BibTex Citation Data :
@article{JPHCS27852, author = {Hanifah Nabilla and Alifiani Nurilmi and Aurelia Asra and Angelica Oroh and Syaima Ramadhani and Rina Agustini and Lies Permana and Annisa Nurrachmawati and Alma Feriyanti and Mohammad Fikri}, title = {Penyuluhan Bahaya DBD dan Pencegahan 3M Plus di SDN 003 Sungai Pinang Dalam, Kota Samarinda}, journal = {Journal of Public Health and Community Service}, volume = {5}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {DBD; 3M PLUS; penyuluhan kesehatan}, abstract = { Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Kota Samarinda, khususnya di Kecamatan Sungai Pinang Dalam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, self-efficacy, dan kemampuan observasi lingkungan fisik pada 31 siswa kelas 5 SDN 003 Sungai Pinang Dalam terkait bahaya DBD dan pencegahannya melalui metode 3M Plus. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, permainan edukatif, dan demonstrasi pemeriksaan jentik. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 5,2 menjadi 8,4, serta tingkat self-efficacy yang tinggi (48,4%). Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku preventif siswa terhadap DBD. Sebagai tindak lanjut, disarankan membentuk Kader Jumantik Cilik sebagai agen pemantauan jentik secara berkala, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan rumah yang bebas jentik, guna memperkuat keberlanjutan program pencegahan DBD. }, issn = {2829-4289}, pages = {13--18} doi = {10.14710/jphcs.2026.27852}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jphcs/article/view/27852} }
Refworks Citation Data :
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Kota Samarinda, khususnya di Kecamatan Sungai Pinang Dalam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, self-efficacy, dan kemampuan observasi lingkungan fisik pada 31 siswa kelas 5 SDN 003 Sungai Pinang Dalam terkait bahaya DBD dan pencegahannya melalui metode 3M Plus. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, permainan edukatif, dan demonstrasi pemeriksaan jentik. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 5,2 menjadi 8,4, serta tingkat self-efficacy yang tinggi (48,4%). Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku preventif siswa terhadap DBD. Sebagai tindak lanjut, disarankan membentuk Kader Jumantik Cilik sebagai agen pemantauan jentik secara berkala, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan rumah yang bebas jentik, guna memperkuat keberlanjutan program pencegahan DBD.
Article Metrics:
Last update:
Journal of Public Health and Comunity Service by Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro is licensed under CC BY-SA 4.0