Efektivitas pelapisan benih kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) menggunakan kombinasi jenis bahan pelapis dengan ekstrak biji selasih dan wadah simpan berbeda

Anggih Noor Alamsyah, Widyati Slamet, Florentina Kusmiyati


DOI: https://doi.org/10.14710/joac.1.3.85-93

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mempertahankan kualitas viabilitas benih kelengkeng selama 30 hari penyimpanan dengan kombinasi jenis bahan pelapis yang ditambahkan ekstrak biji selasih dengan wadah simpan yang berbeda. Penelitian menggunakan rancangan rancangan acak lengkap pola faktorial 4x3 dengan 4 kali ulangan, faktor pertama yaitu pengaruh pelapisan (T) dengan perlakuan T1 (kontrol), T2 (Arabic gum + ekstrak biji selasih), T3 (Alginat + ekstrak biji selasih), T4 (Carboxyl Methyl cellulose + ekstrak biji selasih). Faktor kedua wadah simpan (P) yaitu kertas buram coklat (P1), plastik poripropilen (P2), dan aluminium foil (P3). Parameter pengamatan berupa kadar air benih, daya kecambah, indeks vigor, dan potensi tumbuh maksimum. Data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan formulasi pelapisan CMC dengan ekstrak biji selasih pada wadah simpan alumunium foil dapat mempertahankan viabilitas benih kelengkeng selama penyimpanan yang paling baik dengan hasil kadar air benih kelengkeng pada perlakuan tersebut yaitu sebesar 47,68 %, daya berkecambah 83,75 %, indeks vigor benih 53,75 % dan potensi tumbuh maksimum yaitu sebesar 90 %.

Full Text:

PDF

References


Badan Karantina Pertanian (Barantan). 2014. Laporan Tahunan Badan Karantina Pertanian Tahun 2013. Jakarta.

Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya. 2014. Laporan Tahunan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Tahun 2013. Surabaya.

Bradford, K.J dan H. Nonogaki. 2007. Seed development, dormancy, and germination. Blackwell. Oxford.

Chuansin, S., S. Vearaslip, S. Srichuwong, E.Pawelzik. 2006. Selection of Packaging Materials for Soybean seed storage. (Online) http://www.tropentang.de/2006/abstract/full/229.pdf [15 Maret 2017].

Copeland, L.O., and M.B. McDonald. 1995. Principles of Seed Science and Technology, 3rd edition. Chapman and Hall. New York.

Dita, F.S. 2011. Pemanfaatan Rimpang Jahe dalam Penyimpanan Benih Lengkeng (Dimocarpus longan Lour). Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Skripsi:tidak dipublikasikan.

Esti R. dan E. Widajati. 2007. Pengaruh kemasan, kondisi ruang simpan dan periode simpan terhadap viabilitas benih caisin (Brassica chinensis L.). J. Agron. Indonesia 35 (3) : 191 – 196.

Harmely, F., D. Chris, dan S. Y. Wisnu. 2014. Formulasi dan evaluasi sediaan edible film dari ekstrak daun kemangi (Ocimum americanum L.) sebagai penyegar mulut. Jurnal Sains Farmasi dan Klinis 1 (1) : 38-47.

Heri S. 2013. Pengaruh beberapa perlakuan penyimpanan terhadap perkecambahan benih suren (Toona sureni). Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea 2 (1) : 26-40.

Ilyas, S. 2012. Ilmu dan Teknologi Benih. Teori dan Hasil-hasil Penelitian. IPB Press. Bogor.

Kuswanto, H. 2003. Teknologi Pemrosesan, Pengemasan, dan Penyimpanan Benih. Kanisius. Yogyakarta.

Netty K. 2010. Pengaruh bahan aditif CMC (Carboxyl Methyl Cellulose) terhadap beberapa parameter pada larutan sukrosa. Jurnal Teknologi 1 (17) : 78-84.

Oktralixon L., Y. Tambing, dan Adrianton. 2015. Peranan kemasan dan media simpan terhadap ketahanan viabilitas dan vigor benih nangka (Artocarpus heterophyllus lamk) kultivar tulo-5 selama penyimpanan. Jurnal Agrotekbis 3 (3) : 303 – 315.

Rina, D. P., R. Rohmanti, dan A. Purwantoro. 2012. Pengaruh jenis dan kadar air media simpan terhadap viabilitas benih lengkeng (Dimocarpus longan Lour.). J. Vegetalika 1 (2) : 1 - 6.

Robi’in. 2007. Perbedaan Bahan Kemasan dan Periode Simpan dan Pengaruhnya Terhadap Kadar Air Benih Jagung dalam Ruang Simpan Terbuka. www.pustaka-deptan.go.id/publikasi/bt121073.pdf [15 Maret 2017].

Sudirman, U. 2012. Pengaruh pemberian bahan organik terhadap daya simpan benih kedelai (Glycine max L. Merr.). Jurnal Berita Biologi 11 (3) : 401-410.

Susanti, H. 2014. Pengaruh berbagai bahan coating dan bahan aditif pada benih kedelai (Glycine max L. Merril) untuk mempertahankan viabilitas dan vigor benih selama penyimpanan. Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Lampung Barat. Skripsi (tidak dipublikasikan).

Tantri P., S. Ilyas, M. Machmud, dan E. Widajati. 2013. Coating benih dengan agen hayati untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi. J. Agron. Indonesia 41 (3) : 175 – 180.

Usep S. dan Zebua I. L. 2005. Excised embryo rambutan (Nephelium lappaceum L.) dan kepekaannya terhadap pengeringan. Jurnal Berita Biologi 7 (4) : 223-228.

Widyawati, N., P. Tohari., I. Yudono, dan Soemardi. 2009. Permeabilitas dan perkecambahan benih Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.). J. Agron. Indonesia 37 (2) : 152-158.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View JOAC Stats

 

ISSN 2597-4386 (media online)

JOAC is published by Department of Agriculture, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Indonesia

 

Creative Commons License
JOAC is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.