skip to main content

Evaluasi Ruang Publik Taman Film Kota Bandung dengan Model Context Input, Process, Product (CIPP)

*Alif Nur Ramandha  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pradita, Indonesia
Ade Firmansyah  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pradita, Indonesia
Andi Muhammad Ahsan  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pradita, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Ruang terbuka publik memegang peranan penting dalam menciptakan kualitas lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat perkotaan. Dalam konteks Kota Bandung, ruang terbuka publik menjadi elemen strategis untuk merespons kebutuhan akan ruang bersama yang inklusif, mudah dijangkau, dan adaptif terhadap dinamika kota. Namun, tidak sedikit ruang publik yang mengalami ketidaksesuaian antara perencanaan dan pemanfaatannya. Salah satu contohnya adalah Taman Film, ruang terbuka publik tematik yang dibangun di bawah kolong Jalan Layang Pasupati. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan dan permasalahan Taman Film menggunakan pendekatan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun taman ini memiliki konsep tematik yang unik, fungsi utamanya sebagai ruang pemutaran film tidak berjalan optimal sejak tahun 2017. Selain itu, pengelolaan yang pasif, kurangnya integrasi spasial dengan jaringan kota, serta minimnya partisipasi komunitas menyebabkan taman kehilangan arah fungsional. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa keberhasilan ruang terbuka publik tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesinambungan pengelolaan dan relevansi sosial ruang tersebut. Rekomendasi diarahkan pada strategi pengelolaan kolaboratif, revitalisasi fasilitas, dan penyesuaian fungsi taman dengan kebutuhan masyarakat.

Keywords: Model Evaluasi, CIPP, Ruang Terbuka Publik, Taman Film, Kota Bandung

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Alanshori, M. Z., Maulidi, A., Zahidi, S., Kusaeri, K., & Suparto, S. (2025). The Application of the CIPP Evaluation Model in Educational Programs in Indonesia. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 7(2), 103–122. https://doi.org/10.37680/scaffolding.v7i2.7390
  2. Bentley, I. (2011). Responsive environments: a manual for designers. Architectural Press/ Elsevier
  3. Caesandra, V., Wiranegara, H. W., & Sugihartoyo, S. (2020). Tingkat Keberlanjutan Pemanfaatan Ruang Publik Multifungsi di Permukiman Kumuh. TATALOKA, 22(3), 354-365. https://doi.org/10.14710/tataloka.22.3.354-365
  4. Carmona, Matthew., Heath, Tim., Oc, T., & Tiesdell, S. (2003). Public Space Urban Space. The Dimension of Urban Design. Architectural Press
  5. Chairunnisa, M. V., Purnamasari, W. D., & Parlindungan, J. (2023). Keberhasilan Taman Kelurahan Sebagai Ruang Publik di Kota Depok. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 19(2), 223-236. https://doi.org/10.14710/pwk.v19i2.42284
  6. Das, S., Moon, F., Dey, G., Das, M., & Paul, R. (2026). A GIS-Based Assessment of Attributes Affecting Publicness of Urban Open Spaces. Journal of Architectural/Planning Research and Studies, 23(1). https://doi.org/10.56261/jars.v23.273041
  7. Gehl, J. (2011). Life Between Buildings: Using Public Space. Princeton University Press
  8. Gehl, J. (2010). Cities for People. London: London
  9. Himawan, A. R. (2023). Kualitas Taman Film Kota Bandung Berdasarkan Perspektif Komunitas Sineas di Kota Bandung [Universitas Pendidikan Indonesia]. https://repository.upi.edu/96594/1/S_FTV_1904541_Title.pdf
  10. Ihsanti, D. A., & Sugiyantoro, S. (2024). Placemaking di Kolong Jalan Layang: Fenomena Penggunaan “Lost Space” untuk Taman Kota. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 20(4), 474-488. https://doi.org/10.14710/pwk.v20i4.65149
  11. Jian, I. Y., Luo, J., & Chan, E. H. W. (2020). Spatial Justice in Public Open Space Planning: Accessibility and Inclusivity. Habitat International, 97, 102122. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2020.102122
  12. Lefebvre, H. (2009). State, Space, World. Minneapolis, MN: University of Minnesota
  13. Hantono, D., & Ariantantrie, N. (2018). Kajian Ruang Publik Dan Isu Yang Berkembang Di Dalamnya. Vitruvian, 8(1), 43. https://doi.org/10.22441/vitruvian.2018.v8i1.005
  14. Heinzelmann, F., & Suryawinata, D. (2020). Taman Film: Inspiring a sense of belonging. In STIPO, Urban Discovery, & Think City (Eds.), The city at eye level Asia (pp. 34–39). STIPO Publishing
  15. Hermawansyah, H., Ibrahim, M., & Rasyid, M. (2024). Evaluasi Manajemen Mutu Program Studi PGMI di STIT Sunan Giri Bima dengan Model CIPP. FASHLUNA, 5(2), 105-116. https://doi.org/https://doi.org/10.47625/fashluna.v5i2.821
  16. Manurung, C. K., & Yusuf, M. (2025). Evaluasi Model CIPP Implementasi Kebijakan Transit Oriented Development di Kawasan Blok M – Sisingamangaraja. Jurnal Administrasi Dan Kebijakan Publik, 10(1), 199–217. https://doi.org/10.25077/jakp.10.1.199-217.2025
  17. Manurung, P. (2018). Kota untuk semua: Ide penataan kota yang komprehensif. ANDI
  18. Margono, R. B., & Zuraida, S. (2019). Public Space as an Urban Acupuncture: Learning from Bandung, Indonesia. JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS), 1(1), 022–033. https://doi.org/10.36870/japps.v1i1.5
  19. Pakpahan, R. T. (2024). Evaluating Implementation of E-Government Public Services in DKI Jakarta Towards A Smart City Using the CIPP and Kirkpatrick Evaluation Model. Moestopo International Review on Social, Humanities, and Sciences, 4(1), 88–99. https://doi.org/10.32509/mirshus.v4i1.86
  20. Pemerintah Kota Bandung. (2024). Rencana Detail Tata Ruang Kota Bandung 2024-2045
  21. Peng, X., & Yin, X. (2025). Parks and People: Spatial and Social Equity Inquiry in Shanghai, China. Sustainability (Switzerland), 17(12). https://doi.org/10.3390/su17125495
  22. Qi, J., Mazumdar, S., & Vasconcelos, A. C. (2024). Understanding the Relationship between Urban Public Space and Social Cohesion: A Systematic Review. International Journal of Community Well-Being, 7(2), 155–212. https://doi.org/10.1007/s42413-024-00204-5
  23. SHAU Architecture & Urbanism, D. P. dan K. P. K. B. (2014). TAMAN FILM Fluid and spontaneous space for Bandung
  24. Soltip, M. F., Ramadhani, A., & Luru, M. N. (2023). Alternative Locations of Older People-Friendly City Park in Bandung City, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1263(1), 012019. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1263/1/012019
  25. Steiner, F., & Butler, K. (2007). Planning and Urban Design Standards (Student Edition). John Wiley & Sons, Inc
  26. Stufflebeam, D. L., & Zhang, G. (2017). The CIPP Evaluation Model: How to Evaluate for Improvement and Accountability. Guilford Publications
  27. Stufflebeam, D. L., & Coryn, C. L. (2014). Evaluation Theory, Models, and Applications. John Wiley & Sons
  28. Wang, J., Jiang, H., Wang, M., Xiong, Y., Zhu, A., & Wang, F. (2025). Assessment of Spatial Equality and Social Justice of Urban Park Distribution from Park Category Perspective: Evidence from Shanghai, China. Sustainability (Switzerland), 17(12). https://doi.org/10.3390/su17125474
  29. Zong, M., Yanai, S., & Wang, R. (2025). Exploring the Use and Perceptions of Community Parks with Engagement Activities: A Case Study of Tokyo, Japan. Frontiers in Sustainable Cities, 7. https://doi.org/10.3389/frsc.2025.1599193

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.