STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA GARAM RAKYAT di DESA KUSAMBA, KECAMATAN DAWAN, KABUPATEN KLUNGKUNG

*Opattriani Sinaga  -  Universitas Udayana, Indonesia
Made Antara  -  Universitas Udayana, Indonesia
Ratna Komala Dewi  -  Universitas Udayana, Indonesia
Received: 11 Oct 2019; Published: 27 May 2020.
Open Access Copyright 2020 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Permintaan garam meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan perkembangan industri yang menyebabkan peningkatan kebutuhan produksinya agar terpenuhi kebutuhan nasional. Usaha garam di Desa Kusamba agar dapat dikembangkan membutuhkan perumusan strategi yang tepat. Penelitian ini membahas faktor-faktor internal dan eksternal, merumuskan strategi umum, strategi alternatif dan prioritas strategi usaha garam rakyat di Desa Kusamba. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif. Proses penentuan strategi dilakukan melalui matriks IFAS, EFAS, SWOT, dan QSPM. Berdasarkan hasil analisis faktor internal, kekuatan utama usaha garam di Desa Kusamba yaitu garam yang dihasilkan organik dan memiliki cita rasa yang khas (0,23).Kelemahan utama yaitu modal usaha terbatas, pemasaran belum optimal, dan kemasan yang digunakan masih sederhana (0,08). Faktor eksternal yang menjadi peluang utama yaitu Peningkatan konsumsi garam meningkat (0,30). Ancaman utama tidak memiliki industri yang mau menjadi mitra, tidak ada generasi muda dalam pengembangan dan pemeliharaan garam Kusamba, dan harga garam meningkat lebih murah (0,13). Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT, terdapat 11 alternatif dengan prioritas strategi yang dipilih yaitu ketentuan dan dukungan harga garam di Desa Kusamba. dan harga lebih murah (0,13). Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT, terdapat 11 alternatif dengan prioritas strategi yang dipilih yaitu ketentuan dan dukungan harga garam di Desa Kusamba.dan harga lebih murah (0,13). Berdasarkan hasil analisis SWOT, tersedia 11 alternatif dengan prioritas strategi yang dipilih yaitu ketentuan dan dukungan harga garam di Desa Kusamba.

Keywords: Garam Kusamba; faktor internal dan eksternal; strategi pengembangan

Article Metrics:

  1. Badan Keahlian DPR RI. 2017. Permasalahan Garam Nasional. Jakarta: Pusat Kajian Anggaran.
  2. Badan Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP Tegal). 2014. Pembuatan Garam Rakyat dengan Teknologi Geomembran. http://www.bppp-tegal.com/v1/.index.php?option=com_content&view=article&id=335:pembuatan-garam-rakyat-dengan-teknologi-geomembran&catid=44:artikel&itemid=85. Diakses tanggal 19 Februari 2019
  3. David. 2012. Strategic Management (Manajemen Strategi Konsep). Jakarta: Salemba Empat
  4. David, Fred R. 2006. Strategic Management (Manajemen Strategis Konsep). Jakarta: Salemba Empat.
  5. Dinas Kelautan dan Perikanan. 2019. Data Produksi Garam. Dinas Kelautan dan Perikanan, Klungkung.
  6. Departemen Kesehatan RI. 2004.Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal (SPM) Penyelenggaraan Perbaikan Gizi Masyarakat. Jakarta: Ditjen Bina Kesmas, Direktorat Gizi Masyarakat.
  7. Kotler. 2005. Manajemen Pemasaran. Edisi Kesebelas. Indeks. Jakarta.
  8. Lestari, Endah Prapti. 2011. Pemasaran Strategik Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif. Graha Ilmu: Yogyakarta
  9. Rangkuti, Freddy. 2008. Teknik Membedah Kasus Bisnis Analisis SWOT. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  10. Romansyah, Iman. 2016. Analisis Penetapan Harga Jual Produk Terhadap Volume Penjualan dalam Perspektif Ekonomi Islam. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri. Lampung.