ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PRODUKSI USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES

*Hera Susanti -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Kustopo Budiraharjo -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Migie Handayani -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 19 May 2018.
Open Access Copyright 2018 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 1211 724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi (luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk organik, pupuk NPK, dan pestisida) terhadap jumlah produksi usahatani bawang merah, di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei di lokasi Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Metode penentuan lokasi desa ditentukan melalui proses bergulir dari Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, yaitu berturut-turut Desa Wanasari, Desa Siasem, Desa Sisalam, Desa Kupu, dan Desa Sidamulya. Metode pengambilan sampel responden dilakukan secara kuota, masing-masing desa diambil sebanyak 18 petani, sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 90 responden. Analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah adalah luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk organik, pupuk NPK, dan pestisida.

Kata kunci: bawang merah; faktor produksi; pupuk; usahatani

Article Metrics:

  1. Aldila, H. F., A. Fariyanti dan N. Tinaprilla. 2015.Analisis pofitabilitas usahatani bawang merah berdasarkan musim di tiga kabupaten sentra produksi di Indonesia. Jurnal SEPA (Sosial Ekonomi Pertanian Agribisnis) 11(2): 249-260.
  2. Andriyani, W. 2014.Analisis produksi dan pendapatan usahatani bawang merah lokal tinombo di Desa Lombok Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi moutong. Jurnal Agrotekbis 2(5): 533538.
  3. Asih, D, N. 2009. Analisis karakteristik dan tingkat pendapatan usahatani bawangmerah di sulawesi tengah. Jurnal Agroland 16(1): 53-59.
  4. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2005. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis. Departemen Pertanian Indonesia. Jakarta.
  5. Badrudin, U. dan S. Jazilah. 2010. Analisis Residu Pestisida pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kabupaten Brebes. Proceeding The First International Conference Technology on Biosciences and Social. 190-331.
  6. Ghozali, I. 2007. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.Universitas Diponogoro Semarang. Semarang.
  7. Istina, I, N. 2016. Peningkatan produksi bawang merah melalui teknik pemupukan npk. Balai pengkajian teknologi pertanian riau. Jurnal Agroekoteknologi. 3(1): 36-37.
  8. Kementerian Pertanian. 2014. Laporan Kinerja Perdagangan Komoditas pertanian.KEMENTAN Press. Jakarta.
  9. Maharaja, P, D., T. Simanungkalit dan J. Ginting. 2015. Respons pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L) terhadap dosis pupuk npkmg dan jenis mulsa. Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. Jurnal Agroekoteknologi. 4(1): 19001910.
  10. Novitasari. 2017. Analisis Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum) di Dataran Tinggi Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.Program Studi Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Skripsi S1 Pertanian).
  11. Pramesti, G. 2014. Kupas Tuntas Data Penelitian dengan SPSS 22.PT Elex Media Komputindo. Jakarta.
  12. Rahma, A. dan R. Sipayung. 2013. Pertumbuhan dan produksi bawang merah dengan pemberian pupuk
  13. kandang ayam dan em. Jurnal Agroekoteknologi. 1(4): 952-963.
  14. Rahmawati, N. dan E. Istiyanti. 2011. Elastisitas Permintaan Input dan Penawaran Output Bawang Merah ditinjau dari Fungsi Produksi. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Yogyakarta. (Skripsi S-1 Pertanian).
  15. Samad, S. 2010. Pengaruh Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah di Lahan Kering Dataran Rendah.Fakultas Pertanian Universitas Khairun Ternate. Maluku Utara. (Skripsi S-1 Pertanian).
  16. Satria, B, M. 2015. Penggunaan Aspergillus Niger yang Diradiasi Gamma Sebagai Bioremedian Residu Triazofos dan Logam Berat Pada Bawang Merah (Allium Cepa. L). Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tesis S-2 Pertanian).
  17. Sumiyati. 2006. Analisis Pendapatan dan Efisiensi penggunaan Faktor-Faktor Produksi Usahatani Bawang Daun.Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. (Skripsi S-1 Pertanian).
  18. Wiguna, G., C, I Azmi, dan M. Hidayat. 2013. Perbaikan teknologi produksi benih bawang merah melalui pengaturan pemupukan, densitas, dan varietas. Balai Penelitian Tanaman Sayuran di Lembang Bandung. Bandung. Jurnal Hortikultura 23(2): 137-142.
  19. Winarto, L. dan D. Napitupulu. 2010. Pengaruh pemberian pupuk N dan K terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. Jurnal Hortikultura 20(1): 27-35.