Preservasi Naskah Kuno Babad Banten di Museum Sri Baduga
Abstract
Naskah kuno Babad Banten berumur lebih dari seratus tahun sehingga bentuk fisiknya mulai mengalami kerusakan. Salah satu cara untuk mencegah kerusakan yang lebih parah yaitu melalui kegiatan preservasi. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kegiatan preservasi naskah kuno Babad Banten di Museum Sri Baduga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservasi preventif yang dilakukan pihak museum meliputi pembuatan kebijakan terkait penyimpanan dan perawatan naskah, penentuan anggaran preservasi, penyediaan alat keamanan, serta mengikutsertakan staf pada workshop dan seminar. Konservasi pasif meliputi pengaturan suhu dan kelembapan relatif, pemeliharaan kebersihan, pengaturan cahaya ruangan penyimpanan, dan survei kondisi fisik naskah. Konservasi aktif meliputi pembersihan naskah dan penyimpanan naskah dalam boks khusus dan kertas bebas asam. Kendala preservasi yang dihadapi pihak museum yaitu keterbatasan anggaran, sarana prasarana untuk perbaikan, serta kurangnya jumlah dan kompetensi sumber daya manusia. Kondisi fisik naskah Babad Banten yang rusak dapat diatasi dengan melakukan laminasi dan penjilidan ulang. Pihak museum harus lebih cekatan dalam berkomunikasi dengan mitra kerja sama agar tindakan restorasi pada naskah Babad Banten dapat segera dilaksanakan. Pemerintah provinsi perlu mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana prasarana preservasi yang memadai dan pengembangan sumber daya manusia, agar kegiatan preservasi di Museum Sri Baduga dapat terlaksana lebih optimal.
Keywords
References
Agusti, F. R. dan Wasisto, J. (2017) “Preservasi Manuskrip di Upt Museum Sonobudoyo Sebagai Usaha Menjaga Eksistensi Budaya di Yogyakarta,” Jurnal Ilmu Perpustakaan, 6(4), hal. 251–260.
Bahar, H. dan Mathar, T. (2015) “Upaya Pelestarian Naskah Kuno di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan,” Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan, 3(1), hal. 89–100. doi: 10.24252/kah.v3i1a8.
Falahudin, I. (2018) “Identifikasi Serangga dan Faktor Abiotik Perusak Naskah Kuno Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Palembang,” Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam, 18(1), hal. 44–63.
Fikri, O. M. dan Sarah, M. S. (2022) “Kegiatan preservasi di Pustakalana Children’s Library,” Informatio: Journal of Library and Information Science, 2(1), hal. 1–18. doi: 10.24198/inf.v2i1.36060.
Gusmanda, R. dan Nelisa, M. (2013) “Pelestarian naskah-naskah kuno di Museum Nagari Adityawarman Sumatera Barat,” Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, 2(1), hal. 573–581.
Hidayanti, A. (2021) Pelestarian Naskah Kuno Menggunakan Teknik Urauchi (Studi Kasus di Museum Aceh). Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Khadijah, U. L. S. et al. (2021) “Kegiatan preservasi naskah kuno Syekh Abdul Manan di Museum Bandar Cimanuk Indramayu,” Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 9(1), hal. 115–128.
Mustika, M., Syahrun, S. dan Supriatna, A. (2021) “Analisis Faktor Penyebab Kerusakan Naskah Kuno Koleksi Abdul Mulku Zahari Di Kelurahan Baadia Kecamatan Murhum Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara,” Sangia Journal of Archaeology Research, 4(2), hal. 50–65. doi: 10.33772/sangia.v4i2.1084.
Primadesi, Y. (2010) “Peran Masyarakat Lokal dalam Usaha Pelestarian Naskah-Naskah Kuno Paseban,” Jurnal Bahasa dan Seni, 11(2), hal. 120–127. doi: 10.24036/komposisi.v11i2.88.
Rachman, Y. B. (2017) Preservasi dan konservasi bahan pustaka. 1 ed. Depok: Rajawali Pers.
Rahmawati, L. dan Wahdah, S. (2019) PRESERVASI NASKAH KUNO (MANUSKRIP) KALIMANTAN SELATAN (Studi Kasus pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi dan Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan), Blogspot.Com. Antasari Press. Tersedia pada: https://nisratulapriyani45.blogspot.com/2019/10/naskah-kuno-dengan-keindahan-isi-dan.html.
Republik Indonesia (2007) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.
Siti Khadijah, U. L. et al. (2021) “Kegiatan preservasi naskah kuno Syekh Abdul Manan di Museum Bandar Cimanuk Indramayu,” Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 9(1), hal. 115–128. doi: 10.24198/jkip.v9i1.30648.
Sugiyono (2013) Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Teygeler, R. (2001) Preservation of Archives in Tropical Climates. An annotated bibliography. Jakarta: National Archives of the Republic of Indonesia.
Winoto, Y. (2018) “Membangun Kesadaran Masyarakat Sumedang Dalam Melestarikan Warisan Budaya (Sebuah kajian fenomenologis tentang pengalaman pustakawan Perpustakaan Yayasan Pangerang Sumedang dalam melakukan kegiatan pelestarian buku ‘Babad Sumedang’),” Libraria, 6(1), hal. 83–110.
Wiranda, M. A., Agustini, N. dan Anwar, R. K. (2022) “Strategi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (Studi Kasus di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Siak),” 14(2), hal. 98–121.
DOI: 10.14710/anuva.10.1.91