skip to main content

Analisis Kinerja Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil dalam Meningkatkan Desa Berlistrik

*Hendra Setiawan  -  Program Studi Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan, IPB, Bogor, Indonesia
Akhmad Fauzi  -  Program Studi Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan, IPB, Bogor, Indonesia
Sahara Sahara  -  Departemen Ilmu Ekonomi, IPB, Bogor, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Berdasarkan data yang disusun/dirilis oleh Kementerian ESDM, rasio elektrifikasi di Indonesia baru mencapai 95% di tahun 2017 dan sebanyak 5% rumah tangga di Indonesia masih belum mendapatkan akses ke pelayanan penyediaan tenaga listrik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu upaya pemerintah yang dilakukan yaitu dengan memberikan fasilitas pendanaan infrastuktur melalui program Dana Alokasi Khusus bidang energi skala kecil. Namun, dalam pelaksanaannya, diduga pelaksanaan DAK bidang energi skala kecil tersebut belum berjalan secara efisien. Dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah, terlihat bahwa serapan anggaran, peningkatan jumlah desa berlistrik, peningkatan jumlah kapasitas pembangkit masih belum optimal. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk menganalisis kinerja pelaksanaan DAK bidang energi skala kecil. Penelitian ini mencakup kinerja 17 provinsi di Indonesia sebagai pelaksana DAK bidang energi skala kecil tahun 2017. Metode analisis yang digunakan yaitu Data Envelopment Analysis (DEA). Berdasarkan hasil yang didapat, ditemukan bahwa hanya 8 provinsi yang melaksanakan DAK bidang energi skala kecil dengan efisien. Hasil analisis DEA menunjukkan bahwa variabel ouput yang dapat ditingkatkan antara lain rumah tangga berlistrik, kapasitas terpasang pada masing-masing rumah dan desa berlistrik.
Fulltext View|Download
Keywords: efficiency, DEA, Special Allocation Fund (DAK)

Article Metrics:

  1. Adisasmita, Rahardjo. 2006. Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan. Graha Ilmu. Yogyakarta
  2. Amado, C AF, Sergio P. Santos, Joao F.C. Sequeira. 2013, using data envelopment analysis to support the design of process improvement intervention in electricity distribution. European Journal of Operational Research. Issue 1(228). 226-235
  3. Fauzi, A. 2019. Teknik Analisis Keberlanjutan. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
  4. Kasap Y, Kiris S. 2013. An AHP-DEA Approach for Evaluating Electricity Generation Firms of OECD Countries. Energy Sources. Part B (8)200–208
  5. Liu CC, Wang TY, Yu GZ. 2018. Using AHP, DEA and MPI for Governmental Research Institution Performance Evaluation. Applied Economics, DOI: 10.1080/00036846.2018.1524131
  6. [Permen]. 2017. Peraturan Menteri ESDM Nomor 3. Petunjuk Operasional Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Fisik Penugasan Bidang Energi Skala Kecil
  7. Rasio Elektrifikasi. Statistik Ketenagalistrikan. 2017. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. KESDM 2018
  8. Shu T, Zhong X, Zhang S. 2011. TEP Electricity Consumption Efficiency and Influencing Factor Analysis Based on DEA Method. Energy Procedia. 12 (2011) 91 – 97
  9. Yunos, JM dan Hawdon, D. 1997. The efficiency of the National Electricity Board in Malaysia: An intercountry comparison using DEA. Energy Economics 19. 255-269
  10. Zhou X, Hao C, Hao W, Benjamin, Lifang Q. 2019. Natural and Managerial Disposability Based DEA Model for China’s Regional Environmental Efficiency Assessment. Energies.12. 3436

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.