skip to main content

Struktur Ruang Wilayah Gerbangkertosusila Berdasarkan Teori Pusat-Pinggiran: Sebuah Kajian

*R Dimas Widya Putra  -  Program Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung|Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Wilmar Salim  -  Kelompok Keahlian Perencanaan Wilayah dan Perdesaan, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung|Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Perkembangan suatu kota tidak dapat dipisahkan dari area sekitarnya, sehingga dalam sistem perkotaan, suatu kota akan memiliki efek saling ketergantungan dengan kota-kota terdekat di sekitarnya. Salah satu bentuk keterkaitan antar wilayah terjadi pada Kawasan Gerbangkertosusila, yang terbentuk dari gabungan kota dan kabupaten. Fenomena pusat-pinggiran ini dapat terjadi dalam bentuk keterkaitan antar sektor yang dihubungkan dengan jaringan jalan, industri, pekerjaan, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teori pusat-pinggiran dengan studi di Kawasan Gerbangkertosusila (GKS) dengan mengevaluasinya berdasarkan center-periphery model (CPM) dari John Friedmann. Hasil studi kepustakaan dilanjutkan dengan analisis deskriptif kualitatif dengan menerjemahkan teori dengan data yang diperoleh dari penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan saat ini dari 4 fase model CPM Friedmann, kawasan GKS berada pada fase 3 dimana pertumbuhan ekonomi menyebar ke seluruh wilayah dan menyebabkan munculnya pusat-pusat pertumbuhan lainnya. Pada wilayah GKS struktur kotanya mengalami perluasan, selain karena penduduk bermukim di pinggiran akibat urban sprawl, berkembang pusat- pusat industri baru di sekitar kota inti Surabaya yang terletak di perbatasan Surabaya-Gresik dan Surabaya-Sidoarjo.

Fulltext View|Download
Keywords: Kawasan Gerbangkertosusila, Model Pusat-Pinggiran, Pertumbuhan pusat baru

Article Metrics:

  1. Adika, I. (2013). Perkembangan Wilayah Pinggiran Kota Metropolitan Surabaya dan Mobilitas Tenaga Kerja.Kasus Kabupaten Sidoarjo. Universitas Udayana
  2. Ariastita, P. (2007). Deviasi dalam pengembangan industri di wilayah gerbangkertasusila. Seminar Nasional ASPI
  3. Brenner, R. (1977). The origins of capitalist development: a critique of neo-Smitian Marxism. New Left Review, 104, 25-92
  4. Creswell, J. . (2009). Research Design: Qualitative and Quantitative approach. Thousand Oaks, CA: Sage
  5. Darwent, D. F. (1969). Growth Poles and Growth Centers in Regional Planning—A Review. Environment and Planning A: Economy and Space, 1(1), 5–31. https://doi.org/10.1068/a010005
  6. Douglass, n. (1955). Location Theory and Regional Economic Growth. Journal of Political Economy. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1086/257668
  7. Friedmann, J. (1966). Regional development policy : a case study of Venezuela. Cambridge, Mass. : M.I.T. Press
  8. Gibbs, J. (1963). The Evolution of Population Concentration. In Economic Geography. https://doi.org/10.2307/142505
  9. Gumilar, I & Salim, W. (2013). Dekonsentrasi Industri Di Kawasan Metropolitan. Jurnal Perencanan Wilayah Dan Kota, 1
  10. Hall, P. (1981). The Geography of the Fifth Kondratieff Cycle. In Regional and Metropolitan Growth and Decline in the US (p. 461). Russell Sage Foundation
  11. Hapsari, A. D., & Aulia, B. U. (2019). Tipologi Wilayah Peri Urban Kabupaten Sidoarjo Berdasarkan Aspek Fisik, Sosial, dan Ekonomi. Jurnal Teknik ITS, 7(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v7i2.34248
  12. Hirschman, A. (1958). The Strategy of Economic Development. Yale University Press
  13. Klimczuk, A & Klimczuk-Kochańska, M. (2016). Dual labor market (W. Nancy A. Naples. Renee, H. Maithree, W. Wai (ed.)). Wiley-Blackwell
  14. Klimczuk, A., & Klimczuk-Kochańska, M. (2019). Core-Periphery Model. The Palgrave Encyclopedia of Global Security Studies, 1–8. https://doi.org/10.1007/978-3-319-74336-3_320-1
  15. Mahardika, R. (2019). Analisis spasial pembangunan ekonomi kawasan metropolitan gerbangkertosusila. Universitas Negeri Semarang
  16. Myrdal, G. (1957). Economic Theory and Under-Developed Regions. Gerald Duckworth & Co., Ltd
  17. Nilayanti, V & Brotosunaryo, P. (2012). Terhadap struktur ruang kota di swp iii kabupaten gresik pendahuluan untuk mempertahankan hidupnya , manusia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya . Kebutuhan hidup utama manusia adalah makanan , pakaian , dan kebutuhan manusia saat ini sudah tidak te. Jurnal Teknik PWK, 1(1), 76–86
  18. Perroux, F. (1950). Economic Space: Theory and Applications. Quarterly Journal of Economics, Vol. 64(No. 1), 89–104. https://doi.org/10.2307/1881960
  19. Ponterotto, J. (2005). Qualitative Research in Counseling Psychology: A Primer on Research Paradigms and Philosophy of Science. The Counseling Psychologist, 126–136. https://doi.org/10.1037/0022 -0167.52.2.12
  20. Raagmaa, G. (2003). Centre–Periphery Model Explaining the Regional Development of the Informational and Transitional Society. 43rd CONGRESS OF THE EUROPEAN REGIONAL SCIENCE ASSOCIATION
  21. Santoso, E. B., & Susanto, K. E. (2016). Perkembangan Urbanisasi di Wilayah Metropolitan Gerbang Kerto Susila ( GKS ). 1, 73–78
  22. Sunyoto, D. (2016). Metodologi Penelitian Akuntansi. PT Refika Aditama
  23. Verbeek, T., Boussauw, K., & Pisman, A. (2014). Presence and trends of linear sprawl: Explaining ribbon development in the north of Belgium. Landscape and Urban Planning, 128, 48–59. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2014.04.022
  24. Wirartha, M. (2006). Metode Penelitian Sosial Ekonomi (A. Offset (ed.)

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.