skip to main content

Pemanfaatan ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzodes L.) sebagai Anestesi dalam transportasi Ikan Mas (Cyprinus carpio) Ukuran Konsumsi

Departement of Aquaculture, Universitas Diponegoro, Jl.Prof.Sudarto,SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Open Access Copyright 2022 Ismayanti Nur Syamsiyah, Diana Chilmawati, Rosa Amalia

Citation Format:
Abstract

Faktor penting dalam penyediaan induk maupun benih untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan keberhasilan dalam budidaya ikan mas adalah transportasi ikan hidup. Permasalahan yang sering dihadapi oleh pembudidaya adalah dalam pengiriman benih mas adalah kelulushidupan (SR) yang rendah akibat perubahan mutu air selama pengangkutan. Sistem transportasi ikan dibagi menjadi dua jenis yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu proses awal untuk melakukan transportasi ikan hidup adalah pemingsanan/anestesi ikan dengan menggunakan zat anestetik. Namun penggunaan zat anestetik sintesis akan menimbulkan efek negatif pada ikan dan juga manusia yang mengkonsumsi. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh ekstrak daun bandotan sebagai anestesi dalam transportasi ikan mas, terhadap kelulushidupan dan glukosa darah ikan mas dalam transportasi, dan menentukan dosis yang terbaik digunakan pada pembiusan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental. Penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan dosis daun bandotan 0 ml/L (sebagai kontrol), 3 ml/L, 6 ml/L, 9 ml/L. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun bandotan sebagai anestesi dalam transportasi memberikan pengaruh nyata terhadap masa induksi, masa sedasi, kadar glukosa darah, dan kelulushidupan ikan mas (C. carpio); dosis ekstrak daun bandotan (A. conyzoides) yang optimal dalam transportasi ikan mas (C. carpio) yaitu pada perlakuan B (3 ml/L); ekstrak daun bandotan mengakibatkan menurunnya kadar glukosa darah pada ikan dan kelulushidupan setelah transportasi sebesar 46,67±11,55 - 93,33±11,55, kelulushidupan selama pemeliharaan sebesar 55 55,56±9,62 - 9,62±20,00.

Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.