Respon pertumbuhan true shallot seed beberapa varietas bawang merah (Allium cepa l.) terhadap aplikasi giberelin

Intan Shofa Elshyana, Dwi Retno Lukiwati, Karno Karno


DOI: https://doi.org/10.14710/joac.3.3.114-123

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan beberapa varietas benih bawang merah terhadap beberapa dosis GA3 terhadap pertumbuhan bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 Maret – 6 Juli 2018 di Screen HouseAgroecotechnopark dan Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian ini akan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial 4x3 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama yaitu dosis GA3 terhadap terdiri atas 4 taraf yaitu M0: 0 ppm, M1: 50 pm, M2:100 ppm dan M3: 200 ppm. Faktor kedua yaitubeberapa varietas benih bawang merah terdiri atas 3 taraf yaitu V1: Bima, V2: Tutuk dan V3: Lokananta. Parameter yang diamati yaitu Indek vigor, daya kecambah, potensi tumbuh maksimum, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan berat basah total tanaman. Data dianalisis ragam dan diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis GA3 100 ppm dengan varietas Lokananta memberikan hasil nyata lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya, pada parameter indeks vigor dan daya kecambah. Perlakuan dosis GA3 50 ppm dengan varietas tuktuk memberikan hasil nyata lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya, pada jumlah daun dan anakan bawang merah.

Kata Kunci : Allium cepa L.,true shallot seed, giberelin, pertumbuhan. 


Full Text:

PDF

References


Asra, R. 2014. Pengaruh hormon giberelin terhadap daya kecambah dan vigoritas Calopogonium caeruleum. J. Biospecies. 7(1) 29-33

Badrudin, U., Sunarto dan P. Hidayat. 2007. Pertumbuhan produksi enam genotype bawang merah yang diperlakukan dengan variasi pupuk K dan saat panen. J. Agrin. 11(2) : 120-129.

Barson, Mariati dan Rosita. 2015. Produksi biji bawang merah samosir aksesi simanindo terhadap konsentrasi GA3 dan lama perendaman di dataran tinggi samosir. J. Agrotech 3 (3) : 1147-1146.

Deden dan U. Trisnaningsih. 2018. Pengaruh giberelin dan urin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. J. Agrosintesa 1(1): 18-29

Deninta, N., T. M. Onggo dan Kusumiyati. 2017. Pengaruh berbagai konsentrasi dan aplikasi metode hormon GA3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli kultivar lucky. J. Agrikultur. 28(1) : 9 -14.

Haq, M. M. N., dan I. Iskandar. 2014. Respon beberapa varietas bawang merah dan lamanya perendaman GA3 terhadap pertumbuhan dan hasil. J Agritop : 41- 50

Jasmi, E. Sulistyaningsih dan D. Indradewa. 2013. Pengaruh varietas umbi terhadap pertumbuhan, hasil dan perkembangan bawang merah di dataran rendah. J. I. Pert. 16 (1) : 42-57.

Maria T., B. Maysiak and M. Krawic. 2013. The effect of storage temperature of stacking bulbs on seed stalk development and seed yield of shallot. Acta 66 (3): 41-48

Maryani, A. T., dan Irfandi. 2008. Pengaruh skarifikasi dan pemberian giberellin terhadap perkecambahan benih aren. J. Sagu 7 (1): 1-16.

Panca, P. S., A. Rasyad, dan Nurbaiti. 2016. Respon beberapa varietas kedelai terhadap pemberian giberelin. J. Faperta 1 (2)

Pandiangan, E., Mariati dan J. Ginting. 2015. Respon pertumbuhan hasil biji bawang merah terhadap aplikasi GA3 dan fosfor. J. Agrotek 3 (3): 1153-1158.

Rosliani, R., Y. Hilman, I. M. Hidayat, dan I. Sulistriani. 2014. Teknik produksi umbi mini bawang merah asal biji dengan jenis media tanam dan dosis NPK yang tepat di dataran rendah. Jurnal Horti. 24 (23) : 239-248.

Sitanggang, A., Islan, dan S. I. Saputra. 2015. Pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan zat pengatur tumbuh giberelin terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika. J. Faperta 2 (1)

Sorensen, A., Mariati dan A.M. Siregar. 2015. Tanggap pertumbuhan vegetatif dan generatif bawang merah terhadap konsentrasi dan lama perendaman GA3 di dataran rendah. J. Agroekotek 3 (1) : 310-219

Sumarni, N., E. Sumiati dan Suwandi. 2010. Pengaruh kerapatan tanaman dan aplikasi zat pengatur tumbuh terhadap produksi umbi bibit bawang merah asal biji kultivar bima. J. Horti 15 (3): 208-214.

Sumarni, N., R. Rosliani, dan Suwandi. 2012. Optimalisasi jarak tanam dan dosis pupuk NPK untuk produksi bawang merah dari benih umbi mini dari dataran tinggi. J. Horti 22 (2): 148-155

Supardy, E. Adelina, dan U. Made. 2016. Pengaruh lama perendaman dan konsntrasi giberelin (GA3) terhadap viabilitas benih kakao. J. Agrotekbis 2 (3) : 425-430

Sutapraja, H. 2007. Pengaruh naungan plastik transparan, kerapan tanaman dan dosis N terhadap produksi dan biaya produksi umbi mini asal biji bawang merah. Balai Penelitian Tanman Sayur

Widiarti, W., I. Wijaya, dan Umarie. 2017. Optimalisasi teknologi produksi true shallot seed bawang merah. J. Agritrop 15 (2) : 203-216

Wulandari, A., D. Purnomo, dan Supriyono. 2014. Potensi biji botani bawang merah (True Shallot Seed) sebagai bahan tanaman budidaya bawang merah di Indonesia 2(1) : 28-36.




View JOAC Stats

 

ISSN 2597-4386 (media online)

JOAC is published by Department of Agriculture, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Indonesia

 

Creative Commons License
JOAC is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.