Menjaga Eksistensi Simbol Budaya Lokal: Proses Pembuatan dan Raga Motif Kerajinan Batik Bayat di Kabupaten Klaten, 2006–2022
Abstract
Penulisan dalam artikel ini berfokus pada kajian proses pembuatan kerajinan batik beserta ragam-ragam motif yang dihasilkan oleh para perajin batik di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten dalam kurun waktu tahun 2006–2022. Permasalahan dalam tulisan ini adalah menurunnya minat generasi muda di wilayah Bayat dalam melestarikan pengetahuan warisan batik tentang tata cara pembuatan beserta motif-motif yang dihasilkan. Hal ini juga disebabkan oleh pengaruh tren globalisasi yang menganggap batik sebagai produk kuno. Oleh karena itu, tujuan utama ditulisnya artikel ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang tata cara proses pembuatan batik Bayat beserta ragam motif yang dihasilkan, sekaligus mengetahui tantangan dan solusi dalam prosesnya. Penulisan dalam artikel ini menggunakan metode sejarah kritis yang mencakup empat langkah, yaitu heuristik atau mencari dan mengumpulkan sumber sejarah, kemudian melakukan kritik intern dan ekstern agar sumber yang sudah diperoleh menjadi kredibel dan otentik. Setelah itu, dilakukan tahap interpretasi yang berupa sintesis terhadap fakta yang ada, dan historiografi berupa penulisan sejarah ke dalam bentuk sejarah kritis. Hasil temuan dalam penelitian artikel ini menunjukkan bahwa batik Bayat merupakan salah satu warisan batik Nusantara yang wajib dilestarikan keberadannya karena menunjukkan simbol kearifan lokal masyarakat beserta budaya yang berkembang. Motif-motif yang dihasilkan seperti Babon Angrem, Pandan Maja Arum dan sebagainya turut menjadi bukti simbol kearifan lokal. Upaya pemberian edukasi dan pelatihan batik Bayat terhadap generasi muda dapat menjadi langkah awal untuk menjaga eksistensi batik Bayat di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi.
Keywords
References
Adam, A., & R. 2022, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan Batik saat Masa Pandemi Covid 19 di Kota Klaten”, Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi (JEBAKU), vol. 2, no. 3, pp. 350-356.
Alian. 2012, Metodologi Sejarah dan Implementasi dalam Penelitian, Universitas Sriwijaya Palembang Press, Palembang.
Cahyani, K. P. 2025, Upaya dan Tantangan Pengembangan Industri Kerajinan Batik Tulis di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Tahun 2006-2022, Progam Studi Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro.
Christianto, W., N. & Rudy W. 2020, “Cerita “Sunan Tembayat” Sebagai Sumber Penggubahan Motif Batik Ciri Khas Desa Jarum di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten”, Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 72-79.
Gottschalk, L. 1983, Mengerti Sejarah terjemahan Nugroho Notosusanto, Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Hakim, L., M. 2018, “Batik Sebagai Warisan Budaya Bangsa dan Nation Brand Indonesia”, Nation State: Journal of International Studies, vol. 1, no. 1, pp. 61-90.
Handayani, W., & Arianti, I, H., dkk. 2017, “Penetapan Skala Industri Batik Rumahan Menurut Kriteria Lokal: Studi di Desa Jarum, Kabupaten Klaten”, Manajemen IKM, vol. 12, no. 1, pp. 25-34.
Iryanti, P. 2019, “Sebaran Lokasi dan Hambatan Industri Kecil di Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten”, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.
Ismadi. 2008, Batik Bayat Klaten Tinjauan Sejarah, Bentuk, dan Gaya, Pendidikan Seni Rupa FBS Universitas Negeri Yogyakarta Press, Yogyakarta.
Kartodirdjo, S. 1993, Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah, Gramedia, Jakarta.
Kasnowihardjo, G. 2021, “Batik Bayat, Sejarah, Dinamika, dan Upaya Pengembangannya”, Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi, Yogyakarta, pp 1-15.
Koentjaraningrat. 1984, Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan, Gramedia, Jakarta.
Maziyah, S., Mahirta, & Atmosudiro, S. 2016, “Makna Simbolis Batik pada Masyarakat Jawa Kuno”, Paramita: Historical Studies Journal, vol. 26, no. 1, pp. 23-32.
Mulyana, A. 2014, Sejarah Batik Jawa Tengah, Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Semarang.
Norzistya, A., D. & Nugroho, P. 2016, “Keterkaitan Aktivitas Industri di Klaster Industri Batik Bayat Kabupaten Klaten”, Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), vol. 5, no. 1, pp. 10-20.
Nugroho, P., dkk. 2018, “Kebijakan Pengembangan Industri Batik di Kabupaten Klaten, Quo Vadis?”, Jurnal Tataloka, vol. 20, no. 2, pp. 160-180.
Pemerintah Kabupaten Klaten, Keputusan Bupati Klaten Nomor 518.3/866 Tahun 2019 Tentang Sindu Melati Sebagai Batik Khas Kabupaten Klaten.
Prasetya, E., E. 2025, “Tak Sebatas Sentra Batik Tulis”, dalam https://www.kompas.id/ dikunjungi pada 2 Januari 2025).
Prastika, A. & Sarwono. 2022, “Kajian Batik Tradisi Bayat Klaten dengan Pendekatan Estetika”, Texture, Art, & Culture Journal, vol. 5, no. 1, pp. 62-70.
Putri, N., A. & Sabardila, A. 2023, “Pelestarian Batik Bayat Sebagai Upaya Menumbuhkan Kecintaan Budaya di Masyarakat Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten”, Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, vol. 8, no. 2, pp. 976-990.
Raharjo, E, T., & Sudarminto, S., dkk. 2016, Babad Sunan Pandanaran (Sunan Bayat): Susuhunan ing Tembayat, Penerbit Cempaka Mandiri Offset, Semarang.
Rahayu, D. 2019, “Kreativitas Batik Natural Sarwidi Desa Jarum Bayat Klaten: Studi Biografi Sarwidi”, Program Studi Kriya Seni, Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Rahmad & M., S., Hidayat. 2022, Kebijakan Pengembangan Industri Kerajinan Kreatif Prioritas, Universitas Jambi Press, Jambi.
Ridanasti, E., & Tuasikal M., A. 2022, “Pendampingan Regenerasi Pengrajin Batik di Desa Kebon Bayat Kabupaten Klaten”, Jurnal Adarma, vol. 2 no. 2, pp. 25-29.
Riyanto, D. 1997, Proses Batik: Batik Tulis, Batik Cap, Batik Printing, CV. Aneka, Solo.
Rokhmania, Nur’aini, & Soni H., dkk. 2023, “Digital Marketing Bagi UMKM: Studi Kasus Batik Era Krisna”, Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat, vol. 3 no. 1, pp. 25-39.
Saraswati, R. 2017, Usulan Perbaikan Aktivitas Industri Batik Tulis Bayat Klaten dengan Pendekatan Rantai Nilai, Progam Studi Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Sari, D., A. 2015, “Peranan Perajin dalam Melestarikan Batik Bayat di Desa Jarum, Kabupaten Klaten”, Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Konsentrasi Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
Siregar, A. P., dkk. 2020, “Upaya Pengembangan Industri Batik di Indonesia”, Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah, vol. 37, no. 1, pp. 79-92.
Suhenda, D., D. 2018, Sejarah Batik Indonesia, PT. Sarana Pancakarya Nusa, Bandung.
Supriyono, P. 2016, The Heritage of Batik: Identitas Pemersatu Kebanggaan Bangsa, Penerbit ANDI, Yogyakarta.
UNESCO, 2009, “2 Oktober 2009, UNESCO Akui Batik sebagai Warisan Indonesia”, (https://nasional.kompas.com/read., dikunjungi pada 4 Mei 2024.
Wahyono, B., S. dkk. 2004, Gaya Ragam Hias Batik (Tinjauan Makna dan Simbol), Museum Ronggowarsito, Semarang.
Wardoyo, S., & Wulandari, T. 2021, “Kreativitas Seni Batik di Desa Wisata Jarum Kecamatan Bayat, Klaten Jawa Tengah pada Masa Pandemi Covid-19”, Corak: Jurnal Seni Kriya, vol. 10, no. 1, pp. 81-90.
Wawancara dengan Dalmini pada 9 Agustus 2024. Ia adalah pembatik dan ketua KUB Kebon Indah.
Wawancara dengan Suratmi pada 25 Juli 2024. Ia adalah ketua dan Pemilik “Batik Putri Kawung”.
Wawancara dengan Suyanto pada 25 Juli 2024. Ia adalah Carik Desa Jarum, Pemilik “Adhimas Batik” dan Penggagas Paguyuban “Batik Bayat Sukses”.
DOI: 10.14710/anuva.10.2.377