PENILAIAN BENTUK ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP HUNIAN DI KAWASAN RAWAN ROB DAN BANJIR KELURAHAN KEMIJEN

Aufa Dirgahayu Kencana, Nany Yuliastuti
DOI: 10.14710/jpk.4.2.186-196

Abstract


Kelurahan Kemijen terletak di Kota pesisir Semarang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Tingginya tingkat kerentanan bencana tersebut memaksa orang untuk beradaptasi misalnya adalah dengan meninggikan rumah mereka meskipun warga Kelurahan Kemijen didominasi oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai adaptasi hunian (peninggian rumah) yang paling maksimal dilakukan masyarakat saat ini dalam menghadapi bencana banjir dan rob. Proses untuk mencapai tujuan ini adalah melalui observasi adaptasi hunian, wawancara stakeholder terkait adaptasi hunian, serta melalui kuesioner dilakukan terhadap 100 orang secara acak (proporsional stratified random sampling) kepada penduduk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk data yang berasal dari kuesioner dapat diolah dan dianalisis menggunakan analisis multi kriteria. Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan menggunakan variabel kerentanan, finansial, kelayakan hunian, sosial budaya, ekonomi kawasan, dan kapasitas teknis, bentuk adaptasi yang paling maksimal adalah bentuk adaptasi peninggian lantai pada seluruh ruangan dengan ketinggian> 50 cm dengan nilai 0.805, peringkat kedua adalah bentuk adaptasi peninggian lantai disertai dengan pembangunan lantai dua yang mempunyai nilai 0,705, dan peringkat ketiga adalah bentuk adaptasi peninggian lantai pada sebagian ruangan yang mempunyai nilai 0,700.

Keywords


Disaster; Housing Adaptation; Adaptation Assesment

Full Text: | FULLTEXT

References


  1. Astuti, S. P. (2015). Implementasi Kebijakan Program Bedah Rumah Kota Bandar Lampung Tahun 2014. Universitas Lampung, Bandar Lampung.
  2. Bappeda. (2011). Rencana Tata Ruang WIlayah Kota Semarang Tahun 2011-2031. Semarang: Bappeda Kota Semarang.
  3. Danianti, R. P., & Sariffuddin, S. (2015). Tingkat kerentanan masyarakat terhadap bencana banjir di Perumnas Tlogosari, Kota Semarang. Jurnal Pengembangan Kota, 3(2), 90-99. doi: http://dx.doi.org/10.14710/jpk.3.2.90-99
  4. Downing, T. E., Ringius, L., Hulme, M., & Waughray, D. (1997). Adapting to Climate Change in Africa. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, 2(1), 19-44. doi: http://dx.doi.org/10.1023/b:miti.0000004663.31074.64
  5. Dumenu, W. K., & Obeng, E. A. (2016). Climate change and rural communities in Ghana: Social vulnerability, impacts, adaptations and policy implications. Environmental Science & Policy, 55, Part 1, 208-217. doi: http://dx.doi.org/10.1016/j.envsci.2015.10.010
  6. Gohar, A. A., & Cashman, A. (2016). A methodology to assess the impact of climate variability and change on water resources, food security and economic welfare. Agricultural Systems, 147, 51-64. doi: http://dx.doi.org/10.1016/j.agsy.2016.05.008
  7. Haque, A. N., Grafakos, S., & Huijsman, M. (2012). Participatory integrated assessment of flood protection measures for climate adaptation in Dhaka. Environment and Urbanization, 24(1), 197-213. doi: http://dx.doi.org/10.1177/0956247811433538
  8. Kumalasari, N. R., & Yuliastuti, N. (2013). Bentuk Adaptasi Masyarakat Terhadap Banjir Di Kampung Purwodinatan dan Jurnatan, Kota Semarang. Universitas Diponegoro, Semarang.
  9. Marfai, M. A., & King, L. (2008a). Coastal flood management in Semarang, Indonesia. Environmental Geology, 55(7), 1507-1518. doi: http://dx.doi.org/10.1007/s00254-007-1101-3
  10. Marfai, M. A., & King, L. (2008b). Potential vulnerability implications of coastal inundation due to sea level rise for the coastal zone of Semarang city, Indonesia. Environmental Geology, 54(6), 1235-1245. doi: http://dx.doi.org/10.1007/s00254-007-0906-4
  11. Mukheibir, P. (2008). Water Resources Management Strategies for Adaptation to Climate-Induced Impacts in South Africa. Water Resources Management, 22(9), 1259-1276. doi: http://dx.doi.org/10.1007/s11269-007-9224-6
  12. Nordgren, J., Stults, M., & Meerow, S. (2016). Supporting local climate change adaptation: Where we are and where we need to go. Environmental Science & Policy, 66, 344-352. doi: http://dx.doi.org/10.1016/j.envsci.2016.05.006
  13. Pradana, A. B., & Mussadun. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat untuk tetap bertempat tinggal di kawasan bencana rob Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang. Ruang, 2(1), 361-370.
  14. Pramita, A. L., Yasa, I., & Marhaeni, A. (2015). Peranan Dana Bantuan Sosial Terhadap Kualitas Rumah Masyarakat Miskin Melalui Program Bedah Rumah Di Kabupaten Buleleng. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 4(2), 106-124.
  15. Putra, A. P. (2015). Mapping Tsunami Vulnerability For Mataram City In Lombok Island – Indonesia: A Physical And Socioeconomic Assessment. Jurnal Pengembangan Kota, 3(1), 60-79. doi: http://dx.doi.org/10.14710/jpk.3.1.60-79
  16. Sariffuddin, S., & Wijaya, A. P. (2014). Pola Adaptasi Masyarakat Pesisir Genuk Kota Semarang. Tataloka, 16(4), 245-253. doi: http://dx.doi.org/10.14710/tataloka.16.4.245-253
  17. Suhelmi, I. R. (2013). Pemetaan Kapasitas Adaptif Wilayah Pesisir Semarang dalam Menghadapi Genangan Akibat Kenaikan Muka Air Laut dan Perubahan Iklim. Forum Geografi, 27(1), 81-92.
  18. Tambo, J. A. (2016). Adaptation and resilience to climate change and variability in north-east Ghana. International Journal of Disaster Risk Reduction, 17, 85-94. doi: http://dx.doi.org/10.1016/j.ijdrr.2016.04.005
  19. The Rockefeller Foundation. (2013). ACCCRN City Projects. Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCCRN) (doi: http://www.rockefellerfoundation.org/uploads/files/8ff925b8-2254-4b71-a7fb-6082464b844e-acccrn-cities.pdf). Bangkok, Thailand.
  20. United Nations. (2009). UNISDR Terminology on Disaster Risk Reduction. Geneva, Switzerland: United Nations International Strategy for Disaster Reduction.
  21. Yuliastuti, N., & Saraswati, N. (2014). Environmental Quality in Urban Settlement: The Role of Local Community Association in East Semarang Sub-district. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 135, 31-35. doi: http://dx.doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.07.321


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pengembangan Kota

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.