ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN BUAH CEPOKO DI KECAMATAN GUNUNG PATI KOTA SEMARANG

Received: 9 Jul 2019; Published: 30 Nov 2019.
Open Access Copyright 2019 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 36

Abstract

Agrowisata memiliki tujuan yaitu untuk memberikan ilmu pengetahuan, edukasi, pengalaman rekreasi  dan mengenal hubungan usaha dibidang pertanian. Kebun Buah Cepoko merupakan salah satu Kebun Satuan Kerja milik UPTD. Kebun Dinas Pertanian yang sangat potensial untuk dijadikan Agrowisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pengunjung terhadap perkembangan Agrowisata Kebun Buah Cepoko, menganalisis Faktor Internal dan Eksternal yang mempengaruhi pengembangan Agrowisata Kebun Buah Cepoko dan menetapkan strategi dalam pengembangan Agrowisata Kebun Buah Cepoko. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kebun Dinas, Kebun Buah Cepoko,Kecamatan Gunung Pati. Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan yaitu Analisis CSI, Analisis Matriks Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal danAnalisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan indeks kepuasan pengunjung Agrowisata Kebun Buah Cepoko, diketahui nilai CSI adalah 77,81 persen sehingga dapat dikatakan bahwa secara keseluruhan pengunjung Agrowisata Kebun Buah Cepoko puas terhadap atribut Kebun Buah Cepoko.Posisi Agrowisata Kebun Buah Cepoko berdasarkan kondisi internal dan eksternal berada pada kuadran I yang menunjukkan bahwa Agrowisata Kebun Buah Cepoko berada pada situasi yang sangat menguntungkan karena memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan cara menerapkan strategi pertumbuhan agresif.

Keywords
Agrowisata, Kebun Buah, Cepoko, CSI, SWOT

Article Metrics:

  1. Anggraini, L. D., P. Doeranto dan D. M. Ikasari. 2015. Analisis persepsi konsumen menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfication Index (CSI). J. Industri,4(2): 74-81.
  2. Budiarti,T., Suwarto., I. Muflikhati. 2013. Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat pada Usahatani Terpadu guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Keberlanjutan Sistem Pertanian. JIPI 18(3): 200-2017
  3. Palit,I.G., C. Talumingan, dan G.A.J. Rumagit. 2017. Strategi Pengembangan Kawasan Agrowisata Rurukan. Agri-Sosio Ekonomi Unsrat. 13 (2A) : 21 – 34
  4. Putra, S.A. I. G.Ngurah, dan I.Wayan. 2015. Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Analisis SWOT di Unit Wisata Agro Mandiri. Fakultas Pertanian Unud
  5. Puspitasari,L dan R. Dwiastuti.2018. Analisis Kelayakan Finansial Kebun Wisata Strawberry (Kasus di Kebun Wisata Strawberry Highland). JEPA 2 (3): 187 – 193
  6. Rangkuti, F. 2006. Analisis SWOT Tehnik – Membedah Kasus Bisnis – Reorientasi Konsep Perencanaan Strategis untuk menghadapi Abad 21. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
  7. Rinawati.R. 2014. Strategi pengembangan Agrowisata Perkebunan Gunung Mas PTPN VIII ( Studi Kasus Di Unit Usaha Perkebunan Gunung Mas PTPN VIII, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat). Agric.Sci.J. 1 (4) : 18-27
  8. Saraswati, I. A. S, Vipriyanti, N.U, dan C. Kardi. 2017. Strategi Pengembangan Agrowisata Strawberry Stop Berbasis Kepuasan Pengunjung. Agrimeta 7 (13)
  9. Sunanto dan H. Juddawi.2011. Analisis Kelayakan Usaha dan Pemasaran Hasil Durian (Durio Zibethinus Murray) di Kabupaten Palopo Sulawesi Selatan. Sepa 8 (1): 1 – 8
  10. Syukri, S. H. A. 2014. Penerapan Customer Satisfication Index (CSI) dan analisis GAP pada kualitas pelayanan Trans Jogja. J. Ilmiah Teknik Industri, 13(2): 103 – 111.
  11. Trimo, L. G.W.Mukti dan H. Fauziana. 2018. Kajian Strategi Pengembangan Agrowisata Kopi Luwak (Studi Kasus Kopi Luwak Manglayang Kampung Pondok Buahbatu Cikawari Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Agricore 3 (2) : 525-536.
  12. Wicaksana, B. E., A. W. Muhaimin dan D. Koestiono. 2013. Analisis sikap dan kepuasan petani dalam menggunakan benih kentang bersertifikat (Solanum tuberosum L.) (kasus di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu). J. HABITAT,24(3): 184 – 193.