Pengalaman Literasi Informasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro dalam Menghadapi Hoax
Abstract
Penelitian ini membahas pengalaman literasi informasi mahasiswa S-1 Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro saat menghadapi hoax, dilihat melalui perspektif relasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman literasi informasi mahasiswa terhadap hoax yang ditemukan pada saat memenuhi kebutuhan informasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian diambil melalui wawancara semi terstruktur pada 8 informan. Rekrutmen informan dilakukan dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Kemudian data yang telah terkumpul dari hasil wawancara dengan informan diolah dengan metode analisis tematik. Hasil penelitian ini menghasilkan 1 tema, yaitu menunjukkan hoax yang diperoleh, kemampuan mahasiswa dalam memverifikasi hoax, serta menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan sikap bijaksana saat memperoleh hoax. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mahasiswa S-1 Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro mampu menerapkan literasi informasi dalam situasi baru dengan efektif terutama pada saat memperoleh hoax. Kemampuan tersebut diperoleh melalui pengajaran literasi informasi yang mereka dapatkan pada mata kuliah Literasi informasi. Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa mahasiswa mengidentifikasi hoax melalui beberapa langkah verifikasi, yaitu membaca keseluruhan isi informasi, melakukan cross check dengan sumber lain, memeriksa kolom komentar, serta berdiskusi dengan teman. Ketika hoax telah dipastikan kebenarannya, mahasiswa merespons dengan berbagai cara, mulai dari mengabaikan hoax hingga membantu menghentikan penyebarannya. Temuan ini dianalisis menggunakan teori Seven Faces of Information Literacy dari Bruce (1997).
Keywords
References
Abubakar, R. (2021). Pengantar metodologi penelitian. SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga.
Allcott, H., & Gentzkow, M. (2017). Social media and fake news in the 2016 election. Journal of Economic Perspectives, 31(2), 211–236.
American Library Association. (2018). Information Literacy. https://literacy.ala.org./information-literacy/
Anwar, S. (2021). The Need for Improvement of Digital Literacy to Fighting Against Fake News in Indonesia. Webology, 18(Special Issue), 630–645. https://doi.org/10.14704/WEB/V18SI05/WEB18251
Bruce, C. (1997). The seven faces of information literacy. Auslib Press Adelaide.
chillmarket_. (2025). Twitter. https://x.com/chillmarket_/status/1920676687617945870?s=19
Coonan, E., Geekie, J., Goldstein, S., Jeskins, L., Jones, R., Macrae-Gibson, R., Secker, J., & Walton, G. (2018). CILIP definition of information literacy 2018. CILIP Information Literacy Group, 1–8. https://www.cilip.org.uk/news/news.asp?id=421972&hhSearchTerms=%22literacy+and+information%22
Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif & desain riset. Yogyakarta: pustaka pelajar.
Creswell, J. W. (2017). Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: pustaka pelajar.
Dawson, C. (2020). A – Z of Digital Research Methods. Routledge.
Dulkiah, M., & Setia, P. (2020). Pola Penyebaran Hoaks pada Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam di Bandung Jawa Barat. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 6(2), 245–259.
Durodolu, O. O., & Ibenne, S. K. (2020). The fake news infodemic vs information literacy. Library Hi Tech News, 37(7), 13–14. https://doi.org/10.1108/LHTN-03-2020-0020
Fitri, R. N., & Prasetyawan, Y. Y. (2020). Literasi informasi generasi x, y, dan z dalam penyusunan karya tulis ilmiah Universitas Diponegoro. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 8(1), 21–34.
Garuda, L. U. (2023). Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=0c0FwId0n4s
Google. (2023). Google Feedback. https://www.google.com/tools/feedback/intl/id/
Heriyanto, H. (2018). Thematic Analysis sebagai Metode Menganalisa Data untuk Penelitian Kualitatif. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, Dan Informasi, 2(3), 317–324.
Igbinovia, M. O., Okuonghae, O., & Adebayo, J. O. (2020). Information literacy competence in curtailing fake news about the COVID-19 pandemic among undergraduates in Nigeria. Reference Services Review.
Jones-Jang, S. M., Mortensen, T., & Liu, J. (2021). Does media literacy help identification of fake news? Information literacy helps, but other literacies don’t. American Behavioral Scientist, 65(2), 371–388.
Juditha, C. (2018). Interaksi komunikasi hoax di media sosial serta antisipasinya. Jurnal Pekommas, 3(1), 31–44.
Klein, D. O., & Wueller, J. R. (2018). Fake news: A legal perspective. Australasian Policing, 10(2).
Leeder, C. (2019). How college students evaluate and share “fake news” stories. Library & Information Science Research, 41(3), 100967.
Nurrahmi, F., & Syam, H. M. (2020). Perilaku Informasi Mahasiswa dan Hoaks di Media Sosial. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 129–146.
Pariser, E. (2011). The filter bubble: How the new personalized web is changing what we read and how we think. Penguin.
Priatna, Y. (2018). Hoax: An Information Society Challenge. Record and Library Journal, 4(2), 92–98.
Putri, S. C., & Irhandayaningsih, A. (2021). Literasi Informasi Generasi Millennial dalam Bermedia Sosial untuk Mengatasi Penyebaran Berita Hoax Terkait Covid-19 di Kabupaten Pati. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, Dan Informasi, 5(3), 491–504.
Rachman, M. A. (2019). Assessing library science programme students’ method in countering hoax on social media. Library Philosophy and Practice, 2019, 2888.
Rachmawati, T. S., & Agustine, M. (2021). Keterampilan Literasi Informasi Sebagai Upaya Pencegahan Hoaks Mengenai Informasi Kesehatan di Media Sosial. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 9(1), 99–114. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24198/jkip.v9i1.28650
Rahadi, D. R. (2017). Perilaku pengguna dan informasi hoax di media sosial. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 5(1), 58–70.
Rodliyah, U. (2024). Strategi Peningkatan Kemampuan Literasi Informasi Generasi Z. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi Dan Kearsipan, 10(1), 77–90.
Sahilanada, Z. N., & Jumino, J. (2021). Kemampuan Literasi Digital Anggota Pers Mahasiswa Hayamwuruk Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam Merespon Hoax. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, Dan Informasi, 5(1), 89–99.
Septiana, M., Fitriyah, Q., & W, M. P. E. (2021). Buku Saku Literasi Informasi. In PT. Alamanda Reka Cipta.
Silverman, C. (2015). Lies, damn lies and viral content.
Simarmata, J., Iqbal, M., Hasibuan, M. S., Limbong, T., & Albra, W. (2019). Hoaks dan media sosial: saring sebelum sharing. Yayasan Kita Menulis.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Bandung: Alfabeta.
Suwanto, S. A. (2015). Analisis Literasi Informasi Pemakai Taman Bacaan Masyarakat. Jurnal Kajian Informasi Dan Perpustakaan, 3(1), 89. https://doi.org/10.24198/jkip.v3i1.9492
Syukur, A., Fadilla, A., Kifli, H. N., Selti, I. T. A., Mubaraq, M. D. A. N., & Hidayati, N. (2025). Peran Literasi Media Dalam Memerangi Berita Hoax pada Media Sosial. Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(1), 823–836.
Wulandari, V., Rullyana, G., & Ardiansah. (2021). Pengaruh algoritma filter bubble dan echo chamber terhadap perilaku penggunaan internet. Berkala Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 17(1).
Yates, C., & Partridge, H. (2014). Exploring information literacy during a natural disaster: the 2011 Brisbane flood. In Information experience: Approaches to theory and practice. Emerald Group Publishing Limited.
Zulyadaini, R. A., & Yulianita, N. (2018). Opini Mahasiswa tentang Berita Hoax (Studi Deskriptif mengenai Opini Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung tentang Berita Hoax di Instagram). Prosiding Hubungan Masyarakat, 776–783.
DOI: 10.14710/anuva.10.1.210