KETERKAITAN DANA DESA TERHADAP KEMISKINAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA

*Adi Artino -  Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan Sekolah Pascasarjana IPB, Indonesia
Bambang Juanda -  Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan Sekolah Pascasarjana IPB, Indonesia
Sri Mulatsih -  Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan Sekolah Pascasarjana IPB, Indonesia
Received: 23 Jul 2017; Published: 31 Aug 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Poverty is one of the indicator of development performance, in terms of community welfare. Cause of  poverty due to uneven distribution of income  and inequality of development. Village funding programs for each village provide positive implications for community welfare. This study aims to see the relationship of village funds to poverty in North Lombok Regency. The method used is geographically weighted regression (GWR). Village funds can reduce poverty in each village in North Lombok Regency, but it does not have a significant effect in reducing poverty because the resulting model is still influenced by other variables outside the model. The variable coefficient of the number of bachelor and paddy fields in each village can reduce poverty and some can increase poverty. So there is a need for policy variation to reduce poverty in each village.

Keywords
village funds; poverty, spatial autocorrelation

Article Metrics:

  1. [BPS] Badan Pusat Statistik. 2016. Jumlah Penduduk Miskin menurut Provinsi dari Tahun 2013 – 2016. [diunduh pada 2016 Oktober 10]. Tersedia pada: https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1119.
  2. [BPS] Badan Pusat Statistik. 2016. Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Lombok Utara periode 2010 – 2015. [diunduh pada 2016 Oktober 10]. Tersedia pada:https://lombokutarakab.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/219.
  3. Hafsah. M.J. 2008. Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Masyarakat. Iris Press. Bandung.
  4. Irawan, Evi, Nana H, Eko P. 2013. Pola Spasial Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah: Suatu Analisis Eksploratif. Jurnal. Surakarta.
  5. Lee J, Wong DWS. 2001. Statistical Analysis ArcView GIS. New York: John Wiley & Sons, Inc
  6. Nurwati, N. 2008. Kemiskinan: Model Pengukuran, Permasalahan dan Alternatif Kebijakan. Jurnal Kependudukan Padjajaran. Bandung
  7. Sayogyo. 1977. Garis Kemiskinan dan Kebutuhan Minimum Pangan. 22 Tahun Studi Pembangunan Pengurangan Kemiskinan, Pembangunan Agribisnis dan Revitalisasi Pertanian. Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan. LPPM-Institut Pertanian Bogor.
  8. Syafitri, Utami D, Bagus S, dan Salamatuttazil. 2008. Pengujian Autokorelasi terhadap Sisaan Model Spatial Logistik. Jurnal. Universitas Negeri Yogyakarta.
  9. [TNP2K] Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 2016. Data Jumlah Individu dan Rumah Tangga Miskin di Kabupaten Lombok Utara. Jakarta
  10. Pratama, Citra Y. 2014. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Bisnis dan Manajemen. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.