Persepsi Remaja Perumahan Saninten Kota Semarang terhadap Fenomena Cyberbullying di WhatsApp berdasarkan Kemampuan Literasi Medianya
Abstract
Penelitian ini membahas persepsi remaja Perumahan Saninten Kota Semarang terhadap fenomena cyberbullying di WhatsApp berdasarkan kemampuan literasi medianya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja Perumahan Saninten Kota Semarang terhadap cyberbullying di WhatsApp berdasarkan kemampuan literasi medianya. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi diimplementasikan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan direkrut dengan cara nonprobability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa kalangan remaja memiliki kesadaran terkait elemen-elemen dasar literasi media. WhatsApp sering digunakan kalangan remaja tersebut untuk keperluan komunikasi, berbagi berkas, dan menuangkan pikiran melalui fitur WhatsApp story. Masing-masing remaja memiliki pengalaman dan peran yang berbeda ketika terjadi cyberbullying di WhatsApp, yakni sebagai korban, saksi, atau pelaku. Pengalaman cyberbullying remaja diakibatkan faktor kebiasaan mengomentari kehidupan remaja lain, aktivitas bercanda, serta pengaruh provokasi remaja lain. Cyberbullying juga disebabkan oleh kurang baiknya implementasi budaya saring sebelum sharing. Dampak cyberbullying bagi pelaku yaitu terkadang memunculkan perasaan bersalah. Dampak bagi korban bersifat situasional, yakni ketika cyberbullying terjadi di saat suasana hati korban normal dan di waktu yang tepat, tidak berdampak buruk bagi korban. Cyberbullying yang terjadi pada saat suasana hati korban sedang buruk dan di waktu yang tidak tepat dapat membuat korban merasa kesal, stress, dan minder.
Keywords
literasi Media; cyberbullying; whatsApp; remaja perumahan Saninten Kota Semarang
DOI: 10.14710/anuva.10.1.193