skip to main content

REVOLUSI BUDIDAYA KERANG HIJAU: MEMBANGUN RESILIENSI EKOLOGIS DAN EKONOMI PESISIR YANG BERKELANJUTAN

*Restiana Wisnu Ariyati orcid scopus  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Lestari Lakhsmi Widowati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Rejeki  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Wisnu Pradoto  -  , Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Nggojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat pesisir yang terdampak abrasi dan kehilangan lahan budidaya. Program ini bertujuan memberikan pendampingan teknis mengenai teknik pengumpulan spat kerang hijau, pengelolaan fase pembesaran, serta praktik pemanenan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Lingkup pelaksanaan mencakup survei kesesuaian perairan, sosialisasi, pelatihan teknis, pemasangan konstruksi budidaya, serta monitoring selama tiga bulan. Metode yang diterapkan berupa observasi lapangan, penyuluhan partisipatif, dan praktik langsung bersama kelompok mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perairan Nggojoyo cukup mendukung perekrutan spat alami; spat berukuran 1–1,5 cm ditemukan menempel sejak bulan pertama. Masyarakat mampu mengikuti seluruh proses dengan baik dan menunjukkan minat kuat terhadap pengembangan budidaya ini. Panen parsial pada Agustus 2025 menghasilkan sekitar 200 kg kerang hijau berukuran konsumsi, menandakan bahwa teknologi yang diperkenalkan berjalan efektif di lokasi tersebut. Beberapa kendala seperti kekeruhan air, biofouling, dan keterbatasan monitoring tetap muncul, tetapi dapat dikelola melalui perbaikan teknis. Secara keseluruhan, program ini meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir dalam budidaya kerang hijau dan memberikan dasar bagi pengembangan usaha yang lebih berkelanjutan.
Funding: Universitas Diponegoro under contract 274-036/UN7.D2/PMIV/2025

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak. (2016). Demak Dalam Angka. Pemerintah Daerah Kabupaten Demak
  2. Bosma, R. H., Nguyen, T. H., Siahainenia, A. J., Tran, H. T. P., & Tran, H. N. (2016). Shrimp-based livelihoods in mangrove silvo-aquaculture farming systems. Reviews in Aquaculture, 8(1), 43-60. https://doi.org/10.1111/raq.12072
  3. Lal, M. M., Bosserelle, C., Kishore, P., & Southgate, P. C. (2020). Understanding marine larval dispersal in a broadcast-spawning invertebrate: A dispersal modelling approach for optimising spat collection of the Fijian black-lip pearl oyster Pinctada margaritifera. PloS one, 15(6), e0234605. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0234605
  4. Mafambissa, M., Lindegarth, S., Lindegarth, M., & Macia, A. (2024). Experimental spat collection of the pearl and rocky shore oysters on ceramic tile substrates. Aquaculture Reports, 36, 102089. https://doi.org/10.1016/j.aqrep.2024.102089
  5. Sievers, M., Dempster, T., Keough, M. J., & Fitridge, I. (2019). Methods to prevent and treat biofouling in shellfish aquaculture. Aquaculture, 505, 263-270. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2019.02.071
  6. Wetlands International. (2025). Membangun Bersama Alam: Tambak Terhubung Mangrove. https://indonesia.wetlands.org/id/blog/membangun-bersama-alam-tambak-terhubung-mangrove/ diakses pada 26 November 2025
  7. WWF Indonesia. (2015). Budidaya Kerang Hijau. http://www.wwf.id/id/blog/bmp-budidaya-kerang-hijau diakses pada 26 November 2025
  8. Yaqin, K., Fachruddin, L., & Rahim, S. R. (2018). Peningkatan Stok Kerang Hijau dengan Sistem Longline di Perairan Pantai Desa Mandalle Kabupaaten Pangkajene Kepulauan. Jurnal Panrita Abdi, 2(1), 48 – 54

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.