Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebagai Alat Deteksi DNA Babi dalam Beberapa Produk Non-Pangan

*Widayat Widayat -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Winarni Agustini -  Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Meiny Suzery -  Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ahmad Ni’matullah Al-Baarri -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sylvia Rahmi Putri -  Jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Kurdianto Kurdianto -  PT ScienceWerke Jl. Palmerah BArat 25 Jakarta Barat DKI Jakrta 11480, Indonesia
Received: 7 Jan 2019; Revised: 11 Mar 2019; Accepted: 10 Apr 2019; Published: 8 Jul 2019; Available online: 3 Jun 2019.
Open Access Copyright 2019 Indonesia Journal of Halal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 276 309

Abstract

Bagi seorang muslim status halal suatu produk non-pangan salah satunya kosmetik maupun obat-obatan sangat mutlak yang harus dipenuhi. Produk yang beredar dipasaran harus terbebas dari kandungan babi atau bahan lain yang menyebabkan produk tersebut tidak lagi halal. Metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang dapat mendeteksi kandungan babi maupun alkohol untuk dapat memastikan kandungan tersebut terbebas dari cemaran babi. Dalam penelitian ini, telah dilakukan analisis kemungkinan adanya kandungan unsur babi dari ke empat produk non-pangan seperti kapsul, kuas roti, day cream dan sabun kecantikan yang dianalisis menggunakan RT-PCR.Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, tahap awal dilakukan ektraksi DNA dan tahap kedua dilakukan analisis RT-PCR. Didapatkan pada tahap awal ekstraksi DNA, hasil pengukuran dan kemurnian dengan nilai konsentrasi kapsul 2,9 ng/µI; kuas roti sebesar 3,4 ng/µI; day cream sebesar 2,4 ng/µI; dan sampel sabun kecantikan sebesar 2,2 ng/µI. Pada tahap kedua, secara keseluruhan dari ke empat produk yang dipilih secara acak sebagai objek penelitian produk kapsul terbebas dari kandungan babi, kecuali pada produk kuas roti sebesar 3,15%; day cream sebesar 3,52%; dan sabun kecantikan sebesar 124,83% positif tercemar kandungan babi.

Article Metrics:

  1. Katadata, (2016), Indonesia, Negara berpenduduk muslim terbesar dunia, Http://databoks.katadata.co.id, diakses pada tanggal 15 April 2019.
  2. Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (Lembaga Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 295 dan Tambahan Lembaga Republik Indonesia Nomor 5604).
  3. Susanto, E., Wardoyo, (2014), Pengaruh substitusi daging babi terhadap karakteristik asam lemak sosis, Jurnal Ternak, Vol. 5, No. 02.
  4. Husni, P., Putriana, N.A., Wicaksono, I.A., (2017), Metode Deteksi Kandungan Babi dan Alkohol dalam Eksipien Farmasi dan Produk Obat untuk Menjamin Kehalalan Sediaan Obat, Majalah Farmasetika, Vol. 2 No. 1.
  5. Keputusan Fatwa Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia Nomor: 2/MUNAS VI/MUI/2000 Tentang Penggunaan Organ Tubuh, Ari-ari, Air Seni Manusia Bagi Kepentingan Obat-obatan dan kosmetika. 266-269.
  6. Yusuf, Z.K., (2010), Polymerase Chain Reaction (PCR), Saintek Vol. 5 No. 6.
  7. Hewajuli, D.A., NLPI, D., (2014), Perkembangan teknologi Reverse Transcriptase Chain Reaction dalam Mengidentifikasi Genom Avian Influenza dan Newcastle Diseases, Balai Besar Penelitian Veteriner.
  8. Fadhlurrahman, Wardani, A.K., Widyastuti, E., (2015), Deteksi gelatin babi pada soft candy menggunakan metode PCR-RFLP sebagai salah satu pembuktian kehalalan pangan. Jurnal Teknologi Pangan Vol. 16 No. 2, pp. 81-88.
  9. Balia, R.L., Suryaningsih, L., dan Putranto, W.S., (2014), Pengujian pemalsuan bakso dengan daging babi melalui pendekatan ensimatis dan molekuler pada UKM di kawasan pendidikan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, Vol. 3 No. 2, pp. 70-72.
  10. Cai, H., Gung, X., Scnalan, M.S., Ramatlapeng, D.H., dan Lively C.R., (2012), Real Time-PCR Assays for Detection and Quantitation of Porcine and Bovine DNA in Gelatin Mixtures in Gelatin Capsule. Journal of food composition an analysis, 25: 83-87.
  11. Amqizal, H.I.A., Al-Kahtani, H.A., Ismail E.A., Hayat, K., dan Jaswir, I., (2017), Identification and verification of porcine DNA in comercial gelatin and gelatin containing processed foods, Elsevier : Food control Vol 78 : 297-303.