1Departeman Arkeologi, Universitas Jambi, Jl. Jambi-Muara Bulian KM.15, Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muara Jambi, Jambi, Indonesia 36361, Indonesia
2Departeman Arkeologi, Universitas Jambi, Jl. Jambi-Muara Bulian No. KM. 15, Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kabupaten Muara Jambi Jambi Indonesia 36361, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{WJSBB29590, author = {Teresia Silaban and Wulan Resiyani}, title = {Strategi Museum Huta Bolon Simanindo Melalui Pemberdayaan Komunitas Tari Dalam Meningkatkan Partisipasi Pengunjung}, journal = {Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya}, volume = {5}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Museum,Komunitas, Budaya, Partisipasi Pengunjung, Strategi}, abstract = { Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Museum Huta Bolon Simanindo sebagai museum berbasis budaya lokal yang mengalami penurunan jumlah kunjungan dalam beberapa tahun terakhir. Kajian ini menggunakan teori New Museology yang menekankan pentingnya partisipasi komunitas dalam pengelolaan museum sebagai ruang budaya yang hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan Museum Huta Bolon terletak pada keaslian koleksi budaya Batak dan keterlibatan komunitas tari seperti Angel Elkanean dan Marsinondang. Pengunjung menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pertunjukan budaya, terutama aspek partisipatif. Analisis SWOT mengungkap kelemahan dalam promosi digital dan fasilitas, namun juga peluang besar dari tren wisata edukatif berbasis budaya. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaboratif untuk menjaga keberlanjutan museum sebagai pusat pelestarian dan edukasi budaya Batak Toba. }, issn = {2830-0904}, pages = {71--80} doi = {10.14710/wjsbb.0.29590}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/wicara/article/view/29590} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Museum Huta Bolon Simanindo sebagai museum berbasis budaya lokal yang mengalami penurunan jumlah kunjungan dalam beberapa tahun terakhir. Kajian ini menggunakan teori New Museology yang menekankan pentingnya partisipasi komunitas dalam pengelolaan museum sebagai ruang budaya yang hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan Museum Huta Bolon terletak pada keaslian koleksi budaya Batak dan keterlibatan komunitas tari seperti Angel Elkanean dan Marsinondang. Pengunjung menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pertunjukan budaya, terutama aspek partisipatif. Analisis SWOT mengungkap kelemahan dalam promosi digital dan fasilitas, namun juga peluang besar dari tren wisata edukatif berbasis budaya. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaboratif untuk menjaga keberlanjutan museum sebagai pusat pelestarian dan edukasi budaya Batak Toba.
Article Metrics:
Last update:
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)
You are free to:
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
Notices:
View My Stats