KEBERLANJUTAN SOSIAL GATED COMMUNITY THE TAMAN DAYU DI KABUPATEN PASURUAN

*Istifada Alhidayatus Sibyan -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Delik Hudalah -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Received: 18 Jul 2018; Published: 31 Aug 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract
Dibutuhkan suatu pemahaman utuh terhadap isu-isu sosial yang muncul sebagai dampak dari adanya gated community. Konsep yang dapat mengakomodasi isu sosial tersebut adalah keberlanjutan sosial. Keberlanjutan sosial penting dikaji karena dapat menggambarkan secara utuh isu-isu sosial gated community. Keberlanjutan sosial dalam penelitian ini merepresentasikan kondisi dimensi sosial yang berkelanjutan. Kondisi yang dimaksud merujuk pada kondisi tidak adanya permasalahan sosial akibat keberadaan gated community, terutama segregasi dan ketimpangan. Kondisi ini dapat dicapai dengan adanya modal dan integrasi sosial yang dapat mencegah terjadinya permasalahan sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik dan keberlanjutan sosial gated community the Taman Dayu di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Keberlanjutan sosial gated community the Taman Dayu dinilai penting dikaji karena sebagai gated community terbesar di Kabupaten Pasuruan memiliki kemungkinan menghasilkan dampak yang lebih besar. Keberlanjutan sosial ditijau dari dua indikator, ayitu modal sosial (jaringan sosial, kepercayaan dan resiprositas) serta integrasi sosial (sudut pandang terhadap pemisahan sosial maupun spasial serta aksesibilitas terhadap fasilitas) yang datanya diperoleh melalui survei primer menggunakan kuisioner. Keduanya dinilai menggunakan metode indeks komposit untuk mendapatkan nilai indeks keberlanjutan sosial. Temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa keberlanjutan sosial gated community the Taman Dayu termasuk sedang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan kebijakan pengembangan wilayah yang terintegrasi dengan pembangunan perumahan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Keywords
gated community; inequality; segregation; social capital; social integration

Article Metrics:

  1. Atkinson, R., dan Blandy, S. (2005). Introduction: International perspectives on the new enclavism and the rise of gated communities. Housing Studies, 20(2), 177-186.
  2. Aulia, D. N., & Marpaung, B. O. (2017). Transformation of gated community in the last three decades in Medan City, Indonesia. IPTEK Journal of Proceedings Series, (3).
  3. Baffoe, G., dan Mutisya, E. (2015). Social sustainability: a review of indicators and empirical application. Environmental Management and Sustainable Development, 4(2), 242-262.
  4. Baum, F., Modra, C., Palmer, C., Murray, C., & Bush, R. (2000). Families, social capital and health. Australian Institute of Family Studies, Melbourne, pp.250-275.
  5. Cahyono, T. A. (2010). Interaksi sosial warga perumahan gated community dengan masyarakat sekitar: Kasus Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).
  6. Cruz-Saco, M. A. (2008). Promoting social integration: Economic, social and political dimensions with a focus on Latin America. Promoting social integration, 8-10.
  7. Elhadary, Y., dan Ali, S. (2017). A New Trend in Urban Housing: Gated Communities in Khartoum, Sudan. American Journal of Sociological Research, 7(1), 45-55.
  8. Fukuyama, F. (1995). Trust: The social virtues and the creation of prosperity (No. D10 301 c. 1/c. 2). Free Press Paperbacks.
  9. Grant, J., dan Mittelsteadt, L. (2004). Types of gated communities. Environment and Planning B: Planning and Design, 31(6), 913-930.
  10. Ibrahim, L. D. (2006). Memanfaatkan modal sosial komunitas lokal dalam program kepedulian korporasi. Jurnal Filantropi dan Masyarakat Madani GALANG, 1(2), 19-28.
  11. Kerr, J. (2008). Di Belakang Pagar Perumahan: Kampung-Kampung Golongan Menengah di Malang Jawa Timur.
  12. Krishna, A., & Shrader, E. (1999, June). Social capital assessment tool. In Conference on social capital and poverty reduction (Vol. 2224).
  13. Le Goix, R., dan Callen, D. (2010). Production and social sustainability of private enclaves in suburban landscapes: French and US long-term emergence of gated communities and private streets. Gated Communities: Social sustainability in contemporary and historical gated developments, 93-114.
  14. Mahgoub, Y., dan Khalfani, F. (2012). Sustainability of gated communities in developing countries. Developing Country Studies, 2(6), 53–63.
  15. Onyx, J., dan Bullen, P. (2000). Measuring social capital in five communities. The journal of applied behavioral science, 36(1), 23-42.
  16. Papadakis, E. (1990). Attitudes to State and Private Welfare: analysis of results from a national survey. University of New South Wales; Social Policy Research Center.
  17. PT. Ciputra Development Tbk. (2017). Masterplan the Taman Dayu. PT. Ciputra Development Tbk, Pasuruan.
  18. Putnam, R. D. (1993). The prosperous community. The american prospect, 4(13), 35-42.
  19. Roitman, S. (2010). Gated communities: definitions, causes and consequences. Proceedings of the Institution of Civil Engineers: Urban Design and Planning, 163(1), 31-38.
  20. Salcedo, R., dan Torres, A. (2004). Gated communities in Santiago: wall or frontier?. International Journal of urban and regional research, 28(1), 27-44.
  21. Soeleman, M. (2001). Ilmu sosial dasar: teori dan konsep. Bandung: Refika Aditama.
  22. Stone, W. (2001). Measuring social capital. Australian Institute of Family Studies, Research Paper, 24.
  23. Sudarwanto, B., Pandelaki, E. E., dan Soetomo, S. (2014). Pencapaian Perumahan Berkelanjutan ‘Pemilihan Indikator Dalam Penyusunan Kerangka Kerja Berkelanjutan’. MODUL, 14(2), 105-112.
  24. Suhardi dan Sumarti. (2009). Sosiologi 2 untuk SMA/MA Kelas XI Program IPS. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
  25. Surjono, A., dan Ridhoni, M. (2017, June). Lessons learnt from and sustainability assessment of Indonesian urban kampong. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 70, No. 1, p. 012061). IOP Publishing.
  26. Syahra, R. (2003). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5(1), 1-22.
  27. Vesselinov, E., Cazessus, M., dan Falk, W. (2007). Gated communities and spatial inequality. Journal of Urban Affairs, 29(2), 109-127.
  28. Widhyharto, D. S. (2009). Komunitas Berpagar: Antara Inovasi Sosial dan Ketegangan Sosial (Studi Kasus Komunitas Berpagar di Propinsi DI Yogyakarta, Indonesia). Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 13(2), 204-230.
  29. Yuliastuti, N., & Tanjung, A. S. (2011). PENGARUH JALAN LINGKUNGAN SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL TERHADAP LINGKUNGAN PERMUKIMAN BUNGUR, JAKARTA PUSAT. Tataloka, 13(3), 190-196.