Membedah Struktur Prasasti untuk Memahami Tradisi Literasi: Perbandingan Prasasti Kuna dan Prasasti Baru di Jawa

Siti Maziyah, Sri Indrahti, Alamsyah Alamsyah, Cika Anabel Paskania Putri

Abstract


Prasasti adalah salah satu peninggalan sejarah berupa tulisan yang digoreskan pada benda keras seperti batu, logam, atau kayu. Penulisan prasasti kuna itu memiliki pola struktur yang sama. Berdasarkan isi informasinya terdapat prasasti panjang dan pendek. Berdasarkan bentuk hurufnya, prasasti yang paling awal ditemukan di Indonesia diperkirakan pada abad ke-4 M. Prasasti kuna yang dikaji dalam penelitian ini dibuat sekitar abad ke-5 hingga abad ke-14 di wilayah Jawa. Hingga kini pembuatan prasasti masih dilakukan untuk memperingati sebuah peristiwa penting. Permasalahan yang muncul adalah mengapa terdapat penyusutan volume tulisan pada prasasti masa kini? Untuk menjawab permasalahan tersebut, kita harus memahami pengertian prasasti, jenis prasasti, struktur prasasti, serta memahami perubahan literasi. Data yang digunakan adalah beberapa prasasti kuna terpilih dan beberapa prasasti baru untuk dapat menunjukkan penyusutan volume tulisan itu. Struktur prasasti diketahui terdiri atas empat unsur pokok, yaitu kalimat pembuka, unsur penanggalan, pejabat yang mengeluarkan prasasti, dan kejadian yang diperingati, yang tetap dipertahankan baik pada prasasti kuna maupun prasasti masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusutan volume tulisan pada prasasti masa kini bukan berarti ada penyusutan informasi. Penyusutan volume tulisan terjadi karena tradisi menulis sudah banyak dilakukan tidak hanya berupa prasasti yang menggunakan media keras, akan tetapi sudah terdapat banyak media lain yang dapat digunakan untuk menuliskan informasi. Contohnya kertas dan media online. Kesimpulannya, seiring dengan perkembangan zaman, terdapat perubahan dalam tradisi literasi.


Keywords


prasasti kuna; prasasti baru; struktur; literasi; informasi

References


Boechari. 2013, Melacak Sejarah Kuno Indonesia lewat Prasasti, Jakarta: Kepustakaan populer Gramedia.

Casparis, J.G. de. 1958, “Short Inscriptions from Tjandi Plaosan-Lor”, Berita Dinas Purbakala: Bulletin of the Archaeological Service of the Republic of Indonesia, No. 4, Jakarta: Dinas Purbakala.

Lombard, Denys. 2005, Nusa Jawa: Silang Budaya Kajian Terpadu Bagian III: Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris, Alih Bahasa: Winarsih Patraningrat Arifin, dkk., Cet. 3. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. https://archive.org/details/NJ3KK/page/n5/mode/2up

Maziyah, Siti, 2006. Sejarah Indonesia Abad IV sampai Abad XV, Buku Ajar, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. belum diterbitkan.

Maziyah, Siti. 2010. “Daerah Otonom Pada Masa Kerajaan Mataram Kuna: Tinjauan Berdasar Kedudukan dan Fungsinya”. Paramita. Paramita Vol. 20 No. 2 - Juli 2010, hlm. 117-128. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/paramita/article/ view/1044/954

Micsic, John, 1996, Indonesian Heritage, Volume 1, Jakarta: Archipelago Press.

Nastiti, Titi Surti. 2003. Pasar di Jawa: Pada Masa Matarām Kuna Abad VIII-XI Masehi. Cetakan I. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Poesponegoro, Marwati Djoned & Susanto, Nugroho. 2019, Sejarah Nasional Indonesia II, Cet. 7. Edisi Pemutakhiran, Jakarta: Balai Pustaka. https://archive.org/details/sejarah-nasional-indonesia-jilid-2-zaman-kuno/page/n19/mode/2up

Prakosajaya, Abednego Andhana, dkk., 2021, “Perbandingan Struktur Prasasti Berbahasa Melayu Kuno Kedatuan Sriwijaya dan Kerajaan Mataram Kuno Abad ke-7-8 Masehi”, Siddhayatra Jurnal Arkeologi, Vol. 26, No. 1, hlm. 1-14. DOI: 10.24832/siddhayatra.v26i1.195 https://www.researchgate.net/publication/351984269_PERBANDINGAN_STRUKTUR_PRASASTI_BERBAHASA_MELAYU_KUNO_KEDATUAN_SRIWIJAYA_DAN_KERAJAAN_MATARAM_KUNO_ABAD_KE_7-8_MASEHI

Prasodjo, Tjahjono, 1987, Prasasti Peradilan: Analisis Struktural dan Tinjauan Pelaksanaan Hukum Jawa Kuna, Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Rahardjo, Supratikno. 2008, Peradaban Jawa: Dinamika Pranata Politik, Agama, dan Ekonomi Jawa Kuna, Jakarta: Komunitas Bambu.

Schrieke, B.J.O. . 1975. Sedikit Uraian Tentang Pranata Perdikan. Seri Terjemahan, Jakarta: Bhratara.

Sukendar, Haris, dkk., 1999, Metode Penelitian Arkeologi, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/4736/1/ METODE%20PENELITIAN%20ARKEOLOGI%20%28COVER%20HITAM%29.pdf

Tedjowasono, N. S. 2019. Prasasti Timah di Indonesia: Katalog Prasasti Timah di Sumatra Tahun 2019. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Trigangga, dkk., 2015. Prasasti dan Raja-raja Nusantara. Jakarta: Museum Nasional Indonesia. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/24363/

UGM, Staf Jurusan Arkeologi, t.th., Beberapa Catatan Mengenai Kepurbakalaan Indonesia, t.p.

Wibowo, Dhanu, dkk., 2018, Belajar Bersama Ganesha: Prasasti, Cet. 1, Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/10859/1/Belajar%20Bersama%20Ganesha.pdf

Worsley, dkk.. 2014. Kakawin Sumanasāntaka Mati karena Bunga Sumanasa karya Mpu Monaguna: Kajian Sebuah Puisi Epik Jawa Kuno. Cetakan I. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://archive.org/details/kakawin-sumanasantaka/kakawin-sumanasantaka-250ppi/

Wurjantoro, Edhie. 1986. “Wdihan dalam Masyarakat Jawa Kuna Abad IX-X M (Sebuah telaah Data Prasasti)”. Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke IV . Cipanas.

Wurjantoro, Edhie. 2011. Prasasti Berbahasa Jawa Kuno Abad VIII-X Masehi Bukan Koleksi Museum Nasional Jakarta (alih aksara dan terjemahan). Depok: t.p.

Wurjantoro, Edhie. 2012. Prasasti Berbahasa Jawa Kuno Abad VIII-X Masehi Koleksi Museum Nasional Jakarta (alih aksara dan terjemahan). Depok: t.p.

Zoetmulder, P. J.. 1985. Kalangwan: Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Seri ILDEP di bawah redaksi W. A. L. Stokhof. Penerjemah bahasa Indonesia dari bahasa Inggris: Dick Hartoko SJ.. Cetakan ke-2. Jakarta: Penerbit Djambatan.


Full Text: PDF

DOI: 10.14710/anuva.10.2.390