PENGEMBANGAN KAWASAN BUDIDAYA JAGUNG UNTUK PENINGKATAN PEREKONOMIAN KABUPATEN PEMALANG

DOI: https://doi.org/10.14710/tataloka.20.3.215-232

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 18-11-2017
Published: 31-08-2018
Section: Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author
Pemalang Regency had low economic rate, based on agriculture sector especially food crop sub-sector with Paddy and Maize as main contributor, had a high paddy fields conversion wich decreased the economic rate through Paddy production decreasement. The main objective of this research were to compose the Maize cultivation area development planning for Pemalang Regency economy improvement. The method used in this research were: mapping the Maize cultivation existing area, land suitability and availability evaluation, analysis of economic, marketing and correlation between Maize production with GDP growth and employment absorption. The results showed that there were about 1,804 ha of exsisting Maize cultivation area and 4,276 ha marginally suitable (S3) potential land. The Maize development were be feasible to be continued. Best benifit obtained from the channel that composed by Farmer-Depot-Industry, it gave lowest margin and highest farmer's share. The Maize market in integrated condition. Allocation potential land and 285.66 ha of Perhutani’s area predicted gave 5.94% of agriculture sector increasement and absorb all unemployment in Pemalang Regency.

Keywords

GDP; Maize development; Unemployment

  1. Eko Fitriono Harimurti 
    Program Studi Ilmu Perencanaan Wilayah, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  2. Khursatul Munibah  Scopus Sinta
    Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  3. Untung Sudadi  Scopus Sinta
    Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  1. Alvionita CA, Hamim H, Sembodo DRJ. 2015. Pengaruh Jenis dan Kerapatan Gulma terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 16(1): 6-13
  2. Amri NA. 2015. Analisis dan Arahan Pengembangan Komoditas Gambir (Uncaria gambier) dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota. [Tesis]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
  3. Ardani N. 2009. Rantai Pasokan Jagung di Daerah Sentra Produksi Indonesia. Jurnal Pangan. 53(8): 73-85.
  4. Arsyad L. 1999. Ekonomi pembangunan.Yogyakarta (ID): Yayasan Keluarga Pahlawan.
  5. [Bappeda Pemalang] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pemalang. 2017. Ringkasan Penggunaan Lahan. Pemalang (ID): Bagian Data dan Informasi Bappeda Kabupaten Pemalang.
  6. Bardani Z, Ismail, Kamarubayana L. 2014. Studi Kelayakan Usahatani Karet (Hevea Brasiliensis) di Desa Bunga Putih Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Agrifor. 8(2):253-262.
  7. Barus B, Panuju DR, Shiddiq D. 2011. Identifikasi Lahan Tersedia dengan Teknologi Informasi Untuk Mendukung Reforma Agraria: Studi Kasus Provinsi Riau dan Jawa Barat. Jurnal Tanah dan Lingkungan. 13(1): 25-34.
  8. [BPS Pemalang] Badan Pusat Statistik Kabupaten Pemalang. 2017. Kabupaten Pemalang dalam Angka 2016. Pemalang (ID): BPS Pemalang.
  9. Cristoporus, Sulaeman. 2009. Analisis Produksi dan Pemasaran Jagung di Desa Labuan Toposo Kecamatan Tawaeli Kabupaten Donggala. Jurnal Agroland. 16(2): 141-147.
  10. Fauziyah. 2011. Integrasi Pasar Ikan Tongkol di PPN Pekalongan dan PPS Nizam Zachman Jakarta. Maspari Journal. 11(3):14-19.
  11. Govind KC, Karki TB, Shrestha J, Achhami BB. Status and Prospects of Maize Research in Nepal. Journal of Maize Research and Development. 1(1):1-9.
  12. Gumma MK, Thenkabail PS, Teluguntla P, Rao MN, Mohammed IA, Whitbread AM. 2016. Mapping Rice-Fallow Cropland Areas for Shortseason Grain Legumes Intensification in South Asia using MODIS 250m Time-Series Data. International Journal of Digital Earth. 9(10): 981-1003.
  13. Hadijah AD. 2009. Identifikasi Kinerja Usahatani Dan Pemasaran Jagung di Nusa Tenggara Barat di dalam Aqil M, Aruan RY, Rahayu NE, Zainudin B. Editor. Prosiding Seminar Nasional Serealia. 2009 Juli 29. Maros, Indonesia. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pertanian Kementerian Pertanian. Hlm. 483-490.
  14. Hardjowigeno S, Widiatmaka. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press.
  15. Innocent WI, Emeruem J, Namene N. 2016. Land Value Dynamics in Khana Local Government Area of Rivers State, Nigeria. The International Journal Of Humanities & Social Studies. 4(8): 113-119.
  16. Jordaan AC, Brost BE, Makguta MA. 2004. Land Value as a Function Distant from CBD, The Case of Suburb of Pretoria. Sajem NS. 2004(3): 532-541.
  17. [Kemendag] Kementerian Perdagangan. 2016. Laporan Akhir: Analisis Rantai Pasok Jagung sebagai Bahan Baku Pakan Ternak. Jakarta (ID): Pusat Pengkajian Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag.
  18. [Kementan] Kementerian Pertanian. 2014. Kajian Hasil Inventarisasi LP2B Kabupaten Pemalang Propinsi Jawa Tengah. Jakarta (ID): Subdit Basis Data Lahan Direktorat Perluasan dan Pengeloaan Lahan Kementan.
  19. [Kementan] Kementerian Pertanian. 2016. Outlook Komoditas Pertanian Subsektor Tamanan Pangan.Jakarta (ID): Pusat Data dan Informasi Sistem Pernatian, Kementan.
  20. [Kementan] Kementerian Pertanian. 2017. Fokus Program dan Kegiatan Badan Litbang Pertanian Pengembangan Lahan Sub Optimal.Jakarta (ID): Pusat Data dan Informasi Sistem Pernatian, Kementan.
  21. Kusnanto H, Oktaviani R, Sinaga BM, Firdaus M. 2012. Reindustrialisasi dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Makro serta Kinerja Sektor Industri di Indonesia. Jurnal Riset Industri. 6(1): 97-115.
  22. Lee JH, Hwang S. 2014. The Analysis of Distribution and Marketing Margin of Agricultural Products under Different Supply Chains in Korea: In Case of Chinese Cabbage. The International Workshop of SARD (The Society of Asian Retail and Distribution). Bangkok (TH): Kasetsart University.
  23. Mazvimbakupa F, Thembinkosi A, Mabhaudhi T. 2015. Seed Quality and Water Use Characteristics of Maize Landraces Compared with Selected Commercial Hybrids. Chilean JAR. 75(1): 13-20.
  24. Nahdi Z, Hendro HHS, Supriyo H, Solekhan. 2014. Implementasi SIG Untuk Inventarisasi Data Komoditas Pertanian dan Informasi Kondisi Lahan di Kabupaten Kudus. Jurnal Pertanian. 17(1): 79-89.
  25. Nowar W, Baskoro DPT, Tjahjono B. 2015. Analisis Kesesuaian Lahan Komoditas Unggulan dan Arahan Pengembangannya di Wilayah Kabupaten Cianjur. Tataloka. 17(2):87-98.
  26. Nurdina S, Widiatmaka, Munibah K. 2016. Perencanaan Pengembangan Lahan Sawah di Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 6(1): 1-12.
  27. Oktaviana N, Mulya S, Handayani, Susi, Ani SW. 2008. Analisis Usahatani Kentang (Solanum tuberosum) Var. Atlantik di Gapoktan Barisan Sari Kecamatan Getasan Kab. Semarang. Jurnal Agroland. 15(4):51-56.
  28. Paul S, Uebele M. 2013. Rural Infrastructure and Agricultural Market Integration in the United States: A long run perspective. Discussion Papers on Business and Economics 10. Odense (DK) : Department of Business and Economics Faculty of Social Sciences University of Southern Denmark.
  29. Perera KTGK, Weerasinghe TK. 2014. A Study on the Impacts of Corn cultivation (Zea mays) Family Poaceae on the Properties of Soil. International Journal Scientific and Research Publications. 4(7): 1-6.
  30. [Perhutani] Perusahaan Hutan Negara Indonesia. 2009. Keputusan Direksi Perum Perhutani Nomor 682/Kpts/Dir/2009 tentang Pedoman Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat. Jakarta (ID): Perhutani.
  31. Ponto SO, Kamenaung A, Wauran P. 2015. Analisis Korelasi Sektor Pertanian Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jurnal Efisiensi 15(4): 137-147.
  32. Purba J. 2017. Analisis Komoditas Unggulan dan Arahan Rencana serta Strategi Pengembangannya di Pakpak Bharat Sumatera Utara. [Tesis]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
  33. Purwanto EA. 2007. Mengkaji Potensi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk Pembuatan Kebiiakan Anti Kemiskinan di Indonesia. Jurnal.Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.10(3): 295-324.
  34. Rustiadi E, Saefulhakim S, Panuju DR. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta (ID): Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  35. Samijan, Budi SC, Joko TP, Ekaningtyas K, Priastuti TR, Bahri S. 2010. Rekomendasi Paket Teknlogi Pertanian Jawa Tengah. Semarang (ID): Dinas Tanaman Pangan Propinsi Jawa Tengah.
  36. Sari MG. 2015. Perencanaan Pengembangan Kawasan Budidaya Jagung Sebagai Bahan Baku Pakan di Kabupaten Ciamis. [Tesis]: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
  37. [Setda Pemalang] Sekretariat Daerah Kabupaten Pemalang. 2011. Peraturan Bupati Pemalang Nomor 3 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Pemalang Tahun 2011-2031. Pemalang (ID): Setda Pemalang.
  38. Sitorus SRP. 2004. Evaluasi Sumberdaya Lahan. Bandung (ID): Tarsito.
  39. Suryaningsih, Martin J, Darmadi K. 2011. Inventarisasi Gulma pada Tanaman Jagung (Zea mays) di Lahan Sawah Kelurahan Padang Galak, Denpasar Timur. Jurnal Simbiosis 1(1): 1-8.
  40. Soekartawi. 2006. Agribisnis: Teori dan Aplikasinya. Jakarta (ID): PT. Raja Grafindo Persada.
  41. Suryaningsih, Martin J, Darmadi K. 2011. Inventarisasi Gulma pada Tanaman Jagung (Zea mays) di Lahan Sawah Kelurahan Padang Galak, Denpasar Timur, Provinsi Bali. Jurnal Simbiosis 1(1): 1-8.
  42. Suryanto, Aryono WB, Sabarnurdin S. 2006. Fallow Land Model in Agroforestry Systems. Journal Tropical Forest Management. 12 (2):15-26
  43. Suwarti, Efendi R, Azrai M, Thahir M. 2013. Pertumbuhan, Hasil dan Indeks Sensitivitas Tanaman Jagung Terhadap Cekaman Genangan Air. Seminar Nasional Serealia. 169-180.
  44. Tahir AG, Suddin AF. 2017. Analisis Pendapatan Usahatani Jagung Pada Lahan Sawah dan Tegalan di Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Jurnal Galung Tropika. 6(1): 1 – 11.
  45. Tshiabukole JPK, Kankolongo AM, Khonde GP, Djamba AM, Vumilia RK, Nkongolo K. 2017. Analysis of Adaptive Response of Maize (Zea mays) Varieties from DR-Congo to Water Stress. American Journal of Plant Sciences. 2017(8): 2282-2295.
  46. Umikalsum RA. 2013. Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Ekonomi Usahatani Padi di Daerah Agropolitan Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Palembang. Jurnal Ilmiah Agriba.1(1): 14-21.
  47. Wida ER, Irianto H, Anam C. 2015. Kajian Identifikasi Pangan Pokok Berbasis Kearifan Lokal pada Rumah Tangga Prasejahtera di Jawa Tengah. Jurnal Agriekonomika. 4(1):66-78.
  48. Widiastuti N, Hasirudin M. 2013. Saluran dan Marjin Pemasaran Jagung di Kabupaten Grobogan. Jurnal Sepa. 9(2): 231-240.
  49. Widiatmaka, Ambarwulan, MJY, Purwanto Y, Setiawan, Efendi H. 2015. Daya dukung lingkungan berbasis Kemampuan Lahan di Tuban Jawa Timur. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 22(2): 247-259.
  50. Wirosoedarmo R, Sutanhaji AT, Kumiati E, Wijayanti R. 2011. Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman jagung menggunakan metode analisis spasial. Jurnal Agritech. 31(1): 71-78.
  51. Yuprin AD. 2009. Analisis Pemasaran Karet di Kabupaten Kapuas. Jurnal Wacana.12(3): 519-538.
  52. Zamhari A. 2017. Analisis Komoditas Unggulan dan Arahan Rencana Pengembangannya di Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan. Tataloka. 19(3): 218-229.