skip to main content

Pemanfaatan Nasi Basi Sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) Untuk Pembuatan Pupuk Cair Organik di Desa Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang

*Fahmi Arifan  -  Departement of Industrial Technology, Vocational School, Diponegoro University, Indonesia
Wilis Ari Setyati  -  Deoartment of Fishery Faculty, Diponegoro University, Indonesia
Wisnu Broto  -  Departement of Industrial Technology, Vocational School, Diponegoro University, Indonesia
Aprilia Larasati Dewi  -  Departement of Industrial Technology, Vocational School, Diponegoro University, Indonesia
Open Access Copyright 2020 Jurnal Pengabdian Vokasi

Citation Format:
Abstract

Abstrak

Desa Mendongan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Masyarakat Desa Mendongan masih banyak yang belum memanfaatkan sampah organik menjadi sesuatu yang mempunyai daya guna. Banyak sampah yang menumpuk di pinggir jalan apabila tidak diangkut oleh petugas yang mengangkut sampah. Limbah sisa rumah tangga khususnya nasi basi setiap hari semakin meningkat dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk. Solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah peningkatan jumlah limbah sisa rumah tangga adalah dengan cara mengolah limbah dari sumbernya sehingga dapat mengurangi volume limbah tersebut. Salah satunya yang dapat dilakukan adalah dengan mengaplikasikan nasi basi sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal). Penelitian ini bertujuan untuk membuat MOL (Mikro Organisme Lokal) yang berasal dari limbah nasi basi sebagai pupuk organik cair. MOL (Mikro Organisme Lokal) yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa MOL berhasil dengan ciri-ciri MOL berwarna putih keruh, memiliki bau seperti tapai yang merupakan indikator terjadinya fermentasi, dan memiliki pH 3 yang berarti asam akibat adanya dekomposisi bahan organik.

 

 

Keywords: Kata Kunci: Desa Mendongan, Nasi Basi, MOL, Dekomposisi

Article Metrics:

  1. Kochakinezhad, H., Gh. Peyvast, A. K. Kashi, J. A. Olfati, dan A. Asadii. 2012. A comparison of organic and chemical fertilizers for tomato production. J. Organic System, 7 (2) : 14 – 25
  2. Mulyono. 2016. Membuat Mikroorganisme Lokal (MOL) & Kompos dari Sampah Rumah Tangga. AgroMedia Pustaka, Jakarta
  3. Nisa, K. 2016. Memproduksi Kompos dan Mikro Organisme Lokal (MOL). Bibit Publisher, Depok
  4. Prasetyo, M. N., N. Sari, dan C. S. Budiyati. 2012. Pembuatan kecap dari ikan gabus secara hidrolisis enzimatis menggunakan sari nanas. J. Teknologi Kimia dan Industri, 1 (1) : 270 – 277
  5. Rahmah, A., M. Izzati dan S. Parman. 2014. Pengaruh pupuk organik cair berbahan dasar limbah sawi putih (Brassica chinensis L.) terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays L. var. Saccharata). J. Anatomi dan Fisiologi, 22 (1) : 65 – 71
  6. Suhastyo, A. A., I. Anas, D. A. Santosa, dan Y. Lestari. 2013. Studi mikrobiologi dan sifat kimia mikroorganisme lokal (MOL) yang digunakan pada budidaya padi metode SRI (system of rice intensification). J. Sainteks, 10 (2) : 29 – 39
  7. Suiatna, U. 2010. Bertani Padi Organik Pola Tanam Sri. Padi Bandung, Bandung
  8. Sunarsih, L. E. 2018. Penanggulangan Limbah. Deepublish, Yogyakarta

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.