Makna Ruang Kampung Kauman Yogyakarta dan Semarang Berdasar Konsep Relasi dalam Pandangan Jawa

DOI: https://doi.org/10.14710/tataloka.16.3.133-144

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 12-01-2016
Published: 04-08-2014
Section: Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author
Pandangan hidup merupakan seperangkat nilai yang mempengaruhi seluruh sistem kehidupan penganutnya. Dalam konteks masyarakat Jawa, salah satu konsep keyakinan yang merefleksikan pandangan hidup setempat adalah perlunya memelihara relasi yang harmonis antara pribadinya sebagai manusia dengan dirinya sendiri, masyarakat, alam maupun dengan Tuhan. Nilai-nilai keyakinan tersebut diekspresikan secara simbolis melalui desain ruang tinggal pada setiap skala ruang arsitektur. Sebagai permukiman Islam historis, Kampung Kauman menghadapi sejumlah tantangan khususnya dalam upaya memelihara keberlangsungan budayanya. Berkaitan dengan Kampung Kauman Yogyakarta, sejarah perkembangannya tidak terlepas dari pengaruh Sultan sedangkan perkembangan Kampung Kauman Semarang lebih ditentukan oleh besarnya pengaruh dari aktivitas perdagangan di sekitar kampung. Penelitian bertujuan untuk mendukung pelestarian terhadap karakteristik kampung Kauman sebagai satu entitas pribadi bernilai historis. Sasaran penelitian adalah mengungkap bagaimana pandangan Jawa dimanifestasikan ke dalam struktur ruang kampung termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan karakteristik antara kedua wilayah objek studi. Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, digunakan pendekatan fenomenologi dengan metode analisis sinkronik sehingga makna simbolis masing-masing ruang Kampung Kauman sebagai artifak budaya, dapat diungkap secara detail dan objektif.

Keywords

pandangan hidup; konsep relasi; struktur ruang; makna simbolis