BibTex Citation Data :
@article{Agrisocionomics29728, author = {Sitti Agustina and Diah Hastuti and Sri Astuty and Abd. Rahim and Muhammad Ma'ruf}, title = {Mapping and Evaluating the Pomelo Supply Chain: A SCOR-Based Case Study from South Sulawesi Province}, journal = {Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian}, volume = {10}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Agri-food Supply Chain; FSCN; Pomelo; SCOR Model; Supply Chain Performance}, abstract = { Sebagai produsen jeruk terbesar keenam di dunia, dengan pomelo sebagai kontributor signifikan, Indonesia menghadapi inefisiensi rantai pasok yang kritis, termasuk kehilangan hasil panen yang melebihi 40% karena kerentanan pasca panen dan distribusi yang terfragmentasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konfigurasi dan mengevaluasi kinerja operasional rantai pasok pomelo di sentra produksi utamanya di Kecamatan Ma'rang, Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan dari 30 petani (sampel acak sederhana) dan pelaku pemasaran (sampel bola salju) dan dianalisis menggunakan kerangka kerja Jaringan Rantai Pasok Pangan (FSCN) untuk memetakan aliran produk, keuangan, dan informasi, dan metrik model Referensi Operasi Rantai Pasok (SCOR) untuk keandalan, responsivitas, fleksibilitas, dan manajemen aset. Hasilnya mengungkapkan empat aliran distribusi dengan ketergantungan tinggi pada pasar Jawa (65%). Analisis SCOR menunjukkan sebuah paradoks: meskipun efisiensi operasional secara keseluruhan kuat, keandalan dalam memenuhi permintaan terkendala (53% indikator pada tingkat paritas) oleh serangan hama penggerek batang, sementara kinerja distribusi antarpulau berada di bawah paritas (waktu tunggu 10 hari, siklus pemenuhan 11 hari) akibat kompleksitas logistik. Secara teoritis, temuan ini memvalidasi kerangka kerja FSCN-SCOR terintegrasi untuk mendiagnosis rantai pasok agri-pangan di negara berkembang. Secara praktis, studi ini menyiratkan perlunya intervensi yang terarah, khususnya penguatan program pengendalian hama terpadu (PHT) dan investasi dalam konsolidasi logistik untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing jangka panjang industri. }, issn = {2621-9778}, doi = {10.14710/agrisocionomics.v10i2.29728}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/agrisocionomics/article/view/29728} }
Refworks Citation Data :
Sebagai produsen jeruk terbesar keenam di dunia, dengan pomelo sebagai kontributor signifikan, Indonesia menghadapi inefisiensi rantai pasok yang kritis, termasuk kehilangan hasil panen yang melebihi 40% karena kerentanan pasca panen dan distribusi yang terfragmentasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konfigurasi dan mengevaluasi kinerja operasional rantai pasok pomelo di sentra produksi utamanya di Kecamatan Ma'rang, Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan dari 30 petani (sampel acak sederhana) dan pelaku pemasaran (sampel bola salju) dan dianalisis menggunakan kerangka kerja Jaringan Rantai Pasok Pangan (FSCN) untuk memetakan aliran produk, keuangan, dan informasi, dan metrik model Referensi Operasi Rantai Pasok (SCOR) untuk keandalan, responsivitas, fleksibilitas, dan manajemen aset. Hasilnya mengungkapkan empat aliran distribusi dengan ketergantungan tinggi pada pasar Jawa (65%). Analisis SCOR menunjukkan sebuah paradoks: meskipun efisiensi operasional secara keseluruhan kuat, keandalan dalam memenuhi permintaan terkendala (53% indikator pada tingkat paritas) oleh serangan hama penggerek batang, sementara kinerja distribusi antarpulau berada di bawah paritas (waktu tunggu 10 hari, siklus pemenuhan 11 hari) akibat kompleksitas logistik. Secara teoritis, temuan ini memvalidasi kerangka kerja FSCN-SCOR terintegrasi untuk mendiagnosis rantai pasok agri-pangan di negara berkembang. Secara praktis, studi ini menyiratkan perlunya intervensi yang terarah, khususnya penguatan program pengendalian hama terpadu (PHT) dan investasi dalam konsolidasi logistik untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing jangka panjang industri.
Article Metrics:
Last update:
Starting from 2021, the author(s) whose article is published in the Agrisocionomics journal attain the copyright for their article. By submitting the manuscript to Agrisocionomics, the author(s) agree with this policy. No special document approval is required.
The author(s) guarantee that:
The author(s) retain all rights to the published work, such as (but not limited to) the following rights:
If the article was prepared jointly by more than one author, each author submitting the manuscript warrants that they have been given permission by all co-authors to agree to copyright and license notices (agreements) on their behalf, and agree to notify the co-authors of the terms of this policy. Agrisocionomics will not be held responsible for anything that may arise because of the writer's internal dispute. Agrisocionomics will only communicate with correspondence authors.
Authors should also understand that once published, their articles (and any additional files, including data sets, and analysis/computation data) will become publicly available. The license of published articles (and additional data) will be governed by the Creative Commons Attribution license as currently featured on the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Agrisocionomics allows users to copy, distribute, display and perform work under license. Users need to attribute the author(s) and Agrisocionomics to distribute works in journals and other publication media. Unless otherwise stated, the author(s) is a public entity as soon as the article is published.
View My Stats