PENGARUH KEPERCAYAAN ANGGOTA TERHADAP KOHESIVITAS KELOMPOK TANI SUMBER REJEKI KELURAHAN PURWOSARI, KECAMATAN MIJEN, KOTA SEMARANG

*Fadila Nur Anisa  -  Diponegoro University, Indonesia
Siwi Gayatri  -  Diponegoro University, Indonesia
Tutik Dalmiyatun  -  Diponegoro University, Indonesia
Received: 4 Nov 2019; Published: 28 May 2020.
Open Access Copyright 2020 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan kebijakan Pertanian
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Anggota dalam suatu kelompok akan mau berperan aktif dan ikut serta dalam kegiatan kelompok apabila terdapat kepercayaan antara anggota terhadap kelompok. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menganalisis tingkat kepercayaan anggota kelompok tani Sumber Rejeki. 2) Menganalisis tingkat kohesivitas kelompok tani Sumber Rejeki. 3) Menganalisis pengaruh kepercayaan anggota terhadap kohesivitas kelompok tani Sumber Rejeki. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survai dengan melakukan wawancara langsung kepada responden menggunakan kuesioner. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Juli sampai dengan tanggal 15 Agustus 2019 berlokasi di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Teknik pengambilan responden dengan memilih seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Kelompok tani Sumber Rejeki memiliki anggota sebanyak 37 anggota. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan variabel X merupakan kepercayaan anggota dan variabel Y merupakan kohesivitas kelompok. Kepercayaan anggota terdiri dari tiga indikator antara lain kepercayaan antar anggota, kepercayaan terhadap kelompok, dan kepercayaan terhadap pihak eksternal. Sedangkan kohesivitas kelompok terdiri dari dua indikator antara lain motivasi tetap bergabung dengan kelompok dan kerjasama dalam kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan anggota kelompok tani Sumber Rejeki dapat dikatakan termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat kohesivitas kelompok tani Sumber Rejeki dapat dikatakan termasuk dalam kategori tinggi. Terdapat pengaruh antara tingkat kepercayaan anggota terhadap tingkat kohesivitas kelompok tani Sumber Rejeki. Semakin tinggi kepercayaan anggota maka semakin tinggi pula tingkat kohesivitas kelompok tani Sumber Rejeki.

 

Keywords: Kelompok Tani, Kepercayaan Anggota, Kohesivitas Kelompok

Article Metrics:

  1. Andini, F. 2013. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kohesivitas guru di Kota Yogyakarta. J. Pendidikan 2(4) : 1-11.
  2. Badan Pusat Statistik. 2018. Kota Semarang Dalam Angka Semarang Munipacility in Figures 2018. BPS Semarang, Semarang.
  3. Cahyono, B. dan A. Adhiatma. 2012. Peran modal sosial dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat petani tembakau di Kabupaten Wonosobo. Prosiding Seminar Bisnis, Akuntansi dan Manajemen 1(1) : 131 – 144.
  4. Damsar. 2011. Pengantar Sosiologi Ekonomi Edisi Revisi. Kencana, Jakarta.
  5. Departemen Pertanian. 2008. Pedoman Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok tani dan Gabungan Kelompoktani. Deptan, Jakarta.
  6. Fanbellisa, S., S. Satmoko dan T. Dalmiyatun. 2017. Pengaruh modal sosial terhadap keberlanjutan Gapoktan Sumber Mulyo di Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Prosiding seminar nasional “penyiapan generasi muda pertanian pedesaan menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia” STTP Malang 10-11 April 2017.
  7. Forsyth, D.R. 2006. Group Dimanics. Chengage Learning, United States.
  8. Fukuyama, F. 2007. Trust Kebijakan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran. CV Qalam, Yogyakarta.
  9. Halik, H. A. dan Rosnina. 2018. Analisis tingkat kepercayaan petani terhadap program Sekolah Lapang-Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi di Kota Palopo Sulawesi Selatan. J. Galung Tropika 7 (1) : 69 – 74.
  10. Lawang dan M. Z. Robert. 2004. Kapita Sosial Dalam Perspektif Sosiologi : Suatu Pengantar. FISIP UI Press, Depok.
  11. Mamahit, y, W. M. Wangke dan N. M. Benu. 2016. Kajian modal sosial pada kelompok tani di Desa Tumani, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan. J. Agri-SosioEkonomi Unsrat 12(2) : 125-136.
  12. Pemerintah Indonesia. 2019. Peraturan Mentri Pertanian Republik Indonesia Nomor 04 tahun 2019 tentang pedoman gerakan pembangunan sumber daya manusia pertanian menuju lumbung padi pangan dunia 2045. Sekretariat Negara, Jakarta.
  13. Pemerintah Indonesia. 2013. Undang-Undang Nomor 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Sekretariat Negara, Jakarta.
  14. Prasetyono, D.W., S.R.W. Astuti, Supriyanto dan R. Syahrial. 2017. Pemberdayaan petani berbasis modal sosial dan kelembagaan. Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship 2(3) : 231-238.
  15. Priyono dan Utami. 2012. Penguatan modal sosial dalam upaya meningkatkan pendapatan peternak sapi potong di Kabupaten Banjarnegara. J. Surya Agritama 1(1) : 1-10.
  16. Putri, M. dan Mirza. 2018. Kohesivitas kelompok dan kualitas kehidupan kerja pada karyawan. J. Psikologi Unsyiah 1(1) : 1-17.
  17. Qomaria, N., M.A. Musadieq dan H. Susilo. 2015. Peranan kohesivitas kelompok untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif (studi pada PT. Panca Mitra Multi Pradana Situbondo. J. Administrasi Bisnis 29(1): 77 – 85.
  18. Rahmadi, P.Z. dan B. Santoso. 2016. Modal sosial petani sawah berlahan sempit dalam pemenuhan nafkah rumah tangga. J. Analisa Sosiologi 5(1): 62-73.
  19. Robbins, S. P. dan T.A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi. Salemba Empat, Jakarta.
  20. Setiyanti, S.W. 2012. Membangun kerjasama tim (kelompok). J. STIE Semarang 4(3) : 59-65.
  21. Sjafari, A., Listyaningsih dan O. Oktaviana. 2016. Penguatan kohesi sosial pada sentra agribisnis kampung ternak domba terpadu Juhud Pandeglang. J. Scientium 3(5) : 1 – 11.
  22. Susanti, D., N.H. Listiyana dan T. Widayat. 2016. Pengaruh umur petani, tingkat pendidikan petani dan luas lahan terhadap hasil produksi tanaman sembung. J. Tanaman Obat Indonesia 9(2) : 75-82.
  23. Thomas, S. 2008. Dinamika Kelompok. Universitas Terbuka, Jakarta.
  24. Wiryanto, 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi, PT. Gramedia, Jakarta.