FAKTOR-FAKTOR DALAM KEGIATAN KELOMPOK TANI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI PADI DI KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG

*A.K.B Nugroho -  Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Indonesia
Wulan Sumekar -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Mukson Mukson -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 Dec 2017; Published: 10 Apr 2018.
Open Access Copyright 2017 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 903 288

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kegiatan penentuan pola usahatani, penyusunan rencana usahatani, penerapan teknologi tepat guna, penumbuhan pola kemitraan, ketaatan atas kesepakatan kelompok, penilaian usahatani, peningkatan kelestarian SDA, pengelolaan usaha kelompok dan perorangan anggota kelompok terhadap produksi. Penelitian menggunakan metode survei dengan lokasi di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Teknik pengambilan sampel kelompok tani dengan menggunakan stratified random sampling, diperoleh 92 kelompok dan masing-masing kelompok diambil 2 (dua) ragam responden yaitu pengurus dan anggota, sehingga jumlah responden sebanyak 184 orang. Analisis faktor-faktor dalam kegiatan kelompok tani dan pengaruhnya terhadap produksi padi menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan penentuan pola usahatani, penyusunan rencana usahatani, penerapan teknologi tepat guna, penumbuhan pola kemitraan, ketaatan atas kesepakatan kelompok, penilaian usahatani, peningkatan kelestarian SDA, pengelolaan usaha kelompok dan perorangan anggota kelompok berpengaruh positif sangat nyata terhadap produksi. Saran yang dapat diberikan adalah perlu adanya penguatan kelembagaan kelompok tani melalui kegiatan penyuluhan.

Kata Kunci: peran; kelompok tani; produksi

Article Metrics:

  1. Barki, K., S. Satmoko dan B.T. Eddy. 2017. Pengaruh modal sosial terhadap tingkat adopsi inovasi padi organik pada anggota kelompoktani Paguyuban AlBarokah, Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Jurnal Agromedia 35 (2): 55-63.
  2. Burch, D., R.E Rickson, dan I. Thiel. 1990. Contract farming and rural social change: some implications of The Australian Experience. Environmental Impact Assessment Review. 10: 145155
  3. Direktorat Jendral Tanaman Pangan. 2016. Petunjuk Teknis Teknologi Tanam Jajar Legowo. Kementerian Pertanian. Jakarta.
  4. Fanani, A., L. Anggraeni., dan Y. Syaukat. 2015. Pengaruh kemitraan terhadap risiko usaha tani tembakau di Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur. Jurnal Manajemen & Agribisnis. 12 (3): 194-203.
  5. Hariadi, S.S. 2011. Dinamika Kelompok. Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  6. Hidayatulloh, W.A., S. Supardi dan L.A. Sasongko. 2012. Tingkat ketepatan adopsi petani terhadap sistem tanam jajar legowo pada tanaman padi sawah (Studi kasus di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus). Jurnal Ilmu – ilmu Pertanian. 8(2): 71-82.
  7. Ikhwani., G.R. Pratiwi., E. Paturrohman dan A.K. Makarim. 2013. Peningkatan produktivitas padi melalui penerapan jarak tanam jajar legowo. Jurnal Iptek Tanaman Pangan. 8(2): 72-79.
  8. Lestari, A.P. 2009. Pengembangan pertanian berkelanjutan melalui subtitusi pupuk anorganik dengan pupuk organik. Jurnal Agronomi. 13(1): 38-44.
  9. Mardikanto, T. 1996. Penyuluhan Pembangunan Kehutanan. Pusat Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta.
  10. Nasrul, W. 2012. Pengembangan kelembagaan pertanian untuk
  11. peningkatan kapasitas petani terhadap pembangunan pertanian. Jurnal Menara Ilmu. 29(3): 166-174. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016 Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani. Kementerian Pertanian. Jakarta.
  12. Rusono, N., A.Sunaro, A.Candradijaya, I. Martino, dan Tejaningsih. 2013. Analisis Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai bahan penyusunan RPJMN Tahun 2015-2019. Direktorat Pangan dan Pertanian Bappenas. Jakarta.
  13. Shinta, A. 2011. Ilmu Usahatani. Universitas Brawijaya Press. Malang.
  14. Stuart, AM., A.R.P. Pame, D. Vithoonjit, L. Viriyangkura, J. Pithuncharurnlap, N. Meesang, P. Suksiri, G.R. Singleton, R.M. lampayan. 2017. The application of best management practices increases theprofitability and sustainability of rice farming in the central plains of Thailand. Field Crops Research 1-10.
  15. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung. Suratiyah, K. 2015. Ilmu Usahatani. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta. Thomas, S. 2008. Dinamika Kelompok. Universitas Terbuka. Jakarta.
  16. Umar, H. 2003. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Thesis Bisnis. Cetakan 5. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.