Persepsi Pemustaka terhadap Sikap Asertif Pustakawan di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Abstract
Penelitian ini membahas tentang persepsi pemustaka terhadap sikap asertif pustakawan di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan atau persepsi pemustaka terhadap sikap asertif pustakawan di perpustakaan. Perilaku asertif merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang pustakawan dalam menjalin hubungan interpersonal saat melakukan pelayanan kepada pemustaka. Sikap asertif merupakan cara komunikasi yang terkait dengan perasaan, pikiran secara langsung, jujur dan terbuka tanpa menghakimi orang. Sikap asertif pustakawan dapat dilihat secara verbal maupun non-verbal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner dengan populasi sebanyak 13.830 dan sampel sebanyak 99 responden. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang yang minimal 2 kali dalam sebulan untuk berkunjung ke perpustakaan. Metode yang digunakan adalah purposive sampling, teknik ini dipilih karena anggota sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Temuan dari penelitan menunjukkan bahwa persepsi pemustaka terhadap sikap asertif pustakawan terbilang sangat baik dengan perolehan nilai rata – rata (4,35). Pada indikator verbal Loudness mendapatkan nilai rata – rata tertinggi (4,40), menunjukan bahwa pustakawan berbicara dengan suara yang jelas, nada dan intonasi yang pas, dan mudah didengar oleh pemustaka.
Keywords
References
Abdullah. (2015). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Alberti, R., & Emmons, M. (2001). Your Perfect Right Hidup Lebih Bahagia dengan Mengungkapkan Hak. Jakarta: PT Gramedia.
Arifin, H. S., Fuady, I., & Kuswarno, E. (2005). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Mahasiswa Untirta Terhadap Keberadaan Perda Syariah di Kota Serang.
Arin Luthfiyah, & Anis Masruri. (2023). Kepribadian Pustakawan Yang Humanis Dalam Meningkatkan Layanan Perpustakaan (Aktualisasi Diri) Di Perpustakaan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Soshumdik.
Benawi, I. (2013). Peningkatan Kualitas Perpustakaan Perguruan. Jurnal Iqra’ Volume 07 No.01.
Caputo, Janette S. (1984). The Assertive Librarian, Canada: Oryx Press
Fatmawati, E. (2008). Pentingnya Pustakawan Melakukan Komunikasi Asertif Terhadap Pengguna Perpustakaan. Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Buletin Universitas Airlangga, 56-57.
Hariyadi, U. (2006). Effective Communication for Assertive Librarian. Pelatihan Pustakawan Universitas Indonesia.
Kotler, & Keller. (2012). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Lucyda, I., & Adawiyah, W. (2017). Manajemen Perpustakaan Digital Perguruan Tinggi Islam: Studi Sistem Manajemen Perpustakaan Digital Universitas Islam Bandung. Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam VII (I).
Martin, R., & Poland, E. (1980). Learning to change: a self-management approach to adjustment. USA: McGraw-Hill College.
Muniarti, P. K., Purnamasari, V. St., Ratnaningsih, S. D., Advensia, A. C., Sihombing, R. P., & Warastuti, Y. (2013). Alat-alat pengujian hipotesis.
Semarang: Penerbitan Unika Soegijapranata Semarang.
Naibaho, Kalarensi (2011). Pustakawan Asertif: Idaman Masyarakat. Agustus 20, 2018.
Pendit, Putu Luxman. (1992). Makna Informasi: Lanjutan Dari Sebuah Perdebatan Dalam Kepustakawanan Indonesia: Potensi dan Tantangan. Jakarta: Kesainc Blanc Sugiyono. (2018). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sumardji. (1992). Pelayanan Referensi di Perpustakaan. Yogyakarta: Kanisius.
Suwarno, W. (2009). Psikologi perpustakaan. Jakarta: Sagung Seto
DOI: 10.14710/anuva.10.1.163