EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI TERHADAP BUDIDAYA EDAMAME DI KELOMPOK TANI “SEDERHANA”, KELURAHAN BANDUNGAN, KABUPATEN SEMARANG

*Muhammad Asadullah -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Sriroso Satmoko -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Dyah Mardiningsih -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 7 Mar 2018; Published: 12 Nov 2018.
Open Access Copyright 2018 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 199 133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas media video sebagai media untuk meningkatkan pengetahuan petani sayuran tentang budidaya edamame. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 November - 20 desember. Dua puluh petani anggota kelompok tani Sederhana dipilih sebagai responden. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan model one group pretest-postest experimental research, yaitu dengan membandingkan mengetahuan petani tentang budidaya Edamame sebelum dan sesudah penayangan video dengan metode uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media video efektif secara signifikan meningkatkan tingkat pengetahuan petani tentang budidaya edamame dengan niilai signifikansi uji Paired Sample t-Test sebesar 0,000. Berdasarkan rata-rata hasil tes sebelum dan sesudah penayangan video didapat peningkatan nilai tes sebesar 54,95%.

 

Kata kunci: Edamame; Efektivitas Media; Kelompok Tani; Video

Article Metrics:

  1. Baba, S., Isbandi, T. Mardikanto, dan Waridin. 2011. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Partisipasi Peternak Sapi Perah Dalam Penyuluhan di Kabupaten Enrekang. JITP. 1(3): 193-208.
  2. Hamalik, O. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarta. Bumi Aksara.
  3. Haryoko, S..2009. Efektivitas Pemanfaatan Media Audio-Visual Sebagai Alternatif Optimalisasi Model Pembelajaran. Jurnal Edukasi Elektro 5(1):1-10.
  4. Hubeis, A. V. S.. 2007. Pengaruh Desain Pesan Video Instruksional terhadap Peningkatan Pengetahuan Petani Tentang Pupuk Agrodyke. Jurnal Agro Ekonomi. 25(1): 1-10.
  5. Pambudi, S. 2013. Khasiat dan Budidaya Kedelai Edamame: Camilan Sehat dan Multimanfaat. Bantul. Pustaka Baru
  6. Paramita, E., E. Martini , J.M. Roshetko. 2013. Media dan Metode Komunikasi dalam Penyuluhan Agroforestri : Studi Kasus di Sulawesi Selatan (Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba) dan Sulawesi Tenggara (Kabupaten Konawe dan Kolaka). prosiding Seminar Nasional Agroforestri. Agroforestry Centre (ICRAF), Malang.
  7. Pritandhi, M. dan T. Ratnawuri. 2015. Evaluasi Penggunaan Video Tutorial Sebagai Media Pembelajaran Semester Iv Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Metro. Promosi. 3(2):11-20
  8. Republik Indonesia. 2006. Undang-undang no.16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 92. Jakarta. Sekretariat Negara.
  9. Sanjaya. W.. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta. Kencana Prenada Media Group.
  10. Soewanto, H., A. Prasongko, dan Sumarni. 2016. Agribisnis Edamame untuk Ekspor. Malang. Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi.
  11. Yunasaf, U. dan D. S. Tasripin. 2012. Peran Penyuluh dalam Proses Pembelajaran Peternak Sapi Perah di KSU Tandangsari Sumedang. Jurnal Ilmu Ternak. 12(1):41-46
  12. Yusuf, A. M.. 2014. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Ganbungan. Jakarta. Kencana.