PROSES PARTISIPATIF PENYUSUNAN DESAIN WISATA INDUSTRI BATU BATA DI DESA SRIMULYO, KECAMATAN GONDANG, KABUPATEN SRAGEN

*Retno Susanti scopus  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Djoko Suwandono  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Mussadun Mussadun  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 Jul 2019; Published: 24 Oct 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 81 131
Abstract

Salah satu elemen penting dalam proses merencanakan pembangunan adalah adanya partisipas masyarakat. Hal ini disebabkan oleh karena masyarakat paling memahami kondisi, potensi dan permasalahan dari obyek pembangunan tersebut. Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen menjadi desa yang menjadi lokasi penyusunan rancangan kawasan. Desa Srimulyo sangat berpotensi untuk menjadi wisata industri batu bata. Dalam proses perancangan, proses partisipatif digunakan untuk menjaring dan mendapatkan umpan balik dari masyarakat setempat. Tujuan paper ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan dan menganalisis proses partisipatif penyusunan desain wisata industri batu bata di Desa Srimulyo, melalui konfirmasi dengan teori tingkatan partisipasi masyarakat. Desain yang dihasilkan menjadi produk pengabdian yang diserahkan kepada masyarakat Desa Srimulyo.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dan metode kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif yaitu dengan cara mengidentifikasi setiap tahapan proses penyusunan desain dengan menggunakan teori sebagai alat untuk mengkonfirmasi proses partisipatif yang digunakan. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa proses penyusunan desain wisata Industri Batu Bata Desa Srimulyo pada beberapa tahapan proses desain telah menggunakan perencanaan partisipatif. Diantaranya adalah pada tahapan Persiapan Pengumpulan Data, Tahapan Pengumpulan Data, Perumusan Konsep Desain dan Workshop Hasil Desain.

Article Metrics:

  1. Abe, A. (2005). Perencanaan Daerah Partisipatif (Pembaruan). Yogyakarta.
  2. Arnstein. (1969). Arnstein’s ladder of citizen participation a critical discussion, (January).
  3. Ashari, M. (2015). Analisis Perencanaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Lombok Utara (studi kasus Perencanaan Partisipatif tahun 2009-2013). Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, vol 6 no 2, 163–180.
  4. Azlina, W., Ismail, W., & Said, I. (2015). Asia Pacific International Conference on Environment-Behaviour Studies Integrating the Community in Urban Design and Planning of Public Spaces : A review in Malaysian cities. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 168, 357–364. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.10.241
  5. Bappenas. (2005). Pedoman Koordinasi Perencanaan Pembangunan
  6. Nasional Tahun 2005. Jakarta.
  7. Conyers, D dan Hill, P. (1984). An introduction to development planning in the third world. online submission, 4(4). https://doi.org/https://doi.org/10.1002/pad.4230040416
  8. Craig, O., Gaudette, I., Sène, M., & Gilbert, P. (2015). Participatory Urban Planning “ planning the city with and for its citizens.” the Montréal Urban Ecology Centre (MUEC).
  9. Creighton, J. L. (2005). The public participation handbook (making better decisions through citizen involvement. San Francisco: Jossey-Bass A Wiley Imprint.
  10. Dede, O. M., Dİkmen, Ç. B., & Ayten, A. M. (2012). A new approach for participative urban design : An urban design study of Cumhuriyet urban square in Yozgat Turkey, 5(5), 122–131. https://doi.org/10.5897/JGRP11.129
  11. Depari, E. (1978). Peranan komunikasi massa dalam pembangunan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  12. Ekowati, M. R. . (2009). Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi Kebijakan atau Program. Surakarta: Pustaka Caraka.
  13. Gunton, T. (2016). The theory and practice of collaborative planning in resource and environmental management, 31 no 2(November).
  14. Hadi, S. (2001). Dimensi Lingkungan Perencanaan Pembangunan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  15. Kholil. (2005). Rekayasa Model Sistem Dinamik Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Nirlimbah (zerowaste) studi kasus di Jakarta Selatan. Institut Pertanian Bogor.
  16. Krek, D. I. A., Haringer, J., Iii, S., & Salzburg, A. (2005). Rational Ignorance of the Citizens in Public Participatory Planning Alenka Krek, 1–6.
  17. Mardijono. (2008). Persepsi dan partisipasi nelayan terhadap pengelolaan kawasan konservasi laut kota batam. Universitas Diponegoro.
  18. Nasdian, F. T. (2006). Pengembangan Masyarakat (Community Development). Bogor:Bagian Sosiologi Pedesaan dan Pengembangan Masyarakat.
  19. Paselle, E. (2009). Perencanaan Pembangunan Partisipatif: Studi Tentang Efektivitas Musrenbang Kec. Muara Badak Kab.Kutai Kartanegara. Jurnal Paradigma, Vol 2 no 1, 10–25.
  20. Sanders, E. B. & S. (2002). From User-Centered to Participatory Design Approaches Elizabeth B.-N. Sanders SonicRim. In Design and the Social Sciences. J.Frascara (Ed.), Taylor & Francis Books Limited, 2002.
  21. Siagian, S. (2008). Filsafat Administrasi. Jakarta: Bumi Aksara.
  22. Sigalingging, A. H. (2014). Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan (studi kasus pada Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi). Jurnal Administrasi Publik Public Administration, 2(2), 116–145.
  23. Suciati. (2006). Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan Rencana Umum Tata Ruang Kota Pati. Universitas Diponegoro.
  24. Sururi, A. (2016). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak. Jurnal Administrasi Negara, 3 Nomor 2, 1–25.