Perilaku Informasi Generasi Milenial Kota Semarang di Media Sosial Saat Menghadapi Era Post-Truth

Catur Ari Ani, Rukiyah Rukiyah

Abstract


Adanya internet mengubah sumber media informasi masyarakat ke media sosial dan landasan dalam mempercayai informasi juga ikut berubah, berdasarkan keyakinan, emosi dan kepercayaan diri dibandingkan fakta dan data, terbukti dengan banyaknya informasi hoax di media sosial. Penelitian ini membahas tentang bagaimana perilaku informasi generasi milenial dalam mencari, menemukan, mengelola dan menggunaan informasi di media sosial untuk memenuhi kebutuhan informasinya di era post-truth. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria generasi milenial kelahiran 1981-1996, aktif memenuhi kebutuhan informasinya dan pernah bersinggungan dengan hoax di media sosial, serta tinggal di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan perilaku informasi yang dilakukan generasi milenial Kota Semarang di media sosial yang pertama informan mampu mengetahui kebutuhan informasi yang dibutuhkan, yaitu terkait kebutuhan kognitif dan kebutuhan berkhayal yang dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan lingkungan; kedua, generasi milenial menggunakan keempat jenis perilaku pencarian informasi di media sosial, yaitu perhatian pasif, pencarian pasif, pencarian aktif, dan pencarian berlanjut; ketiga, generasi milenial mengevaluasi informasi yang dijumpai di media sosial, yaitu dengan perilaku membacanya, mengecek kebenaran fakta dan data untuk mempercayai informasi; keempat, pengolahan atau penggunaan informasi, informasi yang diperoleh tidak selalu sampai ke tahap penggunaan.


Keywords


perilaku informasi; perilaku pencarian informasi; generasi milenial; media sosial; post-truth

Full Text: PDF

DOI: 10.14710/anuva.7.1.1-20