BibTex Citation Data :
@article{tataloka29319, author = {Bagus Kurniawan and Ratih Listyawati and Rindang Alfiah}, title = {Prioritas Pengembangan Pariwisata Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember}, journal = {TATALOKA}, volume = {28}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Ambulu; 6A; Pariwisata; AHP; Regresi}, abstract = { Heterogenitas jenis daya tarik wisata dan jumlahnya yang terbanyak dibanding kecamatan lain menjadikan Kecamatan Ambulu sebagai kecamatan dengan potensi daya tarik terbesar di Kabupaten Jember. Keragaman destinasi tersebut memunculkan urgensi untuk dikembangkan sebagai upaya pemerataan destinasi wisata Kecamatan Ambulu guna pengoptimalan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prioritas pengembangan pariwisata berdasarkan komponen Attraction, Amenities, Accessibility, Activity, Accomodation, Ancillary (6A) sebagai upaya peningkatan dan pemerataan kunjungan wisatawan pada seluruh destinasi wisata di Kecamatan Ambulu. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda untuk menganalisis keterkaitan antar komponen 6A serta pengaruhnya terhadap keputusan berkunjung wisatawan yang kemudian dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) guna menentukan prioritas pengembangan pada komponen terpenting yang memberi dampak terbesar berdasarkan persepsi berkunjung wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen 6A memiliki nilai Sig. = <0,001 yang menandakan pengaruh signifikan komponen 6A terhadap keputusan berkunjung wisatawan dengan pengaruh sebesar 71,2%. Karena hasil regresi dari keenam komponen mempunyai pengaruh secara simultan terhadap keputusan berkunjung, maka keenam komponen dianalisis menggunakan AHP untuk menetapkan prioritas pengembangan. Analisa AHP menghasilkan faktor prioritas dimana pengembangan pada komponen Atraksi (daya tarik wisata) merupakan prioritas pengembangan utama berdasarkan pendapat para stakeholder dengan nilai eigen sebesar 0,656. }, issn = {2356-0266}, pages = {141--156} doi = {10.14710/tataloka.28.2.141-156}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/tataloka/article/view/29319} }
Refworks Citation Data :
Heterogenitas jenis daya tarik wisata dan jumlahnya yang terbanyak dibanding kecamatan lain menjadikan Kecamatan Ambulu sebagai kecamatan dengan potensi daya tarik terbesar di Kabupaten Jember. Keragaman destinasi tersebut memunculkan urgensi untuk dikembangkan sebagai upaya pemerataan destinasi wisata Kecamatan Ambulu guna pengoptimalan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prioritas pengembangan pariwisata berdasarkan komponen Attraction, Amenities, Accessibility, Activity, Accomodation, Ancillary (6A) sebagai upaya peningkatan dan pemerataan kunjungan wisatawan pada seluruh destinasi wisata di Kecamatan Ambulu. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda untuk menganalisis keterkaitan antar komponen 6A serta pengaruhnya terhadap keputusan berkunjung wisatawan yang kemudian dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) guna menentukan prioritas pengembangan pada komponen terpenting yang memberi dampak terbesar berdasarkan persepsi berkunjung wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen 6A memiliki nilai Sig. = <0,001 yang menandakan pengaruh signifikan komponen 6A terhadap keputusan berkunjung wisatawan dengan pengaruh sebesar 71,2%. Karena hasil regresi dari keenam komponen mempunyai pengaruh secara simultan terhadap keputusan berkunjung, maka keenam komponen dianalisis menggunakan AHP untuk menetapkan prioritas pengembangan. Analisa AHP menghasilkan faktor prioritas dimana pengembangan pada komponen Atraksi (daya tarik wisata) merupakan prioritas pengembangan utama berdasarkan pendapat para stakeholder dengan nilai eigen sebesar 0,656.
Article Metrics:
Last update:
Authors who publish in the Tataloka retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).