BibTex Citation Data :
@article{Agrisocionomics29281, author = {Tessa Magrianti and Yusman Syaukat and Faroby Falatehan and Suprehatin Suprehatin}, title = {PROFITABILITY ANALYSIS OF URBAN DAIRY CATTLE FARMING IN FARMER GROUPS IN JAKARTA METROPOLITAN AREA}, journal = {Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian}, volume = {10}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {R/C ratio; net income; production inputs; feed management; farm sustainability}, abstract = { Studi ini bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas peternakan sapi perah skala kecil di Jakarta dalam konteks keterbatasan sumber daya perkotaan. Survei dilakukan mulai Januari hingga Maret 2024 dengan melibatkan 59 peternak aktif menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi lapangan. Analisis karakteristik meliputi peternak, alokasi input, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu, dan kinerja ekonomi berdasarkan biaya, pendapatan, rasio R/C, dan profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia peternak adalah 49 tahun, dengan 13 tahun pendidikan formal dan 24 tahun pengalaman bertani. Alokasi input ditemukan tidak seimbang: hijauan dan konsentrat berada di bawah tingkat yang direkomendasikan, sementara ampas tahu dan tenaga kerja berlebih. Analisis regresi menunjukkan bahwa jumlah sapi laktasi dan penggunaan konsentrat berpengaruh signifikan terhadap produksi susu, sedangkan input lainnya tidak berpengaruh signifikan. Struktur biaya didominasi oleh pakan, terutama ampas tahu, dengan biaya produksi tahunan rata-rata Rp190,5 juta. Total pendapatan tahunan mencapai Rp370,8 juta, menghasilkan laba bersih sebesar Rp180,3 juta. Secara keseluruhan, peternakan sapi perah perkotaan di Jakarta terbukti layak, dengan rasio R/C sebesar 1,95 dan profitabilitas sebesar 94,6%, yang relatif lebih tinggi dibandingkan temuan di wilayah lain. Hasil ini menunjukkan bahwa peternakan sapi perah perkotaan tetap menjanjikan, jaminan didukung oleh manajemen pakan yang efisien, melakukan pencegahan kesehatan hewan, dan diversifikasi produk untuk memperkuat kemiskinan. }, issn = {2621-9778}, doi = {10.14710/agrisocionomics.v10i1.29281}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/agrisocionomics/article/view/29281} }
Refworks Citation Data :
Studi ini bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas peternakan sapi perah skala kecil di Jakarta dalam konteks keterbatasan sumber daya perkotaan. Survei dilakukan mulai Januari hingga Maret 2024 dengan melibatkan 59 peternak aktif menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi lapangan. Analisis karakteristik meliputi peternak, alokasi input, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu, dan kinerja ekonomi berdasarkan biaya, pendapatan, rasio R/C, dan profitabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia peternak adalah 49 tahun, dengan 13 tahun pendidikan formal dan 24 tahun pengalaman bertani. Alokasi input ditemukan tidak seimbang: hijauan dan konsentrat berada di bawah tingkat yang direkomendasikan, sementara ampas tahu dan tenaga kerja berlebih. Analisis regresi menunjukkan bahwa jumlah sapi laktasi dan penggunaan konsentrat berpengaruh signifikan terhadap produksi susu, sedangkan input lainnya tidak berpengaruh signifikan. Struktur biaya didominasi oleh pakan, terutama ampas tahu, dengan biaya produksi tahunan rata-rata Rp190,5 juta. Total pendapatan tahunan mencapai Rp370,8 juta, menghasilkan laba bersih sebesar Rp180,3 juta.
Secara keseluruhan, peternakan sapi perah perkotaan di Jakarta terbukti layak, dengan rasio R/C sebesar 1,95 dan profitabilitas sebesar 94,6%, yang relatif lebih tinggi dibandingkan temuan di wilayah lain. Hasil ini menunjukkan bahwa peternakan sapi perah perkotaan tetap menjanjikan, jaminan didukung oleh manajemen pakan yang efisien, melakukan pencegahan kesehatan hewan, dan diversifikasi produk untuk memperkuat kemiskinan.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Starting from 2021, the author(s) whose article is published in the Agrisocionomics journal attain the copyright for their article. By submitting the manuscript to Agrisocionomics, the author(s) agree with this policy. No special document approval is required.
The author(s) guarantee that:
The author(s) retain all rights to the published work, such as (but not limited to) the following rights:
If the article was prepared jointly by more than one author, each author submitting the manuscript warrants that they have been given permission by all co-authors to agree to copyright and license notices (agreements) on their behalf, and agree to notify the co-authors of the terms of this policy. Agrisocionomics will not be held responsible for anything that may arise because of the writer's internal dispute. Agrisocionomics will only communicate with correspondence authors.
Authors should also understand that once published, their articles (and any additional files, including data sets, and analysis/computation data) will become publicly available. The license of published articles (and additional data) will be governed by the Creative Commons Attribution license as currently featured on the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Agrisocionomics allows users to copy, distribute, display and perform work under license. Users need to attribute the author(s) and Agrisocionomics to distribute works in journals and other publication media. Unless otherwise stated, the author(s) is a public entity as soon as the article is published.
View My Stats