skip to main content

Pengembangan Komoditas Pertanian Unggulan di Wilayah Perbatasan Bengkayang Mendukung Pengembangan Lumbung Pangan

*Joko Mulyono  -  Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Agricultural productivity in the border region of Bengkayang Regency is low, on one side the area of agricultural land is quite extensive (89.23%) coupled with a population density of only 44 people/km2. The research objective was to determine the leading agricultural commodities in the border region of Bengkayang Regency, West Kalimantan Province to support the development of a national food barn. This study uses secondary data covering data on crops harvest area, horticulture crop production, plantation production, and livestock populations in 2011-2015 obtained from the Bengkayang Regency Central Statistics Agency (BPS), West Kalimantan. The data is analyzed by analysis of Location Quotient (LQ) and Shift Share Analysis (SSA). The results of the study showed that oil palm was the plantation’s leading commodities in the border region of Jagoi Babang Subdistrict and pepper in Siding SubDistrict. Cows, pigs, and ducks are the leading commodities of livestock in the border region of Jagoi Babang Subdistrict and ducks in Siding Subdistrict.

Fulltext View|Download
Keywords: development; leading commodities; border

Article Metrics:

  1. Abdurahman, A., Dariah, A., & Mulyani, A. (2008). Strategi dan Teknologi Pengelolaan Lahan Kering Mendukung Pengadaan Pangan Nasional. Jurnal Litbang Pertanian, 27(2), 43–49
  2. BPS Kabupaten Bengkayang. (2016). Kabupaten Bengkayang Dalam Angka 2016. Bengkayang
  3. Burhansyah, R. (2017). Inventory and Identification of Specific Locations Technology Needs of Agriculture Superior Comodities in West Kalimantan. Jurnal Pertanian Agros, 19(1), 61–76
  4. Gabriel, D. S., Nurcahyo, R., Muslim, E., & Sumaedi, S. (2016). Perancangan Peta Jalan Pengembangan Industri Hasil Pertanian pada Wilayah Kabupaten dengan Metode VRISA dan Rantai Nilai. Jurnal Manajemen Teknologi, 13(1), 53–63
  5. Hidayat, R. (2013). Analisis Komoditas Unggulan Sub Sektor Perkebunan di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Social Economic of Agriculture, 2(1), 54–66
  6. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2017). Membangun Lumbung Pangan di Perbatasan: Sinergitas Merintis Ekspor Pangan di Wilayah Perbatasan NKRI
  7. Koirala, K. H., Mishra, A., & Mohanty, S. (2016). Impact of Land Ownership on Productivity and Efficiency of Rice Farmers: The Case of the Philippines. Land Use Policy, 50, 371–378
  8. Mulyani, A., & Sarwani, M. (2013). Karakteristik dan Potensi Lahan Sub Optimal untuk Pengembangan Pertanian di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 7(1), 47–55
  9. Mulyono, J., Hadi, S., & Munibah, K. (2016). Improved Profits and Wetland Paddy Farming Scale as the Leading Commodity in Agroecological Zones. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan, 17(1), 15–27
  10. Mulyono, J., & Munibah, K. (2016a). Pendekatan Location Quotient dan Shift Share Analysis dalam Penentuan Komoditas Unggulan Tanaman Pangan di Kabupaten Bantul. Jurnal Informatika Pertanian, 25(2), 221–230
  11. Mulyono, J., & Munibah, K. (2016b). Strategi Pembangunan Pertanian di Kabupaten Bantul dengan Pendekatan A’WOT. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 19(3), 199–211
  12. Priyanto, D., & Diwyanto, K. (2014). Pengembangan Pertanian Wilayah Perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Republik Demokrasi Timor Leste. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian, 7(4), 207–220
  13. Purwaningsih, Y. (2008). Ketahanan Pangan: Situasi, Permasalahan, Kebijakan, dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 9(1), 1–27
  14. Putra, A. (2015). Hubungan Kerjasama Perbatasan Indonesia-Malaysia (Studi Kasus Perbatasan Nunukan-Tawau). Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 22(2), 308–326
  15. Raharjo, S. N. I. (2013). Kebijakan Pengelolaan Kawasan Perbatasan Darat Indonesia-Malaysia (Studi Evaluatif di Kecamatan Entikong). Jurnal Widyariset, 16(1), 71–80
  16. Sukmawani, R., Haeruman, M., Sulistyowati, L., & Perdana, T. (2014). Model Pengembangan Pepaya Sebagai Komoditas Unggulan Lokal yang Berdaya Saing. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan, 15(2), 128–140
  17. Yustian, Sudadi, U., & Ardiansyah, M. (2014). Arahan dan Strategi Pengembangan Lahan Sawah di Wilayah Pesisir Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 16(1), 31–37

Last update: 2021-07-23 15:06:42

No citation recorded.

Last update: 2021-07-23 15:05:39

No citation recorded.