Peranan Kaedah-Kaedah Fundamental Kebahasaan Dalam Penetapan Produk Halal

*Warto Warto -  Program S3 Manajemen Halal, UIN Walisongo Semarang, Indonesia
Ahmad Rofiq -  Direktur LPPOM, MUI Jawa Tengah Semarang, Indonesia
Mashudi Mashudi -  Lektor Kepala Hukum Islam, UIN Walisongo Semarang, Indonesia
Received: 7 Jan 2019; Revised: 11 Mar 2019; Accepted: 10 Apr 2019; Published: 8 Jul 2019; Available online: 3 Jun 2019.
Open Access Copyright 2019 Indonesia Journal of Halal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 177 159
Abstract

Dalam proses penetapan hukum, seorang mujtahid membutuhkan perangkat istinbath, yaitu berupa kaedah-kaedah ushul fiqh sebagai pijakan metodologis. Kaedah-kaedah ini dirancang oleh para ulama ushul fiqh agar dalam menentukan hukum seorang mujtahid memiliki acuan baku sesuai dengan maqashid syariah. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriftif kaedah istinbath hukum ini yang akan dikaji dalam paper ini. Fokus pembahasan dalam studi ini kaedah fundamental kebahasaan. Pemilihan pokok bahasan ini didasarkan pada kebutuhan istinbath hukum, bahwa kaedah-kaedah ini memiliki peranan sangat penting dalam melahirkan produk hukum, agar hukum yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan relevan.

 

Kata Kunci: al-Qawaid, al-Ushuliyah, al-Lughawiyah, al-Istinbath

Article Metrics:

  1. Silmy, ‘Iyadh bin Namy As-, (2005), Ushul al-Fiqh al-Ladzi Laa Yasa’u al-Faqihu Jahluhu, Fakultas Syariah, Riyadh.
  2. Hito, Muhammad Hasan, (2005), al-Khulashah Fi Ushul al-Fiqh, Dar Adh-Dhiya’, Kuwait.
  3. Sa’dy, Abdurrahman bin Nashir bin Abdullah As-, (2000), Taysir al-Karim ar-Rahman Fi Tafsir al-Kalam ar-Rahman, Muassasah Ar-Risalah, Beirut.
  4. Suyuthi, Abdurrahman bin Abu Bakar As-, (2003) Ad-Durar al-Mantsur Fii at-Tafsir bi al-Ma’tsur, Dar Hijr, Mesir.
  5. Hakim, Abu Abdillah al-, (2002), al-Mustadrak ‘Ala ash-Shahihaini, Dar al-Kutub al-Ilmiah, Beirut.
  6. Mubarakfury, Muhammad bin Abdurrahman bin Abdurrahim al-, (1990), Tahfat al-Ahwadzi, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut.
  7. Baghawi, al-Husain bin Mas'ud al-, (1983), Syarh as-Sunnah, al-Maktab al-Islamiy, Beirut Damaskus.
  8. Baihaqy, Abu Bakar Ahmad bin al-Husain bin Ali al-, (1344), as-Sunan al-Kubra, India.
  9. Katsir, Abu al-Fida’ Ismail bin Amr bin, (1999), Tafsir al-Quran al-Azhim, Dar Thayyibah. Kairo.
  10. Sa’dy, Abdurrahman Bin Nashir bin Abdullah As-, (2000), Taysir al-Karim ar-Rahman Fi Tafsir al-Kalam ar-Rahman, Muassasah Ar-Risalah, Beirut.
  11. Hamidah, Adil Abdul Qadir, (2009), Ensiklopedia Makanan dalam Islam dan Hukumnya Antara Ilmu dan Iman, Penerbit Alamia, Alexandria Mesir.
  12. Manshur, Ahmad Subhi, (2007), Apakah Lemak Babi itu Halal, (http://www.ahl-alquran.com)
  13. Razi, Fakhruddin Ar-, (2000), Mafatih al-Ghaib, Dar al-Kutub al-Ilmiah, Beirut.
  14. Qurthuby, Imam Abu Abdullah bin Ahmad bin Abu Bakar bin Farh al-, (1964), al-Jami’ Li Ahkam al-Quran (Tafsir al-Qurthubi), Dar al-Kutub al-Mishriyah, Kairo.
  15. Zhahiri, Imam Ibnu Hazm Azh-, (1352), al-Muhalla Bi al-Atsar, Dar al-Fikr, Beirut.