skip to main content

PEMANFAATAN AIR HUJAN MELALUI TEKNOLOGI RAINWATER HARVESTING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENGGUNAAN AIR BERSIH PADA PABRIK TAHU SEHAT SARI

*Taufik Hidayat  -  Department of Naval Architecture , Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Lativa Mutiara Nizar  -  Department of Naval Architecture , Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Vira Salsabila Syah Fitri  -  Department of Naval Architecture , Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Cinta Nabilla Zahirra  -  Department of Naval Architecture , Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Muhammad Hilmi Hibatullah  -  Department of Naval Architecture , Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Moh Djaeni  -  Department of Chemical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Department of Naval Architecture , Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten dikenal memiliki potensi sumber daya air yang melimpah, namun beberapa tahun terakhir debit mata air di kawasan tersebut mengalami penurunan akibat eksploitasi air tanah oleh permukiman dan industri di sekitarnya, sejalan dengan meluasnya krisis air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Klaten. Salah satu unit usaha yang terdampak adalah Pabrik Tahu Sehat Sari, yang seluruh kebutuhan airnya (±227.200 liter/hari) masih bergantung sepenuhnya pada satu sumur artesis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merancang sistem rainwater harvesting (RWH) sebagai sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan domestik pekerja pabrik. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi eksisting, analisis data curah hujan sekunder Stasiun Klaten KBB periode 2021–2023, perhitungan potensi tampungan air hujan menggunakan luas atap 470 m² dan koefisien limpasan 0,90, perancangan sistem penangkapan-penyaringan-penyimpanan, serta penyusunan rencana anggaran biaya. Hasil kegiatan menunjukkan potensi air hujan yang dapat dipanen mencapai 816,42 m³/tahun, mampu memenuhi sekitar 60% kebutuhan air domestik 88 pekerja melalui tangki penampung berkapasitas 60 m³, dengan estimasi investasi awal Rp68.710.000 dan biaya operasional Rp980.482/tahun. Meskipun secara ekonomi biaya air hujan per meter kubik lebih tinggi dibandingkan air sumur artesis, sistem ini memberikan manfaat non-ekonomi berupa ketahanan pasokan air pada musim kemarau dan pengurangan tekanan eksploitasi air tanah desa.

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.