Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Keputusan Pembelian Oleh Konsumen Muslim Terhadap Produk Makanan di Kota Pekalongan

*Dwi Edi Wibowo -  Fakultas Hukum, Universitas Pekalongan Jl. Sriwijaya No.3 Pekalongan SH
Benny Diah Madusari -  Fakultas Perikanan, Universitas Pekalongan Jl. Sriwijaya No.3 Pekalongan
Received: 10 Oct 2018; Published: 19 Oct 2018.
Open Access Copyright 2018 Indonesia Journal of Halal

Citation Format:
Article Info
Section: Review Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 528 354
Abstract

Abstrak

 

 

Kebutuhan makan, minum, sandang, pangan dan papan selalu bertambah dari tahun ke tahun. Oleh karenanya para produsen berlomba lomba menguasai pasar dengan memproduksi makanan dan minuman yang beragam. Produsen yang sadar akan kebutuhan masyarakat mempunyai cara tersendiri untuk menarik konsumen. Salah satunya adalah label, yang menjadi ciri khas bagi produk tertentu agar terkenang di hati masyarakat. Indonesia dalam menghadapi perdagangan bebas tingkat regional,  internasional,  dan global,  dikhawatirkan sedang dibanjiri pangan dan produk lainnya yang mengandung atau terkontaminasi unsur haram.  Dalam teknik pemrosesan,  penyimpanan,  penanganan,  dan pengepakan seringkali digunakan bahan pengawet yang membahayakan kesehatan atau bahan tambahan yang mengandung unsur haram yang dilarang dalam Agama Islam.

Produk impor kini mulai membanjiri tanah air kita dengan berbagai jenis kemasan yang menarik.  Masyarakat perlu hati-hati dalam memilih produk tersebut,   bisa jadi ada yang tersembunyi dibalik produk makanan tersebut yang tidak layak dikonsumsi oleh umat muslim.  Bagi umat muslim kesalahan dalam memilih produk makanan yang dikonsumsi dapat menyebabkan kerugian lahir dan batin,  secara lahir mengkonsumsi produk yang mengandung bahan berbahaya dapat mengganggu kesehatan,  sedangkan secara batin mengkonsumsi produk yang tidak halal dapat  menimbulkan dosa,dengan adanya pencantuman label halal konsumen muslim jadi terlindungi. Pencantuman label halal sarana informasi dari produsen ke konsumen mengenai produk yang akan dijualnya. Sehingga konsumen benarbenar mengetahui bahan-bahan apa saja yang digunakan, termasuk bahan tambahan yang tertera dikemasan. Pelabelan yang benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku akan membentuk terciptanya perdagangan yang jujur dan bertanggung jawab. Sehingga akan memudahkan dalam pengawasan keamanan pangan dan melindungi konsumen dari persepsi yang salah.

Labelisasi halal berperan dalam meningkatkan penjualan untuk menarik konsumen khususnya konsumen muslim, dimana keputusan pembelian tersebut dapat berfungsi sebagai pengukur sejauh mana tingkat penjualan pada produk yang telah ditetapkan kehalalannya dengan produk yang tidak ada kejelasan antara halal dan haram

 

Kata Kunci :abstrak; kata kunci; halal;label;konsumen muslim

 

Abstract

The need for food, drink, clothing, food and shelves always increase from year to year. Therefore, the producers compete to compete in the market by producing various foods and beverages. Producers who are aware of the needs of the community have their own way of attracting consumers. One of them is the label, which is characteristic for certain products to be remembered in the hearts of people. Indonesia in the face of regional free trade, international, and global, it is feared being flooded with food and other products containing or contaminated with illicit substances. In processing, storage, handling, and packing techniques are often used preservatives that endanger health or additives containing prohibited substances banned in Islam.

Imported products are now beginning to flood our homeland with various types of attractive packaging. People need to be careful in choosing these products, there could be hidden behind the food products that are not feasible consumed by Muslims. For Muslims the mistake in choosing food products consumed can cause birth and mental damage, birth consume products containing hazardous materials can interfere with health, while conscientiously consume unlawful products can cause sin, with the inclusion of halal label Muslim consumers so protected. Inclusion of halal label means information from producers to consumers about the products to be sold. So consumers really know what ingredients are used, including the additional material contained in the packaging. Proper labeling in accordance with the prevailing provisions will shape the creation of honest and responsible trade. So that will facilitate the monitoring of food safety and protect consumers from wrong perception.

Halal labeling plays a role in increasing sales to attract consumers, especially Muslim consumers, where the purchase decision can serve as a measure of the extent to which the level of sales on products that have been established halal products with no clarity between halal and haram.

Keywords: abstract; keywords; halal; label; Muslim consumer

Article Metrics:

  1. Burhanuddin, (2001), Pemikiran Hukum Perlindungan Konsumen dan Sertifikat Halal,Malang;UIN, Maliki Pers
  2. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 518 Tahun 2001, “Undang-Undang Produk Hala”
  3. Majelis Ulama Indonesia,(2003), Sistem dan Prosedur Penetapan Fatwa Produk Halal Majelis Ulama Indonesia, Departemen Agama RI , Jakarta
  4. Majelis Ulama Indonesia, (2003), “Panduan Sertifikasi Halal, Departemenn Agama RI, Jakarta
  5. Nurlaiili, Evi Ekawati, Any Eliza, (2014), Program Sosialisasi Label Halal/Sertifikat Halal Pada Produk Makanan Siap Saji, Lampung : LP2M Radsen Intan Lampung
  6. Sumarwan, Ujang , (2001). Perilaku Konsumen . Teori dan Penerapannya Dalam Pemasaran, Ghalia Indonesia, Bogor
  7. Solomon, Michael, (2004), Consumer Behavior: Buying, Having, and Being . Sixth Edition. Person Education International , New Jarsey
  8. Satriadi, Yanuar, (2006), Analisis Atribut Produk Mempengaruhi Keputusan Pembelian, STIE Kesatuan , Bogor
  9. Sharif Chaudry, Muhammad, (2014), Sistem Ekonomi Islam terj.Suherman Rosyidi. Jakarta:Kencana
  10. Surat-Suarat Keputusan Lembaga Pengawasan dan Peredaran Makanan Majelis Ulama Indonesia ((LPPOM_MUI)