ANALISIS PENDAPATAN USAHA SAPI POTONG POLA PENGGEMUKAN PADA ANGGOTA KELOMPOK TANI TERNAK BANGUNREJO II DI DESA POLOSIRI KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG

Gitty Nadya Putri -  Diponegoro University, Indonesia
Djoko Sumarjono -  Diponegoro University, Indonesia
*Wiludjeng Roessali -  Diponegoro University, Indonesia
Received: 20 Mar 2019; Published: 29 May 2019.
Open Access Copyright 2019 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 165 108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan, profitabilias dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan bersih usaha penggemukan sapi potong pada anggota kelompok tani ternak Bangunrejo II di Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 59 orang peternak anggota kelompok tani ternak Bangunrejo II. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Progaram SPSS 17, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan pendapatan bersih sebesar Rp 907.306 per bulan dan pendapatan peternak Rp 1.094.974 per bulan lebih rendah dari upah minimum regional Kabupaten Semarang, profitabilias usaha penggemukan sapi potong 18% lebih tinggi dari bunga deposito bank. Uji t menunjukkan skala usaha, biaya pakan tambahan, biaya bakalan dan lama periode berpengaruh parsial terhadap pendapatan bersih sedangkan pengalaman usaha, pendidikan, biaya tenaga kerja, dan biaya pakan hijauan tidak berpengaruh terhadap pendapatan bersih. Persamaan regresi Y = 1.019.397,358 + 1.535.670,358X1 – 4.022,582X2 – 38.446,837X3 – 0,264X4  – 16.404,039X5 – 0,452X6 + 0,131X7 – 1.011.633,331X8 dengan nilai Adjusted R2 sebesar 93%. Secara signifikan seluruh variabel mempengaruhi pendapatan bersih. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendapatan usaha penggemukan sapi potong lebih rendah dari upah minimum regional Kabupaten Semarang, profitabilitas usaha penggemukan sapi potong lebih tinggi dari suku bunga deposito bank, variabel skala usaha, biaya pakan tambahan, biaya bakalan, dan lama periode berpengaruh terhadap pendapatan bersih.

Keywords
pendapatan; penggemukan; profitabilitas; sapi potong

Article Metrics:

  1. Abdullah, A. 2008. Identifikasi kelas kemampuan kelompok tani ternak di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. J. Ilmu Ternak. 8 (1) : 77–82.
  2. Adiwinarti, R., U. R. Fariha dan C. M. S. Lestari. 2011. Pertumbuhan sapi jawa yang diberi pakan jerami padi dan konsentrat dengan level protein
  3. berbeda. J. Ilmu Ternak dan Veteriner. 16 (4) : 260−265.
  4. Ahmad, S. N., D. D. Siswansyah dan O. K. S. Swastika. 2004. Kajian sistem usaha ternak sapi potong di Kalimantan Tengah. J. Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 7 (2) : 155-170.
  5. Budiraharjo, K., M. Handayani dan G. Sanyoto. 2011. Analisis profitabilitas usaha penggemukan sapi potong di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. J. Ilmu-ilmu Pertanian. 7 (1): 1-9.
  6. Cahyawati, D., H. Tanuji dan R. Abdiati. 2009. Efektivitas metode regresi robust penduga welsch dalam mengatasi pencilan pada pemodelan regresi linear berganda. J. Penelitian sains. 12 (1) : 1-7.
  7. Darmawi, D. 2012. Peranan tenaga kerja keluarga dalam usaha pemeliharaan sapi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. J. Ilmu-
  8. Ilmu Peternakan. 15 (2) : 48-58.
  9. Ekowati, T., D. Sumarjono., H. Setiyawan dan E. Prasetyo. 2014. Buku Ajar Usahatani. Undip Press, Semarang.
  10. Fikar, S. dan D. Ruhyadi. 2010. Beternak & Bisnis Sapi Potong. Agro Media Pustaka, Jakarta.
  11. Hastuti, D. 2008. Tingkat keberhasilan inseminasi buatan sapi potong ditinjau dari angka konsepsi dan service per conception. J. Mediagro. 4 (1) : 12-20.
  12. Indrayani, I. dan Andri. 2018. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi potong di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. J. Peternakan Indonesia. 20 (3) : 151-159.
  13. Murwanto, A. G. 2008. Karakteristik peternak dan tingkat masukan teknologi peternakan sapi potong di Lembah Prafi Kabupaten Manokwari. J. Ilmu Peternakan. 3 (1) : 9-15.
  14. Nuraina, E. 2012. Pengaruh kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan hutang dan nilai perusahaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI). J. Akuntansi. 4 (1) : 51-70.
  15. Otoluwa, M. A., A. H. S. Salendu, A. K. Rintjap dan M. T. Massie. 2016. Prospek pengembangan usaha ternak sapi potong di Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. J. Zootek.
  16. (1) : 191-197.
  17. Rahayu, E. T. 2013. Analisis pendapatan usaha ternak sapi perah di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. J. Sains Peternakan. 11 (2) : 99-105.
  18. Rianto, E. dan E. Purbowati. 2011. Panduan Lengkap Sapi Potong. Penebar Swadaya, Bogor.
  19. Sahala, J., R. Widiati dan E. Baliarti. 2016. Analisis kelayakan finansial usaha
  20. penggemukan sapi simmental peranakan ongole dan faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kepemilikan pada peternakan rakyat di
  21. Kabupaten Karanganyar. J. Peternakan. 40 (1) : 75-82.
  22. Shinta, A. 2011. Ilmu Usahatani. UB Press, Malang.
  23. Soekartawi. 2003. Prinsip Ekonomi Pertanian. Rajawali Press, Jakarta.
  24. Suranjaya, I. G. 2011. Diskripsi dan analisis faktor-faktor produksi yang
  25. mempengaruhi pendapatan peternak pada usaha penggemukan sapi bali berskala kecil. J. Ilmiah Peternakan. 14 (1) : 28-32.
  26. Triastono, H., M. Indraji dan S. Mastuti. 2013. Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan dan efisiensi usaha peternak kelinci di
  27. Kabupaten Banyumas. J. Ilmiah Peternakan. 1 (1): 25-30.