaviors of Library Professionals in South Asia. Library Philosophy and Practice, 1–16. https://doi.org/https://doi.org/10.48550/arXiv.2210.10091

Endarti, S. (2022). Perpustakaan sebagai tempat rekreasi informasi. ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, 2(1), 23–28. https://doi.org/10.24821/jap.v2i1.6990

Istyarini, A., & Rohmah, N. (2024). Implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Perpustakaan Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur. Abiwara: Jurnal Vokasi Administrasi Bisnis, 6(1), 18–22. https://doi.org/10.31334/abiwara.v6i1.4216

Kowalsky, M., & Woodruff, A. (2017). Creating inclusive library environments: A planning guide for libraries to better serve patrons with disabilities. Library of Congress.

Kranich, N. (2001). Libraries, the Internet, and democracy. In Libraries and democracy: The cornerstones of liberty (pp. 83–95). American Library Association.

Krismayani, I. (2020). Peran perpustakaan sebagai ruang demokratisasi pengetahuan. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 4(3), 365–374.

Mahdi, R. (2020). Perpustakaan umum berbasis inklusi sosial: Apa dan bagaimana penerapannya? (Sebuah kajian literatur). Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 15(2), 201–215. https://doi.org/10.14421/fhrs.2020.152.201-215

Mardiyanto, V. (2023). Pembuatan Model Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Sesuai Profesi Menggunakan Pendekatan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. TIK Ilmeu Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 7(1). https://doi.org/10.29240/tik.v7i1.6714

Okechukwu, E. U., & Ayandokun, A. A. (2022). Social inclusion services in public libraries: A study of Abakaliki Public Library, Ebonyi State. Library Philosophy and Practice.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2023). Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Ramadhan, M., & Anjasmara, A. (2024). Manajemen perpustakaan dalam meningkatkan layanan perpustakaan. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 1(4).

Rony, Z. (2017). Siap Fokus, Siap Menulis Skripsi, Tesis, Disertasi (Jurus Mudah Gunakan Metode Kualitatif Tipe Studi Kasus) (S. Kusumawati (ed.); 1st ed., Issue November 2017). Pusat Studi Sumber Daya Manusia (PSSDM).

Sartika, D., & Merdeka, P. (2023). Implementasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Sutarno NS. (2006). Perpustakaan dan Masyarakat. Sagung Seto.

Utami, D., & Prasetyo, W. D. (2019). Perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk pembangunan sosial-ekonomi masyarakat. Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan, 21(1), 31–38. https://doi.org/10.37014/visipustaka.v21i1.74

Wallerstein, N. (1992). Powerlessness, empowerment, and health: Implications for health promotion programs. American Journal of Health Promotion, 6(3), 197–205. https://doi.org/10.4278/0890-1171-6.3.197

Wrihatnolo, R. R., & Dwidjowijoto, R. N. (2007). Manajemen pemberdayaan: Sebuah pengantar dan panduan untuk pemberdayaan masyarakat. PT Elex Media Komputindo.

Yusuf, M. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan (4th ed.). Kencana.

Zimmerman, M. A., & Rappaport, J. (1988). Citizen participation, perceived control, and psychological empowerment. American Journal of Community Psychology, 16(5), 725–750. https://doi.org/10.1007/BF00930023


Full Text: PDF

DOI: 10.14710/anuva.10.2.438–451