BibTex Citation Data :
@article{tataloka28911, author = {Alif Ramandha and Ade Firmansyah and Andi Ahsan}, title = {Evaluasi Ruang Publik Taman Film Kota Bandung dengan Model Context Input, Process, Product (CIPP)}, journal = {TATALOKA}, volume = {28}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Model Evaluasi, CIPP, Ruang Terbuka Publik, Taman Film, Kota Bandung}, abstract = { Ruang terbuka publik memegang peranan penting dalam menciptakan kualitas lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat perkotaan. Dalam konteks Kota Bandung, ruang terbuka publik menjadi elemen strategis untuk merespons kebutuhan akan ruang bersama yang inklusif, mudah dijangkau, dan adaptif terhadap dinamika kota. Namun, tidak sedikit ruang publik yang mengalami ketidaksesuaian antara perencanaan dan pemanfaatannya. Salah satu contohnya adalah Taman Film, ruang terbuka publik tematik yang dibangun di bawah kolong Jalan Layang Pasupati. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan dan permasalahan Taman Film menggunakan pendekatan model CIPP ( Context, Input, Process, Produc t). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun taman ini memiliki konsep tematik yang unik, fungsi utamanya sebagai ruang pemutaran film tidak berjalan optimal sejak tahun 2017. Selain itu, pengelolaan yang pasif, kurangnya integrasi spasial dengan jaringan kota, serta minimnya partisipasi komunitas menyebabkan taman kehilangan arah fungsional. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa keberhasilan ruang terbuka publik tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesinambungan pengelolaan dan relevansi sosial ruang tersebut. Rekomendasi diarahkan pada strategi pengelolaan kolaboratif, revitalisasi fasilitas, dan penyesuaian fungsi taman dengan kebutuhan masyarakat. }, issn = {2356-0266}, pages = {171--188} doi = {10.14710/tataloka.28.3.171-188}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/tataloka/article/view/28911} }
Refworks Citation Data :
Ruang terbuka publik memegang peranan penting dalam menciptakan kualitas lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat perkotaan. Dalam konteks Kota Bandung, ruang terbuka publik menjadi elemen strategis untuk merespons kebutuhan akan ruang bersama yang inklusif, mudah dijangkau, dan adaptif terhadap dinamika kota. Namun, tidak sedikit ruang publik yang mengalami ketidaksesuaian antara perencanaan dan pemanfaatannya. Salah satu contohnya adalah Taman Film, ruang terbuka publik tematik yang dibangun di bawah kolong Jalan Layang Pasupati. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan dan permasalahan Taman Film menggunakan pendekatan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun taman ini memiliki konsep tematik yang unik, fungsi utamanya sebagai ruang pemutaran film tidak berjalan optimal sejak tahun 2017. Selain itu, pengelolaan yang pasif, kurangnya integrasi spasial dengan jaringan kota, serta minimnya partisipasi komunitas menyebabkan taman kehilangan arah fungsional. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa keberhasilan ruang terbuka publik tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesinambungan pengelolaan dan relevansi sosial ruang tersebut. Rekomendasi diarahkan pada strategi pengelolaan kolaboratif, revitalisasi fasilitas, dan penyesuaian fungsi taman dengan kebutuhan masyarakat.
Article Metrics:
Last update:
Authors who publish in the Tataloka retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).