Perubahan Pemanfaatan Lahan dan Faktor yang Mempengaruhi Terhadap Permukiman di Koridor Ambawang

*Nunik Hasriyanti scopus  -  Politeknik Negeri Pontianak, Indonesia
Andi Zulestari  -  Politeknik Negeri Pontianak, Indonesia
Ismail Ruslan  -  Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Indonesia
Received: 8 Sep 2018; Published: 28 Feb 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pembangunan infrastruktur perkotaan di Indonesia dihadapkan pada masalah yang semakin kompleks, terutama dengan terkonversinya lahan terbuka menjadi ruang terbangun. Penelitian ini secara umum bertujuan merancang bangun koridor Ambawang dengan  infrastruktur hijau berbasis ketersediaan infrastruktur untuk mendapatkan ruang koridor yang ekologis, artinya adanya keseimbangan antara pembangunan dan perkembangan kota dengan kelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan memprediksi kecenderungan perkembangan ruang terbangun di koridor Ambawang. Menganalisis dan memprediksi perkembangan ruang terbangun pada koridor Ambawang dan faktor penyebab serta praktek terjadinya pertumbuhan permukiman di pinggiran metropolitan. Dalam penelitian ini akan digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan meliputi identifikasi terhadap ruang terbangun dan infrastruktur di koridor Ambawang. Analisis kondisi eksisting dilakukan melalui interpretasi data foto udara dan peta-peta tematik tahun 2016 untuk mengetahui sebaran ruang spasial terbangun di koridor Ambawang. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kebijakan dalam bentuk design guidelines (panduan rekayasa) untuk perencanaan dan perancangan infrastruktur ruang terbangun di koridor Ambawang.

 

Kata kunci: Tata Guna Lahan, Dampak, Permukiman, Perkotaan, Koridor

The development of urban infrastructure in Indonesia is faced with increasingly complex problems, especially with the conversion of open land into unuseful space. This research is generally aimed to design the corridor of Ambawang with green infrastructure-based infrastructure to get ecological corridor room, meaning that there is a balance between development and city development with environmental sustainability. The purpose of this research is to analyze and predict the trend of development of waking space in Ambawang corridor. Analyzing and predicting the development of built-up space on the Ambawang corridor and the causal factors and practices of growth settlements in metropolitan outskirts. In this research will be used qualitative descriptive research method through field observation covering identification to build space and infrastructure in Ambawang corridor. The existing condition analysis is done through the interpretation of aerial photographs and thematic maps of 2016 to know the spatial space spreads built in the Ambawang corridor. With this research is expected to provide policy in the form of design guidelines (engineering guidelines) for planning and design of built space infrastructure in the corridor Ambawang.

Keywords: Land Use, Impact, Settlement, Urban Sprawl, Corridor  

Keywords: Land Use, Impact, Settlement, Urban Sprawl, Corridor

Article Metrics:

  1. Lynch, Kevin. (1987). Image of the City. The Massachusetts Institute of Technology, Cambridge.
  2. Maudon, Anne Vernez Editor. (1991). Public Streets for Public Use. Columbia University
  3. Purwanto, Edi (2004). Makna Ruang Kota Berdasarkan Kognisi Spasial Masyarakat Pengguna, Studi Kasus: Ruang Kota Kawasan Maliobor Yogyakarta. Jurnal Arsitektur ATRIUM. Vol.01 No.01, April 2004: 1-8.
  4. Rajesh Bahadur Thapa, Yuji Murayama. (2008). Land evaluation for peri-urban agriculture using analytical hierarchical process and geographic information system techniques: A case study of Hanoi. Land Use Policy Volume 25, Issue 2, April 2008, Pages 225–239, Elsevier.
  5. Rinnel, Claus. (2007). A geographic visualization approach to multi‐criteria evaluation of urban quality of life. pages 907-919 International Journal of Geographical Information Science Volume 21, Issue 8, Elsevier. Special Issue: Geovisual Analytics for Spatial Decision Support
  6. Wenrui Yang Feng Li Rusong Wang Dan Hu, (2011) Ecological benefits assessment and spatial modeling of urban ecosystem for controlling urban sprawl in Eastern Beijing, China, Ecological Complexity, Volume 8, Issue 2, June 2011, Pages 153–160, Elsevier.
  7. Yunus, Sabari, Hadi. (2008). Dinamika Wilayah Peri Urban. Pustaka Pelajar , Yogyakarta.