Peningkatan dan Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Konteks Smart City

*Yunita Arafah  -  Institut Teknologi Bandung, Universitas Syiah Kuala, Indonesia
Haryo Winarso  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Received: 19 Jan 2019; Published: 28 Feb 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Konsep smart city telah digunakan secara meluas diberbagai bidang, namun secara umum masih mendominasi bidang-bidang yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi, serta komputer dan keteknikan. Padahal tidak hanya itu, pembahasan smart city dalam bidang sosial juga merupakan sebuah prioritas. Hal ini juga dapat dilihat dari kecenderungan evolusi perkembangan konsep smart city dari tahun ke tahun yang terus mengarah dan fokus kepada aspek manusia dan masyarakat di dalamnya, salah satunya yaitu bagaimana manusia sebagai pengguna smart city dapat ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan permasalahan kota dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat dalam konsep smart city yang telah berjalan, khususnya pada kasus kota-kota di Indonesia, selanjutnya melihat faktor-faktor apa saja yang menjadi prioritas dalam usaha peningkatan dan penguatan partisipasi masyarakat dalam konteks smart city. Studi ini akan fokus pada teori smart city, partisipasi, smart community, smart people, dan smart governance sebagai salah satu karakter pembentuk smart city. Analisa dan pembahasan dilakukan berdasarkan studi literatur, dan menggunakan metodologi systematic literature review melalui rangkuman hasil penelitian-penelitian sebelumnya dengan teknik deskriptif kualitatif.

Keywords: smart city; smart community; partisipasi; smart people; smart governance.

Article Metrics:

  1. Abdoullaev, A. (2011). A Smart World: A Development Model for Intelligent Cities Cities. In The 11th IEEE International Conference on Computer and Information Technology (CIT-2011) Proceeding. Cyprus: IEEE.
  2. Alamsyah, N., Susanto, T. D., & Chou, T. C. (2016). A comparison study of smart city in Taipei and Surabaya. In 2016 International Conference on ICT For Smart Society (ICISS) (pp. 111–118). https://doi.org/10.1109/ICTSS.2016.7792859
  3. Angelidou, M. (2014). Smart city policies: A spatial approach. Cities, 41, S3–S11. https://doi.org/10.1016/j.cities.2014.06.007
  4. Bosch, H. van den. (2017, July 4). Smart Cities 1.0, 2.0, 3.0. What’s next? Retrieved February 17, 2018, from http://smartcityhub.com/collaborative-city/smart-cities-1-0-2-0-3-0-whats-next/
  5. Cocchia, A. (2014a). Smart and Digital City: A Systematic Literature Review. In R. P. Dameri & C. Rosenthal-Sabroux (Eds.), Smart City (pp. 13–43). Cham: Springer International Publishing. Retrieved from http://link.springer.com/10.1007/978-3-319-06160-3_2
  6. Cocchia, A. (2014b). Smart and Digital City: A Systematic Literature Review. In R. P. Dameri & C. Rosenthal-Sabroux (Eds.), Smart City (pp. 13–43). Cham: Springer International Publishing. Retrieved from http://link.springer.com/10.1007/978-3-319-06160-3_2
  7. Coe, A., Paquet, G., & Roy, J. (2001). E-Governance and Smart Communities: A Social Learning Challenge. Social Science Computer Review, 19(1), 80–93. https://doi.org/10.1177/089443930101900107
  8. Colding, J., & Barthel, S. (2017). An urban ecology critique on the “Smart City” model - ScienceDirect. Journal of Cleaner Production, 164(5 October 2017), 95–101. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2017.06.191
  9. Dameri, R. P., & Rosenthal-Sabroux, C. (Eds.). (2014). Smart City and Value Creation. In Smart City (pp. 1–12). Cham: Springer International Publishing. Retrieved from http://link.springer.com/10.1007/978-3-319-06160-3_2
  10. Diastri, A. I. (2017). Penggunaan E-Government dan Media Sosial oleh Pemerintah Kota Magelang dalam Proses Pembangunan Partisipatif (Transisi Kota Magelang menjadi Kota Cerdas). Universitas Gadjah Mada. Retrieved from http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?act=view&buku_id=131739&mod=penelitian_detail⊂=PenelitianDetail&typ=html
  11. Direktur Perkotaan dan Perdesaan,, Kementerian PPN/ Bappenas. (2015, Oktober). Pengembangan Kota Cerdas di Indonesia. Presented at the Konferensi e-Indonesia Initiative (eII) dan Smart Indonesia Initiatives (SII) Forum ke-1, Bandung, Indonesia.
  12. Elysia, V., Wihadanto, A., & Sumartono. (2017). Implementasi e-Government untuk Mendorong Pelayanan Publik Yang Terintegrasi di Indonesia. In Optimalisasi Peran Sains dan Teknologi untuk Mewujudkan Smart City (pp. 353–380). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
  13. European Commission. (2012). Communication from the commission. Smart cities and communities – European innovation partnership. Brussels.
  14. Fung, A. (2006). Varieties of Participation in Complex Governance. Public Administration Review, 66, 66–75. https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2006.00667.x
  15. Giffinger, R., & Gudrun, H. (2010). Smart cities ranking: an effective instrument for the positioning of the cities? ACE: Architecture, City and Environment, 0(12). Retrieved from http://www.raco.cat/index.php/ACE/article/view/188052
  16. Hasibuan, Z. A., & Santoso, H. B. (2005). Standardisasi aplikasi e-government untuk instansi pemerintah. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia - ITB, Bandung.
  17. IEEE (the Institute of Electrical and Electronics Engineers). (2014). IEEE Smart Cities. Retrieved from http://smartcities.ieee.org/about.html
  18. Jucevičius, R., Patašienė, I., & Patašius, M. (2014). Digital Dimension of Smart City: Critical Analysis. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 156, 146–150. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.11.137
  19. Krivý, M. (2016). Towards a critique of cybernetic urbanism: The smart city and the society of control. Planning Theory, 1473095216645631. https://doi.org/10.1177/1473095216645631
  20. Lindskog, H. (2004). Smart communities initiatives. In Proceedings of the 3rd ISOneWorld Conference (Vol. 16).
  21. Mikkelsen, B. (1999). Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-Upaya Pemberdayaan: Sebuah Buku Pegangan Bagi Para Praktisi Lapangan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  22. Nam, T., & Pardo, T. A. (2011). Conceptualizing smart city with dimensions of technology, people, and institutions (p. 282). ACM Press. https://doi.org/10.1145/2037556.2037602
  23. Oberti, I., & Pavesi, A. S. (2013). The triumph of the smart city. TECHNE - Journal of Technology for Architecture and Environment, 0(5), 117–122. https://doi.org/10.13128/Techne-12810
  24. Papa, R., Galderisi, A., Vigo Majello, M. C., & Saretta, E. (2015). Smart and Resilient Cities. A Systemic Approach for Developing Cross-sectoral Strategies in the Face of Climate Change. TeMA - Journal of Land Use, Mobility and Environment, 8(1):19-49. https://doi.org/10.6092/1970-9870/2883
  25. Parwoto. (1997). Pembangunan Partisipatif. In Lokakarya Penerapan Strategy Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan Perumahan dan Permukiman. Jakarta: BKP4N.
  26. Peters, B. G. (1996). The future of governing: four emerging models. University Press of Kansas.
  27. Reed, M. S. (2008). Stakeholder participation for environmental management: A literature review. Biological Conservation, 141(10), 2417–2431. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2008.07.014
  28. Rudolf, G., Fertner, C., Kramar, H., Kalasek, R., Pichler-Milanovic, N., & Meijers, E. (2007). Smart cities-ranking of european medium-sized cities. Rapport Technique, Vienna Centre of Regional Science.
  29. Salakory, H. L. (1997). Aspirasi dan Partisipasi Rakyat dalam Pembangunan Politik: Filosofi dan Sejarahnya di Indonesia. Bina darma.
  30. Scholl, H. J., & Scholl, M. (2014). Smart Governance: A Roadmap for Research and Practice. In iConference 2014 Proceedings. Berlin: iSchools. https://doi.org/10.9776/14060
  31. Su, K., Li, J., & Fu, H. (2011). Smart city and the applications (pp. 1028–1031). IEEE. https://doi.org/10.1109/ICECC.2011.6066743
  32. Syahyuti, S. (2006). Tiga Puluh Konsep Penting Pembangunan Pedesaan dan Pertanian. Jakarta: PT. Bina Rena Pariwara.
  33. Townsend, A. M. (2013). Smart Cities: Big Data, Civic Hackers, and the Quest for a New Utopia (1 edition). New York: W. W. Norton & Company.
  34. Yunas, N. S. (2017). Efektivitas E-Musrenbang di Kota Surabaya dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Berparadigma Masyarakat. Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 7(1), 19–27. https://doi.org/10.26618/ojip.v7i1.387